Bagaimana Hukumnya Minta Dido’akan Lewat Facebook?

Saya termasuk orang yang tidak suka dan tidak setuju melakukan curhat di medsos. Tapi khusus curhat dan minta do’a terhadap anggota keluarga yang sakit, saya setuju dan sangat simpati. Sebab tidak ada aib dan hal yang kurang pantas diketahui orang sepanjang ia tidak memaparkan detil-detil penyakitnya.
Lebih dari itu, seorang yang ditimpa musibah sakit, kemudian ia sudah berusaha dengan segala cara yang harus dilakukan sambil bertawakal penuh kepada Allah, tidak ada tindakan lain yang bisa ia lakukan selain meminta do’a kepada saudara-saudaranya sesama muslim. Dengan harapan, di antara mereka ada yang punya hati lembut untuk sudi mendo’akan, dan do’a mereka barangkali maqbul di sisi Allah. Moga-moga dengan banyaknya orang yang mendo’akan besar harapan Allah mengabulkan.
Di samping itu do’a dari saudara sesama muslim itu menenangkan hati.
ان صلاتك سكن لهم….
Sesungguhnya do’a engkau mendatangkan ketenangan bagi mereka….(At Taubah: 103)
Rasulullah juga bersabda:
دعاء المسلم لاخيه بظهر الغيب مستجابة
“Do’a seorang muslim bagi saudaranya dari balik belakangnya mustajab”.
Kalaupun do’anya tidak makbul, melihat banyaknya komen, dukungan dan do’a yang dituliskan di kolom komentar akan menambah kekuatan jiwa dalam menghadapi beban perasaan. Kerena itu kita perlu bermurah hati menuliskan seuntai do’a bila menemukan status demikian. Baik untuk orang yang kita kenal maupun tidak.
اللهم اشف مرضانا ومرضى المسلمين.
sumber: https://zulfiakmal.wordpress.com/
telegram