Cegah Masuk Gaza, Zionis "Bajak" Pesawat Relawan Kemanusiaan


Jumat (8/7) polisi Israel memulangkan dua relawan wanita kemanusiaan Amerika dari bandara Ben Gurion di kota Lud sebelum mereka tiba di wilayah Palestina jajahan tahun 1948 untuk ikut dalam aksi menembus blokade Jalur Gaza.


Seperti dilansir oleh situs berita Haarets Israel bahwa kedua relawati kemanusiaan itu tiba di Lud dari Yunani dengan niat ikut Freedom Flotilla. Namun mereka mendapatkan hambatan banyak di bandara. Mereka sempat diinterogasi karena dicurigai dimana keduanya mengenakan kostum bersimbol Freedom Flotilla.

Polisi Israel memutuskan hasil investigasi bahwa kedua relawan perempuan jika tiba di tanah Palestina jajahan tahun 1948 dengan ikut aksi menembus Jalur Gaza dimana aksi itu dianggap merusaka sistem keamanan umum.

Menteri dalam negeri Israel Eli Yasha mengeluarkan intruksi harus memulangkan mereka ke pesawat yang sama mereka tumpangi dan keduanya sudah dikembalikan ke Yunani.

Dalam konteks yang sama, polisi Israel menegaskan dalam penyataan resminya bahwa sudah ada “kerjasama” dengan perusahaan penerbangan internasional untuk mencegah dan menghalangi sekitar 200 relawan kemanusiaan ke Gaza melalui bandara kota Lud.

Polisi Israel mengisyaratkan bahwa daftar nama relawan dan aktivis kemanusiaan itu sudah disampaikan kepada semua perusahaan penerbangan internasional dan sudah dipertegas bahwa perjalanan mereka menuju wilayah Palestina jajahan 1948 menjadi ancaman keamanan berbahaya, karenanya, mereka dilarang masuk.

Polisi Israel juga menegaskan bahwa relawan yang berhasil masuk dan tiba, akan dilakukan investigasi dan berkas secara barangnya akan dikembalikan secepatnya dan akan dipaksa untuk membayar tiket kembali kepada pesawat yang membawanya.

Harian Haaret melansir dari sumber-sumber Israel bahwa diperkirakan akan banyak relawan yang tiba siang hingga sore hari Sabtu besok. [ifp/bsyr]

telegram