Generasi Bangsa Semakin Bobrok, Miris!!

Waktu kecil, ada satu lagu favorit yang suka kunyanyikan sambil makan karedok. Syairnya berbunyi, "Diobok-obok airnya diobok-obok, banyak ikannya kecil-kecil pada mabok." Lagu itu dinyanyikan Joshua Suherman, liriknya sederhana namun suasana riang begitu mencolok. Kini lagu anak-anak sudah hampir punah karena musisi banyak yang berotak jongkok. Kalau mereka pintar tentu peduli pada generasi bangsa yang semakin bobrok. Hal ini disebabkan lagu dewasa semisal Sakitnya Tuh di Sini dan Belah Duren lebih populer di kalangan bocah-bocah yang masih belum becus belajar cebok.

Harusnya musisi peduli generasi penerus di hari esok. Jangan sampai lagu cinta-cintaan membuat pikiran mereka bengkok. Masih kecil sudah doyan pacaran dan main sodok. Harusnya umur segitu lebih baik belajar menimba ilmu agar kepribadian tiada berkelok. Melihat kondisi anak zaman sekarang membuat perut mulas serasa dikocok-kocok. Kerjanya cuma keluyuran cari gebetan seperti burung blekok. Baju seragam masih belum lepas udah pada merokok. Tak jarang ikut tawuran dan saling bacok. Hal yang demikian benar-benar membuat orang tua menjadi kapok.

Andai saja zaman Malin Kundang masih ada niscaya bocah yang kurang ajar dikutuk saja menjadi kodok. Daripada menjadi aib bagi keluarga akibat pergaulannya yang sedemikian bobrok. Malam Minggu pamit ikut pengajian dengan membawa songkok, tak tahunya itu cuma dijadikan kedok. Sebenarnya ke luar rumah agar bisa mojok, bareng pujaan hati yang buang ingus saja masih belum bebas dari jorok. Sudah begitu pacaran pakai acara berondok, andai saja dimungkinkan bakal sembunyi di bawah batok. Saling rogoh daleman hingga satu sama lain keok. Giliran hamil di luar nikah baru tak bisa berkokok.

Andai saja generasi bangsa lebih banyak diperdengarkan lagu anak-anak tentu sangatlah elok. Liriknya penuh motivasi serta menuntun pada prestasi agar cita-cita dapat tersendok. Tak ada tipudaya dalam nada yang menjadikan mereka berkedok. Tidak percaya lihat saja mulai lagu Pelangi-Pelangi, Lihat Kebunku sampai Nina Bobok. 

Semua tiada menjurus pornografi yang membuat moral baik menjadi rontok. Sebaiknya para musisi itu dipatok, minimal membuat satu album anak-anak demi masa depan genersai bangsa di hari esok. Jangan sampai mereka lebih gemar mencipta lagu cinta hingga membuat moral anak-anak semakin anjlok. Saat putus cinta yang terpikir hanya leher digorok. Tak tahan dengan segala olok-olok, dikatakan menjomblo akibat sudah jadi barang rongsok.
Penulis: Arief Siddiq Razaan
telegram