Jangan Melewati Garis Pembatas yang Allah Buatkan Untukmu

KITA tidak punya kemampuan untuk memilih apa yang akan harusnya terjadi dimasa mendatang. Tidak selamanya takdir terjadi persis seperti keinginan hati. Semua hal yang akan terjadi sudah dituliskan semenjak manusia dialam rahim, ketika mulai ditiupkannya ruh pada gumpalan daging di dalam rahim. Dimana tertulis kapan dan dimana seorang anak Adam menemui takdirnya.

Kita tidak akan pernah tahu dimasa mendatang, siapa yang terlebih dahulu menjeput, jodoh atau kematian. Yang perlu kita tahu, kedua hal tersebut butuh bekal dan persiapan panjang. Ajal atau jodoh keduanya terbalut dalam rahasia Allah yang sudah lama sekali di narasikan alurnya, setting tempat, bahkan para tokoh tambahan yang membuatnya penuh warna.
Kita hanya perlu bermain warna pada takdir yang menjalankan alur kehidupan seorang anak manusia, Tak perlu bermain siasat berlebihan pada takdir itu, karena seberapapun usahamu untuk merubahnya, kau tetap dalam batasanmu sebagai pemeran semata. Tidak boleh sembarangan mengubah narasi yang ditulis oleh pemegang tinta yang hakiki. Setiap yang bernyawa mempunyai batasan – batasan yang tidak boleh dilalui begitu saja. Kenapa mesti begitu?
Kata orang bijak, batasan hanya sebuah perang pikiran, menanamkan keyakinan bahkan buatlah sebuah batasan seperti gelembung sabun yang begitu mudahnya pecah terkena jemari. Mari kita duduk sejenak, kita dengarkan suara takdir mengenai sebuah batasan.
“Seberapa kuatnya anak manusia, ia tetap tidak mempunyai hak melewati batasannya sendiri, karena Allah telah mengatur setiap garis terbaik untuk dilewati tanpa satu senti pun menginjak garis pembatasnya, tidak selamanya garis terbaik yang dibuatkan Allah juga terlihat baik bagi kita, bisa saja sebaliknya”.
BACA JUGA : 

Ini 10 BANTAHAN Bagi Alasan Menolak Menggunakan JILBAB

Tahukah kau sesungguhnya orang bijak tidak merumuskan keyakinan untuk melampaui sebuah batasan dalam semua hal. Di dunia ini, tepatnya bumi yang kita pijak, ada beberapa hal yang tidak seorangpun mampu menjamahnya apalagi melampauinya. Takdir! Benar sekali bahwa satu hal ini tidak sembarang perkara bisa dirubah.
Tapi tenang saja, Allah tidak terlalu kejam membatasi makhluknya dengan batasan secara penuh. Kita akan sedikit belajar mengenai seuah celah takdir, maksudku bukan celah melampaui garis pembatas yang Allah ciptakan itu, tapi celah untuk melewati apa yang ingin diubah sesuai dengan porsi kita sebagai hamba. Semua hal yang berjalan bisa saja berbelok arah sesuai arahan si pemilik jasad.
Tapi ada dua hal yang benar – benar tidak bisa tersentuh sedikitpun apalagi terlampaui dalam kehidupan manusia, yakni ajal dan jodoh. Tahukah kamu jika keduanya seperti tamu yang tidak terduga kedatangannya. Mereka tidak butuh secangkir teh manis maupun cemilan kue kering. Kedatangan mereka tak terduga dan tidak ada satupun anak manusia yang bisa memperkirakan. Kedua hal tersebut menjadi wujud dari batasan yang tidak seorangpun mampu melampauinya. Sebuah garis pembatas yang benar – benar rahasia dari pandangan manusia bukan?
Satu sisi yang begitu diharapkan yakni menemui tulang rusuk yang terpisah atau sisi lainnya yang begitu ditakuti karena menyisakan duka akan kenangan semasa hidup. Apapun itu, porsi kita sebagai hamba hanya memerankan peran terbaik dengan sebaik – baiknya ikhtiar untuk setiap takdir yang boleh dirubah. Sebelum takdir lain memanggil, menyeru untuk kembali ke tempat asalnya. Ikhtiar kita boleh jadi menjadi sebaik – baiknya bekal untuk menjemput takdir yang lebih dahulu memanggil nantinya.
Tidak usah risau akan garis yang Allah buatkan untukmu, kita akan sama – sama melewatinya. Jika kamu mau, kita bisa melewati setiap garis yang boleh dilampaui kapanpun selama jatah nafas masih diberi. Tidak hanya itu, kita bisa membuatkan garis lain yang sekiranya dibolehkan untuk dilewati bersama, jika kau datang terlebih dahulu, wahai jodoh. Pesanku, jangan pernah mencoba melewati garis pembatas yang Allah buatkan untukmu. Ada banyak hal yang Allah ketahui sedang kita tidak faham sekalipun. Berbaik sangkalah dengan sebaik – baiknya ikhtiar. Tidak peduli jika garis yang Allah buatkan itu tidak terasa nyaman untuk dilewati, karena boleh jadi apa yang kita anggap menyenangkan justru hakikiinya adalah sebuah keburukan dimasa mendatang. Jadi ikuti saja alurnya dengan peran terbaikmu.
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Alloh mengetahui sedang kamu tidak mengetahui,” (Al Baqarah : 216).
Sumber : https://www.islampos.com/jangan-melewati-garis-pembatas-yang-allah-buatkan-untukmu-276073/
BACA JUGA : 

Pernah Berzina, Ingin Bertobat, Bagaimana?

telegram