Kisah Nyata : Anak Tukang Tambal Ban Menghafal Al-Qur’an Hanya 16 bulan

Dila, anak tukang tambal ban menghafal Al-Qur’an hanya 16 bulan .Prestasi, satu kata yang kadang orang berfikiran bahwa itu hanyalah milik orang kaya lagi terpelajar saja. Faktor itu dikarenakan mereka yang mempunyai uang bisa bersekolah sampai tinggi serta itu merupakan suatu  prestasi, tetapi sebetulnya tak rutin begitu. Mari berfikir lebih luas lagi mengenai pengertian dari suatu prestasi! Belajar dari kisah seorang gadis  yang bernama Fadhila Haifa’ Afifah, anak seorang tukang tambal ban serta penjual sembako yang sanggup menghafal Al-Qur’an 30 juz hanya dalam waktu 16 bulan.

Prestasi merupakan satu yang kata yang dimiliki oleh mereka yang mau berusaha. Tak peduli dengan keterbatasan yang ada apapun itu. Sempat mendengar mantra sakti mandra guna dari suatu  flim 5 menara? Ya, Man Jadda Wajada. Barang siapa yang bersungguh sungguh maka ia bakal sukses.

Hafal  Al-Qur’an 30 juz. Siapa yang tak ingin? Tetapi ingin saja tidaklah lumayan tanpa suatu  kesungguhan yang nyata. Sama halnya semacam ketika kami ingin menjadi juara kelas tetapi malas sekali untuk belajar. Ingin saja tak bakal merubah kondisi. Perlu aksi. Ini merupakan salah satu aksi dari seorang gadis bernama Fadhila Haifa’ Afifah. Seorang anak tukang tambal ban yang menghafalkan Al-Qur’an 30  juz  hanya dalam jangka waktu 16 bulan.

Berbekal kesungguhan yang nyata serta tentunya didasari dengan niatan yang kuat. Dila, sapaan bersahabat gadis ini menghafal Al-Qur’an dari bulan Juni 2013 sampai Oktober 2014. Dila yang lahir pada 17 April 2000 ini mulai mempunyai niatan untuk mengahafal Al-Qur’an sejak duduk di bangku kelas VI Madrasah Ibtidaiyah sebab ia membaca suatu  hadist yang berisi mengenai keutamaan menghafal Al-Qur’an yakni bisa menyelamatkan orangtua di akhirat kelak. Ayah Dila Poniran bekerja sebagai tukang tambal sedangkan ibunya Darmini berjualan sembako.

Dila yang melanjutkan sekolah di suatu  pondok pesantren setingkat SMP di Madiun, sanggup menghafal Al-Qur’an sedikitnya 2-3 lembar per hari. Gadis ini biasanya mekegunaaankan waktu untuk menghafal ketika selepas subuh, sore seusai ashar, serta seusai magrib sampai pukul 20.00 WIB.

Dila yang sempat mengikuti program menghafal ekstensi itu membicarakan bahwa tersedia tutorial khusus untuk menghafal Al-Qur’an.

Metode yang digunakan Dila untuk mengahfal Al-Qur’an merupakan dengan membaca kalammullah itu dengan cara berulang ulang sampai lancar. Dila yang mempunyai cita cita sebagai dosen matematika ini bahkan sempat menghafal setidak sedikit 17,5 lembar dalam waktu sehari. Pada tanggal 31 Oktober 2014 gadis ini menamatkan hafalan Al-Qur’annya.

Menginspirasi sekali bukan? Sehingga apakah kami tetap berfikiran bahwa prestasi merupakan milik mereka yang mempunyai uang serta berpendidikan tinggi? Seorang anak tukang tambal ban yang tetap duduk di bangku SMP ini sudah membutikkan bahwa itu semua tidaklah benar. Prestasi bisa menghampiri siapa saja yang mau berusaha. Tak peduli serendah alias pun dengan tinggi apa pendidikan yang ia capai.  Sumber : akhwatmuslimah.com

baca juga : 

Subhanallah.. Api di Bawah Lautan, Bukti Kebenaran Al Qur’an dan Hadits

telegram