Kisah Nyata: Gadis Ini Dengarkan Pujian Palsu yang Membuatnya Kehilangan Kontrol

kisah Nyata: Hanya dengan Dua Kata Gadis itu Hilang

SILAHKAN SIMAK KISAH NYATA DI BAWAH INI DAN JANGAN LUPA SHARE

Seorang gadis di usia puncak kegadisannya nasib bersama keluarganya di rumah ayahnya. Ia berangkat ke pasar sendirian, berhadapan langsung dengan para pedagang, tanpa penglihatan dari keluarganya. Sebab tak jarangnya dirinya keluar-masuk pasar, maka terjalinlah hubungan antara dirinya dengan salah seorang pedagang, si gadis mempunyai nomor teleponnya. Berbagai waktu kemudian hubungan keduanya terus erat. Keduanya sama-sama menunggu kesempatan emas. Ketika keluarganya berangkat untuk mengunjungi kerabat, si gadis itu di rumah sendirian, maka dengan cepat ia mengontak pacarnya supaya datang. Lalu terjadilah dosa antara keduanya.


Tiba-tiba si gadis hamil sebab hubungan di luar nikah. Dengan cara-cara setan ia menyembunyikannya dari keluarganya, sebab keduanya sudah bersepakat untuk menggugurkannya. Di kegelapan malam keduanya berangkat ke tempat sepi. Gadis ini ingin membuang janinnya. Sedang pacarnya ingin membunuhnya supaya darahnya bercampur dengan darah ibunya dampak pengguguran. Bakal namun Allah Subhanahu wa Ta’ala membongkar kejahatan ini melalu pihak yang berwenang. Pagi hari ketika matahari terbit, keluarga gadis itu bangun untuk menerima musibah yang membikin akal kebingungan, rambut cepat menjadi beruban serta gunung yang kokoh hampir tak kuasa memikulnya.

Ukhti yang budiman, renungkanlah dengan kedua matamu kisah ini dari lima aspek pandang:

Pertama: Pandangan Kasihan

Kepada bunda yang penuh kasih sayang, dirinya mencari putrinya di setiap aspek rumah, namun tetap saja tak bisa menemukannya. Lalu seluruh keluarganyapun mencarinya di setiap tempat. Kemudian dirinya ditemukan di kantor polisi tenggelam dalam lumpur kehinaan.

Kedua: Pandangan Kacau Balau

Sebab besarnya momen yang beres mengerikan.
Dengan apa gadis itu menemui keluarganya? Dengan argumen apa dirinya bakal menghadap bapaknya, yang kepalanya sudah tertunduk serta wajahnya menjadi hitam? Sang ayah mengharap kematian tapi tak bisa, sementara anak gadisnya sudah menyembelihnya tanpa pisau.

Ketiga: Pandangan Tajam

Kepada kurang baiknya kejahatan. Keduanya wajib dibawa ke pengadilan, supaya si pelaku dibunuh serta gadis itu dipenjara berbagai waktu. Keduanya berhak dihukum sebab lakukanan masing-masing. Bagaimana tidak?! Sementara masyarakat mengutuk kejahatannya.

Keempat: Pandangan yang Jujur

Sebab dirinya tetap gadis serta belum menikah. Itu sangatlah tekanan serta musibah yang berat. Apa yang dilakukan oleh cara-cara haram serta jalan-jalan terlarang kepadanya?

Kelima: Pandangan Taubat

Dengan menutup pintu-pintu kemaksiatan darimu supaya kalian bisa menjaga kehormatanmu serta keluargamu. Alangkah tak sedikit gadis terpeleset, lalu hilanglah kesuciannya serta melayang pula kehormatannya.

Dosa-dosa merupakan luka, serta kadang luka itu bisa menimpa anak buah tubuh yang mematikan.

Wanita yang bertersanjung merupakan wanita yang bisa mengambil pelajaran dari wanita lain, serta wanita yang sengsara merupakan wanita yang diberi pelajaran oleh dirinya. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

“Dan bertaubatlah kalian semua terhadap Allah, wahai orang-orang mukmin, supaya kalian beruntung.” (QS. An-Nur: 31).

Hikmah : Wahai gadis muslimah! Mengapa engkau kehilangan kontrol diri, hanya sebab mendengar bisikan hina serta pujian palsu dari pemuda yang menonton dirimu sebatas onggokan daging yang indah tanpa jiwa?

Wahai wanita Islam, suatu  fitnah besar sudah dirancang demi merubah dirimu, bermain-main dengan tubuh serta kehormatanmu. Berlindunglah terhadap Tuhanmu! Sebab tak ada yang bisa menyelamatkanmu kecuali Allah Ta’ala.

Kisah nyata ini merupakan fakta besar. Alangkah gadis-gadis muslimah di negeri-negeri Islam yang memegang tradisi tak keluar rumah kecuali untuk kebutuhan syar’i bisa terenggut kesuciannya oleh para pemuda yang hatinya keras, gelap serta busuk.

Apabila demikian, alangkah mudahnya merampas kesucian gadis-gadis muslimah yang dengan sukarela, bahkan sebagian dengan dukungan orang tua, keluar rumah bersama pemuda pujaannya untuk bermalam minggu, nonton, belanja ke mall serta lain-lain.(siraman)

Ambillah pelajaran dari kisah-kisah memilukan ini.
telegram