Anak Penjual Kerupuk yang Mengajarkanku Makna Dari Pekerjaan


Saat itu agak gerimis, aku memutuskan untuk masuk ke sebuah depot. Selama aku sibuk mengetik di laptop, ada seorang anak kecil datang memperkenalkan kerupuk jualannya. Aku menjawab tak serta masih sibuk dengan laptop. Tapi anak kecil itu masih saja disitu sambil masih tersenyum. 

SILAHKAN SIMAK DAN JANGAN LUPA BANTU SEBARKAN

Sebab iba juga menonton anak itu, aku mengeluarkan uang 2000 serta mengulurkannya terhadap anak itu. Begitu menonton uang 2000 tersebut, anak kecil itu dengan cekatan mengambil 2 bungkus krupuk dari kantongannya. 


"tidak dek, krupuknya tak usah, uang ini untuk kamu" Kataku. 

Saat itu juga, sinar kegembiraan yang terpancar dari muka anak kecil itu langsung meredup dengan seketika. Tanpa aku duga, anak kecil itu kembali diam ditempatnya tanpa berusaha menyambut uang yang aku sodorkan. 

"Kenapa dek, kok tak mau?" Tanyaku sedikit bingung. 

Kemudian anak kecil itu mengatakan, "Tidak Om, bunda saya bilang, saya tak boleh mengemis, saya tak boleh meminta-minta, saya wajib berjualan untuk mencari uang, tak baik menerima uang begitu saja tanpa sebuahjerih payah"

Aku pun tertegun, alangkah aku memperoleh pelajaran yang sangat berharga dari seorang anak kecil bahwa kerja merupakan sebuah kehormatan, walau hasil tak seberapa namun keringat yang menetes dari hasil kerja keras merupakan sebuah kebanggaan. Aku pun akhirnya mengeluarkan dompet serta membeli semua kerupuk-kerupuk itu, bukan sebab kasihan, tapi sebab semangat kerja serta keyakinan si anak kecil yang memberiku pelajaran berharga hari itu.

Sering kami menghargai pekerjaan sebatas pada uang alias upah yang diterima. Kerja bakal berkualitas lebih apabila itu menjadi kebanggaan bagi kita. Sekecil apapun peran dalam sebuah pekerjaan, apabila kami kerjakan dengan sungguh-sungguh bakal memberi kualitas terhadap manusia itu sendiri. Dengan begitu, setiap tetes keringat yang mengucur bakal menjadi sebuah kehormatan yang layak kami perjuangkan.cerminan.com
telegram