Malu Dengan Pekerjaan Sang Ayah, Anak Ini Akhirnya Sadar dan Bersujud

Klanarong Srisakul, pemuda yang baru lulus dari Universitas Chulalongkor, Thailand, ini dulu merasa malu sebab sang ayah hanya tukang sampah. Dirinya bertanya kenapa sang ayah bukan tentara semacam ayah kawan-kawannya. Tetapi saat ini dirinya bersujud di bawah kaki sang ayah serta sudah sadar

“Saat saya tetap muda, saya malu dengan kondisi ayah saya. Saya bertanya mengapa ayah saya tidak mengenakan seragam bagus semacam ayah kawan-kawan saya yang menjadi tentara, polisi,” kata Klanarong.


Ya, sang ayah terbukti hanya sopir truk sampah. Sehari-hari hanya bergulat dengan sisa-sisa bahan makanan maupun barang-barang rumah tangga. Karib dengan aroma basi serta pakaian yang kotor.


Tetapi seiring waktu berlangsung, Klanarong akhirnya sadar. Dirinya sadar seusai sang ayah berkisah mengenai perjalanan nasibnya. Dari cerita itu, Klanarong tahu bahwa sang ayah berhenti sekolah saat berada di kelas 4. Serta dirinya memberi tahu Klanarong bahwa mimpinya merupakan menonton anaknya bersekolah.


Kisah itulah yang membikin hati Klanarong terus luluh. Dirinya kemudian berusaha keras untuk meraih mimpi dengan menikahi menjadi tentara, tetapi gagal.


“Saya pikir ayah saya tidak menangis, tapi kemudian saya ketahui bahwa dirinya diam-diam menangis.”


Klanarong lagi-lagi menonton perjuangan sang ayah untuknya. Saat pemkabarhuan hasil ujian masuk universitas diumumkan. Saat itu, sang ayah rela cuti untuk menonton pemkabarhuan penerimaan mahasiswa baru untuk Klanarong.


“Ayah saya kembali menumpahkan air matanya. Ini saat yang membanggakan untuk keluarga kecil kami,” tambah Klanarong.


Perjuangan serta pengabdian sang ayah sudah membikin Klanarong kehabisan kata-kata. Dirinya rugi sudah merasa malu dengan kondisi sang ayah. Serta kini, Klanarong sudah lulus dari universitas paling sohor di Negeri Gajah Putih itu.


“Sekarang, saya ingin berterimakasih terhadap ayah sebab sudah menjadi dirinya sendiri serta untuk semua bantuannya. Terima kasih untuk lelah, airmata, serta masa-masa bersama yang tidak menyenangkan.”


Dan seusai lulus itu, Klanarong bersujud di bawah kaki sang ayah. Di depan truk sampah yang dulu membikinnya malu. “Sekarang, saya ingin ayah tersanjung dengan kesuksesan kami. Ayah tidak boleh merasa malu lagi, sebab ayah merupakan ayah nomor satu. Saya bangga kepadamu,” tulis Klanarong. 

Sumber :http://www.cerminan.com/

BACA JUGA : 

Kenali Ciri Suami Tidak Pernah Selingkuh


telegram