Hasil Survei: Dunia Dukung Kemerdekaan Palestina

Sebuah survei di berbagai negara menunjukkan dukungan mayoritas publik global atas pengakuan kemerdekaan Palestina dan keanggotaannya di PBB. Bahkan mayoritas responden di Amerika Serikat, negara penentang rencana Palestina, mendukung diakuinya kedaulatan wilayah negara tersebut.

Bahkan mayoritas publik Amerika Serikat mendukung upaya Palestina tuntut kemerdekaan.


Hal ini berdasarkan laporan hasil survei yang digelar oleh stasiun berita BBC dan Globescan, pada Minggu 18 September 2011. Survei diikuti oleh 20.466 responden dari 19 negara, yang dilakukan secara langsung maupun lewat telepon sejak 3 Juli hingga 29 Agustus tahun ini. Margin of error survei antara 2,1 persen sampai 3,5 persen.

Berdasarkan survei keseluruhan, sebanyak 49 persen masyarakat di 19 negara mendukung upaya Palestina di PBB, sedangkan hanya 21 persen yang menentang rencana tersebut. Sisanya memilih abstain atau tidak tahu.

Publik Mesir dilaporkan terbanyak mendukung dengan 90 persen, dan terendah adalah India dengan dukungan sebesar 32 persen.

Dukungan terbanyak datang dari negara-negara mayoritas Muslim, seperti Turki dengan dukungan 60 persen dan publik Pakistan yang mendukung sebanyak 52 persen. Di Indonesia, sebanyak 51 persen mendukung upaya Palestina, sedangkan hanya 16 persen yang menentangnya.

Dukungan besar juga datang dari China dengan 56 persen, dan hanya 9 persen yang menentang. Publik Amerika Serikat, negara sekutu Israel, ternyata mayoritas mendukung kemerdekaan Palestina dengan 45 persen suara, dan hanya 36 persen yang menentang.

Negara-negara Eropa juga sama, mendukung Palestina. Dukungan publik Prancis sebesar 54 persen, Jerman 53 persen, dan Inggris 53 persen. Lebih dari setengah publik Rusia dan Chile tidak memberikan jawaban yang tegas, mereka kebanyakan memilih abstain.

Survei digelar menyusul upaya Palestina menuntut kedaulatan negara berdasarkan perjanjian perbatasan tahun 1967 yang memuat Tepi Barat, Yerusalem Selatan, dan Jalur Gaza. Palestina juga akan mengajukan proposal keanggotaan tetap di PBB. Kedua isu ini akan diangkat pada Sidang Umum PBB yang dimulai pada Senin, 19 September 2011, di New York, AS.

Baik Amerika Serikat maupun Israel menentang rencana tersebut. Mereka mengatakan kedaulatan baru akan diberikan melalui perundingan damai dengan Israel. Namun, perundingan ini mandek tahun lalu setelah Israel kembali melanjutkan pembangunan pemukiman Yahudi di wilayah Palestina. (vivanews)
telegram