Mata Tak Bisa Melihat tapi Diberi Kemudahan Allah Menghafal Al-Quran

Keterbatasan dalam pengamatan tak menjadikan putus andalan untuk menjadi seorang penghafal Al-Quran. Faktor tersebut salah satunya dibuktikan oleh Mujahid, seorang tunanetra yang hafidz (hafal) 30 juz Al-Quran.
Pria kelahiran Kabupaten Oki, Sumatera Selatan ini perlu waktu 10 tahun untuk menyelesaikan seluruh hafalannya.

SILAHKAN SIMAK DAN JANGAN LUPA SHARE YAH

“Saya mulai menghafal dari tahun 2003, berakhir pada 2013 kemarin di Sidoarjo,” ucap Mujahid kepadahidayatullah.com di sela-sela kegiatan Tabligh Akbar serta Wakaf 1000 Al-Quran Braille Digital di Masjid Manarul Ilmi kampus ITS Surabaya, Ahad, (06/12/2015).
“Perlu waktu lumayan lama, sebab pada saat itu belum punya Al-Quran braille jadi hanya dibacakan kemudian saya dengarkan,” lanjutnya.
Saat ditanya motivasi menghafal Al-Quran, Mujahid berbicara dia hanya ingin untuk tak jarang mengkhatamkan Al-Quran. Tetapi sebab keterbatasannya, jadi ia berinisiatif untuk menghafalnya.
“Motivasinya waktu itu saya ingin membaca Al-Quran seluruhnya, cuma sebab saya kan tunanetra jadi agak susah baca 30 juz kalau tak menghafal,” ungkapnya.
Pun sama halnya dengan Ujang Rahmatullah, pria asal Malang, Jawa Timur berumur 40 tahun ini bahkan mulai menghafal sejak dia berumur 13 tahun.
“Saya buta sejak usia SMP, sejak saat itu saya berusaha untuk menghafalkan Al-Quran,” ungkapnya.
“Saya dulu punya 1 set Al-Quran braille, setiap malam saya baca serta saya berusaha hafalkan,” tambah Rahmat.
Selama 6 tahun pertama, kata Rahmat, dia mengkhatamkan Al-Quran berulang-ulang jadi membikinnya sedikit demi sedikit sanggup menghafal ayat-ayat Al-Quran.
Pria yang saat ini berprofesi sebagai tukang pijat ini pada tahun 2008, lanjutnya, sempat mengikuti lomba qori tunanetra nasional di Kalimantan.
“Alhamdulillah waktu itu saya juara pertama,” aku Rahmat.
Lewat program wakaf Al-Quran braille digital ini ia berharap untuk semakin berlanjut kedepannya, mengingat tak sedikit dari kawannya sesama tunanetra yang belum mendapat peluang mempunyai Al-Quran braille digital.*
Sumber : Hidayatullah.com
telegram