Awas!! Ini Bahaya Tinta Tato Dari Segi Medis, Silakan SHARE!!

 Tato kini dinilai segi seni merajah tubuh. Gambarnya yang menarik sehingga menjadi hiasan tubuh. Bahkan tato kini menjadi tren bagi kalangan masa kini.
Dilansir doktersehat.com, sayangnya, lebih banyak orang yang memiliki tato tanpa mempertimbangkan resiko terhadap kesehatan tubuhnya. Berikut adalah beberapa resiko kesehatan bagi mereka yang memiliki tato di tubuhnya.
Saat membuat tato, maka kita tentu beresiko mendapatkan infeksi. Jika pembuat tato bukanlah pembuat tato profesional yang mengedepankan kebersihan dan keamanan, bisa jadi tinta yang dipakai untuk mentato tubuh sudah terkontaminasi dengan bakteri mycobacterium chelonae.
Bakteri ini bisa memberikan efek perih dan ruam-ruam yang bisa bertahan hingga berbulan-bulan. Selain bakteri tersebut, kulit juga beresiko terkena serangan jamur yang bisa menyebabkan kulit kemerahan, pembengkakan, rasa nyeri dan juga tumbuhnya tato.
Selain infeksi, tubuh juga terkena alergi yang berupa gatal-gatal yang bisa berlangsung dalam waktu yang lama.
Tato memang menutupi kulit dengan warna dan gambar-gambar yang menarik, namun kulit yang tertutupi tentu saja akan membuat banyak gejala penyakit yang biasanya muncul pada kulit sehingga kita tidak bisa mendeteksi penyakit dengan baik.
sama sekali. Banyak kasus dimana dokter tidak bisa mendeteksi adanya kanker sejak dini hanya karena kulitnya tertutupi oleh tato sehingga gejala kanker pun semakin memburuk dan semakin sulit untuk ditangani.
Dalam beberapa kasus, tato ternyata bisa membuat seseorang kurang nyaman dengan sinar matahari. Beberapa jenis tinta tato ternyata memiliki kandungan kadmium yang bisa membuat kulit merasa gatal-gatal, bengkak, hingga kemerahan hanya karena terkena sinar matahari langsung.
Selain itu, seorang pesepakbola juga melaporkan bahwa saat Ia melakukan pemeriksaan MRI atau Magnetic Resonance Imaging pada tubuhnya, Ia justru mengalami luka bakar karena tinta hitam pada tatonya yang mengandung besi terbakar karena pemeriksaan tersebut. (doktersehat.com/Ahmad Bayasut)
telegram