Wowww... Sayembara Rp 1,3 Miliar Pun Digelar, Wanita Ini Jadi Buronan Paling Dicari FBI

Shanika S. Minor, perempuan berusia 24 tahun di Milwaukee, menjadi salah satu dari 10 buronan paling dicari oleh biro penyelidik federal (FBI), Amerika Serikat.
Wanita yang juga mengggunakan nama samaran Ida Jackson telah melakukan penembakan mematikan terhadap seorang perempuan yang sedang mengandung sembilan bulan.
Informasi ini diumumkan pihak FBI divisi Milwaukee, Selasa (28/6/2016), seperti dilansir laman USA Today.
Penembakan terhadap tetangganya itu terjadi karena masalah yang sepele. Awalnya, Minor mendatangi wanita tersebut untuk mengeluhkan suara musik yang terlalu keras.
Seminggu kemudian, Minor pun menembak perempuan itu. Selama ini, Minor diketahui tak memiliki catatan kriminal.
BACA JUGA : 

Sudahkah Kita Memanusiawikan Mereka?

Dengan pengumuman FBI tersebut, Minor menjadi warga Wisconsin ketujuh yang muncul dalam daftar buruan FBI, sejak tahun 1950. Namun, Minor menjadi warga Milwaukee pertama yang masuk dalam daftar tersebut.
Disebutkan, Minor sempat menantang wanita itu untuk berkelahi. Peristiwa itu terjadi pada malam tanggal 5 Maret lalu.
Saat itu, dia datang menenteng senjata semi otomatis dan menembakkannya ke udara. Setelah menembak, Minor menjauh menyusul permintaan ibunya.
Namun beberapa jam kemudian, sekitar pukul 3 pagi, tanggal 6 Maret, Minor berupaya masuk ke dalam rumah tetangganya itu sambil tetap membawa senjata api.
Ibunya lagi-lagi berupaya menahannya. Sang ibu lalu melangkah melerai. Dia berdiri di antara Minor dan wanita hamil itu.
Tetapi, suasana menjadi tak terkendali. Sang ibu tak mampu menahan Minor untuk mengangkat senjatanya. Minor menarik bahu sang ibu dan menembak wanita itu di dada.
Baik perempuan hamil dan bayi yang dikandungnya pun tewas dalam peristiwa ini. Perempuan korban tewas itu bernama Tamecca Perry berusia 23 tahun.
Sejak peristiwa ini, wanita berkulit hitam, dengan tinggi 170 cm, berat badan 75 kg ini, tak pernah terlihat lagi.
Kepala Kepolisian Milwaukee Edward Flynn mengatakan, adalah penting untuk menjadikan peristiwa ini sebagai perhatian nasional.
"Menangkap Minor pun menjadi prioritas kami, dan sedang kami upayakan, demi antisipasi atas aksi kekerasan," ungkap Edward.
Polisi mendeteksi, Minor memiliki kontak dengan orang-orang di Missouri, Mississippi, Texas, Tennessee, Ohio, Illinois dan kemungkinan Georgia.
Dia pun diketahui tak pernah berpergian keluar dari AS, atau pun melakukan kontak dengan orang-orang di luar negeri. 
Bagi warga yang bisa memberikan informasi keberadaan Minor, polisi menawarkan hadiah sebesar 100.000 dollar AS atau kira-kira Rp 1,35 miliar.
Sumber:http://internasional.kompas.com/read/2016/06/29/19110921/wanita.ini.jadi.buronan.paling.dicari.fbi.sayembara.rp.1.3.miliar.pun.digelar?utm_source=RD&utm_medium=box&utm_campaign=kpoprd
BACA JUGA : 

Kisah Kekerasan di Balik Dinding Sekolah Pamong

telegram