Terbongkar!! Ini Kata-kata Ajaib yang Membuat Suami Meleleh

Sahabat, dalam kehidupan berumahtangga, ekspresi yang benar akan mampu mengikatkan dua hati dalam rasa kasih dan sayang. Berikut sadurannya dari beberapa sumber pernikahan.

  1. Kamu Ganteng dan Keren, deh, Mas
Bagi laki-laki, daya tarik fisik yang berhubungan dengan seksualitas sangatlah penting diakui oleh pasangannya. Itu adalah sebuah pertanda bahwa ia diakui dan diinginkan oleh pasangannya. Jangan hanya bintang film atau drama Korea aja yang dipuji ya!
  1. Aku Akan Menyesal Jika Tidak Menikah dengan Kamu
Perkawinan yang membahagiakan pasangan membuat suami merasa aman dan nyaman dalam menjalankan tugas-tugasnya sebagai pasangan yang baik. Suami merasa dibutuhkan dan meyakini bahwa pasangannya telah mendapatkan teman hidup yang tepat. Hal ini bisa meningkatkan rasa percaya diri suami. Tapi jangan terlalu gombal ya. Suami menyukai hal-hal yang spontan dan jujur.
  1. Kamu Kuat Sekali
Perlu sekali untuk menunjukkan bahwa suami adalah orang yang sangat kuat saat ia mampu membantu kita mengangkat jemuran, memindahkan perabotan, dan bahkan mengangkat kita ke dalam kamar. Saat itu terucap, suami akan semakin yakin bak Superhero, kita membutuhkannya, dan tentu saja ia juga membutuhkan kita.
  1. Terimakasih Sudah Menjadi Suami dan Ayah yang Hebat
Bagi suami yang merupakan manusia yang selalu seperti anak kecil, mengemban tugas-tugas barunya sebagai suami dan ayah sungguhlah membutuhkan usaha yang kuat. Teruslah berikan pujian bahwa ia bisa melakukannya, bahwa ia benar-benar dibutuhkan hingga ia merasa menjadi orang yang sangat berharga di tengah-tengah keluarganya.
  1. Terima Kasih Sudah Membetulkan Mesin Cuci
Suami sering takjub dengan kemampuan seorang istri mengerjakan pekerjaan-pekerjaaan rumah. Tapi ia akan merasa senang jika diakui memiliki kelebihan dalam menemani istri melakukan tugas-tugas rumah yang membutuhkan ketrampilan yang sedikit lebih macho. Pujilah ia, maka ia akan berusaha keras untuk menunjukkan kemampuannya dalam merawat kelengkapan rumah tangga. Dengan demikian, kita juga bisa berhemat, bukan?
Sumber: Majalah-ummi / Santy Musa, S.Psi 
telegram