Astaghfirullah !! Orang Ini Bangga Mengaku Dirinya sebagai Setan

“Anda orang yang sangat cinta dan karib dengan Muhammad SAW sehingga Anda bersifat Muhammadiyah, berwatak bak Muhammad, sementara kami adalah setan-setan yang tidak punya andalan apapun untuk mencintai Muhammad. Anda mungkin bagian penting dari Perhimpunan Orang Alim atau Nahdlatul Ulama, sementara kami lebih pantas dicampakkan ke kubangan Nahdlatus-Syayathin: 

gerombolan setan-setan… Kami para setan terletak pada maqam yang sangat susah dan dilemmatis. Kami takut kepada Allah, tetapi terlanjur bersumpah akan membuktikan kepada Tuhan hujjah atau argumentasi kepada Iblis Bapak Setan dulu ogah bersujud kepada Adam…
Ini bukan sesuatu yang dibikin-bikin. Saya ini sendiri –bukan sekedar dalam pandangan saya, tetapi juga terutama pada pandangan mereka yang karib dengan Allah: adalah juga setan. Sehingga wajah saya adalah wajah setan, rambut saya adalah rambut setan, nyanyian saya adalah nyanyian setan, puisi saya adalah puisi setan, dan orang-orang yang bersama saya adalah teman-temannya setan.” (tulisan Emha berjudul “Belajar Kepada Majlis Setan” yang dimuat di kolom Bangbang Wetan koran Surya 20 Oktober 2007, dan dipublikasikan di Kolom Emha website padhangmbulan.com).
Secara Simbolik-Dinamik Menyebut Tuhan Telah Memperistri Makhluk-Nya
“Secara simbolik-dinamik sering saya memakai idiom persuami-istrian. Sebagaimana Allah ‘memperistri’ makhluk-makhlukNya, lelaki ‘memperistri’ perempuan dan Pemerintah ‘dipersuamikan’ oleh rakyat —maka ummat manusia dinobatkan menjadi ’suami’ bagi alam semesta. Tugasnya adalah menghimpun ilmu, melakukan pemetaan, menyusun disain dan methodologi, menggambar dan mensimulasikan sistem dan managemen untuk memproduksi “rahmatan lil’alamin” (Kolom Emha berjudul “Bukan Kesesatan Benar Menusuk Kalbu” di padhangmbulan.com).
BACA JUGA : 

Masya Allah.. Amalkan Doa ini Sebelum Tidur, InsyaAllah Hutang Sebesar Gunung pun akan LUNAS

Semangat Pluralisme: Menganjurkan untuk Menjadi Penganut Allah, Muhammad, Yesus, Budha dan Sang Hyang Widhi.
“Maka tak pernah ada keberanian pada diri saya untuk mengajak orang lain, apalagi untuk meyakini apa yang saya yakini, untuk berpikir seperti saya berpikir, untuk menganut apa yang saya anut. Setiap orang jangan memandang saya. Pandanglah Allah, Muhammad, Yesus, Budha, Sang Hyang Widhi: take it or leave it. Atau tak usah memandang siapapun kecuali dirimu sendiri, kepentinganmu sendiri, sebagaimana Firaun. Engkau merdeka bahkan untuk menjadi Firaun. Itu urusanmu dengan Tuhan dan dirimu sendiri, bukan dengan saya.” (Kolom Emha berjudul “Bukan Kesesatan Benar Menusuk Kalbu” di padhangmbulan.com).
Mempersamakan Shalat dengan Rujak Cingur dan Pecel karena Sama-sama Bisa Memabukkan
“Jangankan narkoba: air sajapun memabukkan kalau sekali minum setengah drum. Nasi, rujak cingur, rawon, pecel, semua memabukkan jika tidak dikontekstualisir secara ruang dan waktu. Mungkin itu sebabnya Tuhan suruh kita sholat lima waktu yang keseluruhannya hanya butuh waktu sekitar setengah jam. Kita pasti mabuk kalau Tuhan kasih metoda sholat yang satu kali sholat butuh 3 jam, sehingga 5x sehari jumlah waktunya menjadi 15 jam. So sholat sajapun memabukkan dan berakibat negatif kalau tidak tepat satuan ruang dan waktunya” (Kolom Emha berjudul “Gerakan Majnun Internasional” di padhangmbulan.com).
Sumber : https://www.nahimunkar.com/orang-bangga-mengaku-dirinya-setan/
BACA JUGA : 

Miris !!! Tiga Bank Besar Indonesia Jatuh ke Tangan Cina, Apa lagi yang Mau di Jual Pemerintah ?

telegram