Ibadah Kok Unggah Di Media Sosial! Tolong Share

Ibadah anak jaman kini semacamnya tidak sedikit yang diunggah ke beberapa media sosial. Alasannya sangat beragam mulai sebab tidak tahu hingga sebab tidak ingin tahu. Padahal lakukanan semacam itu dapat menjurus terhadap riya’ alias pamer.

Bisa juga faktor tersebut sebab tidak lebih pahamnya aliran agama mengenai bagaimana menyembunyikan sebuahibadah serta hanya merilis Allah semata yang menonton ibadah kita. Bukannya dengan membeberkan ke media sosial yang telah pasti dilihat beribu pasang mata.

Mempunyai kepahaman utama diperlukan dalam menjalankan sebuahibadah. Jangan hingga ibadah yang telah dilakukan dengan sekuat tenaga wajib hangus sebab mengunggahnya di media sosial.


Lantas apa saja yang wajib dilakukan supaya ibadah diterima?

SILAHKAN BACA DAN JANGAN LUPA SEBARKAN

1. Niatkan Yang Benar

Sesungguhnya niat menjadi awal dari sebuahibadah. Apabila niat kami salah, maka ibadahnya pun tidak bakal diterima. Niatkanlah ibadah tersebut hanya sebab Allah Sang Pemilik Alam Semesta, bukan sebab yang lainnya.

Niat juga bukanlah sebab paksaan dari beberapa pihak semacam bawahan yang disuruh shalat dengan terpaksa oleh atasannya ataupun murid yang disuruh shalat Dhuha oleh guru. Semuanya wajib dilakukan Lillahi Ta’ala.

Telah tidak sedikit terjadi kini ini dimana shalat mempunyai niat tidak hanya Allah. Mereka yang shalat ataupun beribadah tidak sedikit merupakan sebab segan terhadap ceo yang shaleh, ingin dipuji ataupun ingin dilihat. Alhasil tidak ada pahala ibadah dari apa yang dilaksanakannya itu.

2. Ada Contoh Dari Rasulullah

Syarat sebuahibadah supaya diterima oleh Allah merupakan ada tuntunan alias contoh dari Rasulullah yang menjadi utusan Allah terhadap umatnya. Telah tidak sedikit kitab ataupun ustadz yang membahas bagaimana sewajibnya akhlak alias rukun dalam shalat, puasa ataupun ibadah yang lainnya. Carilah yang terbukti ada keterangan Al Quran serta Al Hadist.

Apabila nyatanya kami beribadah seenak diri, maka yang ada ibadah kami tidak diterima. Malaikat pun enggan untuk menuliskan amal baik yang melanggar aturan Allah.

3. Tidak Pamer

Ibadah yang bakal masuk dalam catatan malaikat merupakan ibadah yang tidak dibarengi dengan riya’ alias pamer, entah terhadap siapapun, dimanapun serta saat apapun. Riya’ bakal membikin ibadah yang telah dikerjakan menjadi hangus tidak berbekas.

Kini praktek riya’ telah tidak sedikit terkesan lewat perkembangan teknologi dimana mereka mengunggah status ataupun gambar saat sedang ibadah, bakal alias telah ibadah. Contohnya semacam “Otw sholat jum’at”, “Sedang umrah nih” ataupun yang lainnya.

Meski tidak berniat untuk pamer awalnya, tetapi apabila nyatanya tidak sedikit yang suka serta berkomentar meninggikan rasa, pastilah kami lambat laun bakal merasa arogan serta berbangga diri.

Apabila telah arogan hinggap dalam hati, hanguslah semua ibadah tersebut.

Ibadah terbukti lakukanan yang sensitif serta wajib dirahasiakan. Apabila pun diketahui orang lain, segeralah beristighfar supaya setan tidak menghembuskan kebanggaan diri terhadap kita.

4. Merasa Paling Benar Serta Paling Tidak sedikit Ibadahnya

Mengunggah status sedang beribadah alias bakal iberibadah maupun telah beribadah hanya bakal memperkeras hati serta berpendapat bahwa kitalah yang telah benar dalam ibadah. Kami pun bakal merasa bahwa kitalah yang tidak sedikit beramal. Padahal belum pasti juga ibadah yang dilakukan tercatat dalam buku amal baik. Bahkan dapat berbalik serta tercatat dalam buku amal kurang baik. Naudzu Billahi Min Dzalik

Jadi walau perintah Allah dalam Al Quran merupakan kami berlomba-lomba dalam kebaikan, tetapi sesungguhnya hanya Allah lah yang layak untuk menontonnya. Bukannya mengunggah di media sosial serta berbangga diri dengan segudang ibadah tersebut.

Jadi tetap maukah mengunggah status ataupun gambar sedang beribadah seusai ini?(kabarmakkah.com)
telegram