Muslimah Wajib Tahu! Ini Nasihat-Nasihat Berkaitan Dengan Jilbab Dan Busana Syar’i



 Jilbab dan busana syar’i seharusnya:
1. Menutupi seluruh rambut dari semua arah dari bagian depan kepala sampai tengkuk.
2. Menutupi leher dan dada
3. Kainnya terjalin rapat dan tidak tipis.
4. Longgar, tidak ketat, serta tidak memperjelas lekuk-lekuk tubuh.
5. Warna-warnanya sederhana dan serasi, tidak menarik perhatian orang. Banyak wanita yang bekerja sebagai pragawati atau model –la haula wa la quwwata illa billah. Aku juga pernah mendengar bahwa beberapa wanita tidak mengenakan busana pada dua kesempatan berturut-turut (agar keindahan tubuh mereka diketahui orang) juga agar mereka tidak dinilai sebagai wanita yang buruk rupa. Ini adalah musibah yang amat besar.
6. Panjang menutupi kedua tangan dan kedua kaki.
7. Menutupi lengan, pergelangan tangan, dengan ukuran yang sesuai.
8. Hindari adanya bagian-bagian busana yang terbuka baik di samping di depan, dan di belakang khususnya, bagian yang tebuka yang ditutupi dengan kancing-kancing.
9. Jangan memakai sepatu atau sandal yang dapat menimbulkan bunyi.
10. Pakailah celana panjang di dalam busana agar bagian betis tidak dapat terlihat.
11. Rambut diikat terlebih dahulu atau ditutupi dengan penutup rambut bagian dalam agar tidak keluar dari jilbab.
12. Tutupilah auratmu di hadapan gadis-gadis lain serapih mungkin.
13. Usahakan pakai mantel luar (yang tidak terlalu tebal) pada saat berpergian.
14. Belilah busana syar’i dan jilbab yang harganya tidak terlalu mahal.
15. Belilah dan jilbab yang terbaik adalah yang dibuat oleh tangan seorang Muslimah, yaitu tanganmu, tangan ibumu, atau saudara wanitamu atau tangan Muslimah yang lain.
======
Sumber : Jilbabku Pesonaku, Dr. Muhammad Fahd ats-Tsuwaini 

1 Response to "Muslimah Wajib Tahu! Ini Nasihat-Nasihat Berkaitan Dengan Jilbab Dan Busana Syar’i"

  1. "Antara Syari'ah dan Fiqh

    (a) menutup aurat itu wajib bagi lelaki dan perempuan (nash qat'i dan ini Syari'ah)
    (b) apa batasan aurat lelaki dan perempuan? (ini fiqh)

    Catatan: apakah jilbab itu wajib atau tidak, adalah pertanyaan yang keliru.

    Karena yang wajib adalah menutup aurat."

    *Nadirsyah Hosen, Dosen Fakultas Syariah UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta luk.staff.ugm.ac.id/kmi/isnet/Nadirsyah/Fiqh.html

    Terdapat tiga MUSIBAH BESAR yang melanda umat islam saat ini:

    1. Menganggap wajib perkara-perkara sunnah.
    2. Menganggap pasti (Qhat'i) perkara-perkara yang masih menjadi perkiraan (Zhann).
    3. Mengklaim konsensus (Ijma) dalam hal yang dipertentangkan (Khilafiyah).

    -Syeikh Amru Wardani. Majlis Kitab al-Asybah wa al-Nadzair. Hari Senin, 16 September 2013 suaraalazhar.com/2015/05/tiga-permasalahan-utama-umat-saat-ini.html

    JILBAB MENURUT BUYA HAMKA

    Menurut Buya HAMKA (Pendiri/Ketua MUI ke-1, Tokoh Ulama Besar Muhammadiyah), yang ditentukan oleh agama adalah Pakaian yang Sopan dan menghindari 'Tabarruj'

    Berikut adalah kutipan Tafsir Al-Azhar Buya HAMKA (selengkapnya dapat dibaca pada Tafsir Al-Azhar, khususnya beberapa Ayat terkait, yakni Al-Ahzab: 59 dan An-Nuur: 31):

    'Nabi kita Muhammad saw. Telah mengatakan kepada Asma binti Abu Bakar ash-Shiddiq demikian,

    "Hai Asma! Sesungguhnya Perempuan kalau sudah sampai masanya berhaidh, tidaklah dipandang dari dirinya kecuali ini. (Lalu beliau isyaratkan mukanya dan kedua telapak tangannya)!"

    Bagaimana yang lain? Tutuplah baik-baik dan hiduplah terhormat.

    Kesopanan Iman

    Sekarang timbullah pertanyaan, Tidakkah Al-Qur'an memberi petunjuk bagaimana hendaknya gunting pakaian? Apakah pakaian yang dipakai di waktu sekarang oleh perempuan Mekah itu telah menuruti petunjuk Al-Qur'an, yaitu yang hanya matanya saja kelihatan?

    Al-Qur'an tidaklah masuk sampai kepada soal detail itu, Al-Qur'an bukan buku mode!

    Al-Qur'an tidak menutup rasa keindahan (estetika) manusia dan rasa seninya.

    Islam adalah anutan manusia di Barat dan di Timur. Di Pakistan atau di Skandinavia. Bentuk dan gunting pakaian terserahlah kepada umat manusia menurut ruang dan waktunya.

    Bentuk pakaian sudah termasuk dalam ruang kebudayaan, dan kebudayaan ditentukan oleh ruang dan waktu ditambahi dengan kecerdasan.

    Sehingga kalau misalnya perempuan Indonesia, karena harus gelombang zaman, berangsur atau bercepat menukar kebaya dengan kain batiknya dengan yurk dan gaun secara Barat, sebagaimana yang telah merata sekarang ini, Islam tidaklah hendak mencampurinya.'

    MENGENAL (KEMBALI) BUYA HAMKA

    Ketua Majelis Ulama Indonesia: Buya HAMKA mui.or.id/mui/tentang-mui/ketua-mui/buya-hamka.html

    Mantan Menteri Agama H. A. Mukti Ali mengatakan, "Berdirinya MUI adalah jasa Hamka terhadap bangsa dan negara. Tanpa Buya, lembaga itu tak akan mampu berdiri." kemenag.go.id/file/dokumen/HAMKA.pdf

    "Buya HAMKA adalah tokoh dan sosok yang sangat populer di Malaysia. Buku-buku beliau dicetak ulang di Malaysia. Tafsir Al-Azhar Buya HAMKA merupakan bacaan wajib." disdik-agam.org/berita/34-berita/1545-seminar-internasional-prinsip-buya-hamka-cermin-kekayaan-minangkabau

    "orang puritan sebagai mayoritas di Muhammadiyah, Jilbab bukan sesuatu yang wajib ..." KOMPAS, Senin 30 November 2009, Oleh: AHMAD NAJIB BURHANI, Peneliti LIPI academia.edu/7216467/100_Tahun_Muhammadiyah

    "... menjadi pilihan pribadi masing-masing Muslimah mengikuti salah satu pendapat jumhur ulama: memakai, atau tidak memakai jilbab."

    nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,4-id,48516-lang,id-c,kolom-t,Polwan+Cantik+dengan+Berjilbab-.phpx

    'Rasulullah SAW bersabda: "Bacalah Al-Qur'an selama hatimu bersepakat, maka apabila berselisih dalam memahaminya, maka bubarlah kamu." (Jangan sampai memperuncing perselisihannya).' (Imam Bukhari Kitab ke-66 Bab ke-37: Bacalah oleh kalian Al-Qur'an yang dapat menyatukan hati-hati kalian).

    BalasHapus

berkomentarlah yang sopan dan tidak sara, sesungguhnya Allah Maha melihat

- ww9 - new3