Khalifah Terbaik yang Lahir dari Mantan Budak, Luangkan 2 menit untuk baca

Adalah Abu Bakar ash-Shiddiq, Umar bin Khaththab, Utsman bin Affan, serta Ali bin Abu Thalib yang digelari sebagai Khulafa ar-Rasyidin. Ialah empat pemimpin paling baik kaum Muslimin yang diakui keshalihan pribadi serta keadilannya saat memimpin.
Sepeninggal keempatnya, kaum Muslimin menobatkan Umar bin Abdul Aziz sebagai Khalifah paling baik, adalah pemimpin dari Anak cucu Umayyah. Keadilan tersebut, lalu berlanjut terhadap sosok Harun ar-Rasyid yang memperoleh kehormatan serupa saat memegang tampuk kekuasaan Dinasti Anak cucu Abbasiyah.

Beliau menjadi Khalifah pada usia yang tetap sangat muda, 23 tahun. Mempunyai tiga saudara, tapi satu saudara perempuannya meninggal dunia saat tetap muda. Sedangkan kakaknya yang bernama Musa al-Hadi lebih dahulu memegang mandat sebagai Khalifah Anak cucu Abbasiyyah hingga wafat.
Di antara rahasia kecemerlangannya, beliau merangkul kaum ulama serta cerdik pandai sebagai penasihat. Para ulama inilah yang mengingatkan supaya kepemimpinan senantiasa dijalankan dalam rangka menaati Allah Ta’ala serta Rasulullah. Walau kecemerlangan sang khalifah amat monumental, tak sedikit yang tak mengenal bahwa beliau terlahir dari seorang bunda yang adalah mantan budak.
Ialah Jurasyiyah binti ‘Atha. Seorang budak wanita yang dipekerjakan di lingkungan kekhalifahan Anak cucu Abbasiyyah. Di lingkungan kekhalifahan itulah, wanita yang lebih populer dengan julukan Khaizuran ini tak sedikit mengenal seluk beluk kepemimpinan, politik, serta tak sedikit faktor mengenai pemerintahan.
Lantaran kecerdasan serta semangatnya yang menjulang untuk senantiasa menuntut ilmu, Khaizuran diangkat menjadi penasihat pribadi al-Mahdi, Khalifah Anak cucu Abbasiyyah kala itu. Kedekatan dua orang ini, telah tentu menjadi percakapan di kalangan pemerintahan. Tak sedikit yang mendukung, tapi ketidak sedikitan yang menolak. Persoalan terus kompleks tatkala para istri al-Mahdi merasa cemburu terhadap Khaizuran.
Sebab itu pula, seusai memikirkan baik serta kurang baiknya, al-Mahdi melamar Khaizuran. Khalifah rendah hati itu melamar mantan budaknya. Dari pernikahan barakah tersebut, lahirlah Musa al-Mahdi, Harun, serta satu anak perempuan yang meninggal saat tetap kecil.
Sebagai wanita yang berwawasan, Khaizuran sangat legowo apabila terbukti ada orang yang lebih layak untuk memimpin, walau berasal dari luar jalur keluarganya. Dirinya juga populer sebagai sosok yang tabah dalam derita saat mengantarkan anak-anaknya menuntut ilmu hingga ke kota Madinah.
Di tangan Harun ar-Rasyid, kaum Muslimin mencapai puncak kejayaan. Hingga-sampai, sukar ditemukan penerima zakat lantaran kesejahteraan para warganya.
Wallahu a’lam. [Kisahikmah]
telegram