LAPAN : InsyaAllah Tahun ini Awal Ramadhan Seragam

Pelaksanaan awal Ramadhan 1432 H diprediksi akan seragam, yaitu pada 1 Agustus 2011.
Tak hanya di Indonesia, keseragaman itu juga berpotensi terjadi di sebagian besar negara Islam. Demikian disampaikan Peneliti Senior Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin. “Insya Allah secara hisab rukyat seragam,“ ujarnya kepada media, Selasa (26/7).
Dijelaskan Thomas, pada akhir Sya'ban atau bertepatan dengan 31 Juli 2011, tinggi bulan di wilayah Indonesia cukup tinggi. Di wilayah Jawa, misalnya, tingginya sekitar 7 derajat. Ketinggian itu berada di batas kriteria hisab dan rukyat.
Meskipun diprediksi sama, kata Thomas, sidang itsbat tetap perlu dilaksanakan oleh pemerintah melalui Badan Hisab Rukyat (BHR). “Sidang diperlukan sebagai penentu kepastian dari pemerintah, baik penentuan awal maupun akhir Ramadhan,“ kata Thomas yang termasuk salah satu anggota BHR.
Sidang itsbat tersebut, menurut Thomas, BHR memiliki otoritas karena di dalamnya terlibat wakil-wakil dari ormas dan pakar hisab rukyat. Dengan demikian, keputusan yang ditetapkan oleh Menteri Agama (Menag) nantinya dapat dijadikan rujukan masyarakat.
Menanggapi penetapan awal Ramadhan oleh kelompok-kelompok sempalan yang biasanya lebih awal, Thomas menegaskan, dasar dan metode yang mereka pergunakan tidak akurat dan tak dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.
Akibatnya, lanjut Thomas, informasi yang mereka hasilkan berpotensi menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari penyesatan hingga memicu keresahan di tengah masyarakat.
Terkait ragam pemikiran itu, pihaknya telah mendesak pemerintah agar memberi peringatan, minimal teguran agar mereka tidak menyebarkan informasi itu ke khalayak umum.
Terkait hal itu, pemerintah mengimbau kelompok sempalan agar menghindari penetapan awal Ramadhan 1432 H tanpa didasari metode yang kuat dan akurat. Dalam hal ini, mereka diminta mengikuti hasil penetapan dari sidang itsbat yang digelar pemerintah.
“Lebih baik ikut pemerintah,“ ujar Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama (Kemenag), Ahmad Djauhari.[rep/wahdh]
telegram