Patut Dicontoh! Berharap Berkah, Model Cantik dan Shalihah Ini Pilih Urusi Anak Yatim

Gadis berkerudung kelahiran tahun 1994 ini mengawali debutnya di dunia modelling. Berlangsung di panggung catwalk telah menjadi kebiasaan lulusan Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Madiun ini. Tetapi, dara yang adalah mahasiswi semester akhir Universitas al-Azhar Jakarta ini memilih terjun ke dunia sosial, demi berharap berkat dari Allah Ta’ala.
Mulanya, gadis berkerudung yang menempuh pendidikan di fakultas Ilmu Sosial serta Politik jurusan Hubungan Internasional ini merasa canggung saat pertama bergabung dengan dunia sosial. “Terjun ke dunia sosial ini, aneh pada awalnya.” tutur gadis yang kerap disapa ‘Aini.
‘Aini bergabung dengan Yayasan Kusuma Bangsa Jakarta lantaran diajak  oleh pendiri yayasan, bunda Ani Kusuma Dewi. Mula-mula, Aini diminta mengurus kelas pelangi yang terdiri dari kumpulan anak-anak penyandang disabilitas, berkeperluan khusus.

Sejatinya, niat bergabung dengan dunia sosial ini sempat menjadi impian ‘Aini. Hanya saja, gadis yang saat ini tinggal di Bendungan Hilir Jakarta Pusat ini bimbang bagaimana mengawalinya. “Sekarang,” ujarnya dalam Obrolan Jumat Republika, 8 Januari 2016, “niat itu dikabulkan.”
Dari mengurusi anak-anak berkeperluan khusus itu pula, ‘Aini memperoleh tidak sedikit pelajaran. Ia membicarakan, anak-anak ini mempunyai kehebatan khusus, tidak semacam yang dibayangkan oleh tidak sedikit manusia normal. Bahkan, akunya, ia senantiasa memperoleh ilmu-ilmu serta pelajaran baru, hampir setiap hari.
“Menonton semangat mereka  mau belajar,” ungkap sosok bernama lengkap Nur ‘Aini Fadhilah ini, “saya juga merasa tersemangati.” Semangat dari anak-anak disabilitas itu pula yang tidak jarang menjadi pelecut bagi finalis Putri Kartini Kota Madiun ini untuk segera menyelesaikan kuliahnya.
Tak heran, Februari 2016 mendatang, insya Allah, ‘Aini bakal diwisuda. Walau menempuh pendidikan pada jurusan yang tidak mudah, gadis kelahiran Gresik Jawa Timur ini sukses menyelesaikan studinya dalam masa tiga setengah tahun.
Dari sekian tidak sedikit inspirasi yang dirinya tebarkan, ada satu faktor yang paling mendasar. Ia terjun ke dunia sosial, memilih mengabdikan diri untuk anak-anak yatim serta kaum dhuafa’ di kurang lebih Jakarta ini sebab ingin bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di akhirat nanti dengan posisi bagaikan jari telunjuk serta jari tengah-berdampingan-sebagaimana janji Tuan Nabi yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari.

Wallahu a’lam. sumber : http://kisahikmah.com/
telegram