Di Balik Ketenarannya, Game Pokemon Go Menyimpan 5 Bahaya yang Tak Boleh Diabaikan

Nintendo kembali menunjukkan tajinya. Seiring dengan suasana Lebaran di Indonesia, game mobile dengan brand terkenal dari Nintendo yaitu Pokemon ini dirilis di Amerika, New Zealand, dan Australia. Namun hal tersebut tidak menghalangi gamer di negara lain untuk download dan memainkan game ini termasuk di Indonesia.
Berbagai cara dilakukan untuk dapat memainkan game buatan Niantic yang terkenal lewat game Ingress sebelumnya. Dari download file apk di website pihak ketiga, sampai dengan membuat id baru dengan region Amerika atau lainnya.
Tapi awas! Memainkan game ini ternyata dapat menimbulkan masalah yang berbahaya bagi Anda yang memainkan para monster lucu ini. Berikut ini adalah potensi masalah yang akan terjadi saat memainkan game Pokemon Go:
1. Serangan Malware
Karena Indonesia merupakan salah satu negara yang belum masuk daftar rilis resmi game Pokemon Go ini, banyak yang mengambil game ini dengan berbagai cara. Bagi pengguna android, salah satu pilihannya adalah dengan cara download file apk dan kemudian install ke dalam android mereka masing-masing.
Namun, download file apk dari situs selain Google Playstore memiliki potensi yang berbahaya. Karena dari pihak ketiga, maka tidak ada yang bisa menjamin keamanan dari file apk yang Anda download.
Ketenaran Pokemon Go juga disadari oleh para pihak yang tidak bertanggung jawab ini. Mereka pun membuat apk Pokemon Go yang sudah disusupi malware. Jika Anda install apk yang sudah disusupi malware ini maka para oknum tersebut akan memiliki akses dan kendali ke dalam perangkat android Anda.
Padahal sebagian besar aktivitas digital Anda dilakukan pada perangkat smartphone tersebut, sehingga potensi bahaya tersebut sangat tinggi.
Untuk itu, jangan sembarang download file apk. Pastikan Anda memperolehnya dari situs yang terpercaya. Jika saat Anda meng-install apk tersebut kemudian sistem meminta akses ke hal-hal yang tidak terkait dengan game, maka segera batalkan proses install tersebut!
Pokemon Go hanya akan meminta akses ke kamera, lokasi GPS, dan kontak Anda. Atau jika ingin lebih aman lagi, tunggu Pokemon Go resmi dirilis di Google Playstore Indonesia.
2. Perampokan
Salah satu gameplay utama dari Pokemon Go adalah meminta Anda untuk jalan keluar rumah dan memburu Pokemon liar di berbagai tempat. Namun demi keamanan berkendara, Niantic dan Nintendo tidak mengizinkan Anda berburu saat berjalan di dalam kendaraan bermotor. Untuk itu, Anda terpaksa jalan kaki keliling-keliling dalam berburu Pokemon yang muncul di radar (layar smartphone) Anda.
Indonesia tidak dikenal sebagai negara yang aman dari kriminalitas. Untuk itu, jika Anda berjalan sendirian sambil memegang smartphone Anda di depan umum itu sama saja dengan mengundang masalah.
Saat artikel ini ditulis, ada sebuah kasus di mana hampir terjadi perampokan di Jakarta terkait Pokemon Go. Ada seorang pemain yang sedang berjalan kaki di daerah Karet, Jakarta Selatan. Saat sedang asyik mencari-cari Pokemon, tiba-tiba ada segerombolan orang yang mencoba merebut smartphone miliknya.
Beruntung karena pegangannya kuat, para rampok tersebut gagal merebut smartphone miliknya. Ketika dilaporkan, ternyata di hari yang sama daerah tersebut sudah terjadi beberapa kali penjambretan.
Disinyalir, lokasi Halte Transjakarta dekat situ telah dijadikan tempat intaian para penjambret tersebut. Ternyata, Halte Transjakarta tersebut merupakan lokasi ‘Gym’ di mana para pemain Pokemon Go bisa mengadu Pokemon miliknya dengan pemain lain di lokasi virtual tersebut.
Di kasus lain di Amerika, terjadi kenaikan kasus perampokan akibat makin banyaknya orang yang berkeliaran sendirian dengan memegang smartphone di jalan-jalan yang tergolong berbahaya.
Ada juga para perampok yang memanfaatkan game Pokemon Go itu sendiri sebagai ‘umpan’ untuk merampok mereka yang tidak menduganya. Di dalam game Pokemon Go ada feature yang bisa mengeluarkan Lure atau umpan untuk menangkap Pokemon di sekitar area tersebut.
Namun, bukan hanya Pokemon saja yang tertarik untuk mendekati umpan tersebut. Melainkan juga para pemain Pokemon yang ingin bergabung menangkap Pokemon di dalam area tersebut. Saat mereka masuk ke daerah tersebut, maka para perampok tersebut langsung menodong mereka.
Agar Anda tidak menjadi korban kejahatan ini, ada baiknya Anda berburu bersama teman-teman lain dan tidak berkeliaran sendirian. Memang, pada akhirnya bisa terjadi rebutan Pokemon dengan teman berburu Anda.
Tapi lebih baik berebut pokemon daripada berebut nyawa kan? Hindari berjalan kaki saat malam hari, meskipun memang ada banyak Pokemon langka yang muncul hanya pada malam hari. Tapi lebih langka nyawa Anda daripada pokemon bukan?
BACA JUGA : 

Inilah 12 Orang Yang Meninggal Karena Bermain Game, Apakah Game Yang Anda Mainkan Termasuk Juga !! {SEBARKANLAH}

3. Lingkungan sekitar yang berbahaya
Hal pertama yang diperingatkan oleh Niantic saat kita menyalakan game Pokemon Go ini adalah WASPADA dengan lingkungan sekitar. Selain bisa terjadi perampokan seperti point kedua di atas, Anda juga bisa menghadapi masalah jika Anda tidak memerhatikan lingkungan sekitar Anda.
Misalnya, akibat terlalu fokus kepada radar pokemon atau dengan kata lain terpaku pada layar smartphone, Anda bisa saja jatuh ke dalam got atau lubang yang berada di jalan. Sebagaimana kita ketahui, Indonesia juga tidak dikenal sebagai negara yang bersahabat bagi pejalan kakinya.
Tempat berjalan kaki di Indonesia, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, umumnya memiliki banyak hambatan yang tidak nyaman bagi para pejalan kaki. Entah itu hambatan seperti lubang, jalan raya, sampai dengan manusia lain.
Terlebih lagi di kota seperti Jakarta yang memiliki banyak kendaraan bermotor. Tingkat kepedulian lalu lintas masih cukup rendah, sehingga jangan sembarangan menyeberang jika tidak ingin ditabrak.
Belum lagi biasanya jalur untuk berjalan kaki suka bercampur dengan kendaraan bermotor roda dua, sehingga makin besar risiko tersenggol motor. Begitu juga dengan hambatan berupa manusia lain, di mana Anda bisa bertabrakan di jalan dan lain-lain.
Selain bahaya fisik, ada juga bahaya sosial. Seperti misalnya jika Anda tiba-tiba sembarangan melewati pekarangan rumah orang.
Meskipun Niantic sudah menerapkan keamanan untuk mencegah para pemain bermain saat berkendara. Namun, karena batas kecepatan yang ditentukan hanya 20 km per jam maka banyak orang yang berkendara baik dengan motor ataupun mobil yang berjalan sangat pelan.
Atau kendaraan yang berjalan tiba-tiba berhenti karena menemukan Pokemon di dekat situ. Hal ini berpotensi untuk menyebabkan kemacetan ataupun kecelakaan lainnya.
Intinya, selalu waspada dengan perhatikan daerah lingkungan sekitar Anda. Karena bisa jadi bahaya mengintai atau apa yang sedang Anda lakukan itu terlihat tidak sopan bagi lingkungan sekitarmu. Dan jika Anda tetap berkendara, pastikan kegiatan Anda saat berburu itu tidak membahayakan orang lain dan menyebabkan kemacetan.
4. Pengeluaran uang yang tinggi
Seperti game mobile pada umumnya, Niantic dan Nintendo mengandalkan in apps purchase sebagai pemasukan revenue utamanya. Pokemon Go tergolong cukup agresif dalam mencari pemasukan lewat cara ini.
Selain mata uang digital yang dijual di dalam game yang harus dibeli dengan uang sungguhan, Pokemon Go juga menjual berbagai macam item yang menggunakan uang sungguhan di dalamnya.
Anda ingin menangkap Pokemon maka Anda membutuhkan Pokeball yang terbatas. Untuk memperolehnya dalam jumlah yang memadai, maka Anda harus mengeluarkan uang. Untuk melatih pokemon, lagi-lagi cara yang cepat adalah dengan menggunakan uang. Dan seterusnya…
Jika Anda tidak kendalikan pengeluaran uang di dalam game tersebut, maka Anda harus bersiap-siap untuk kembali berpuasa. Karena hal tersebut bisa menghabiskan penghasilan Anda.
Terlebih lagi jika Anda yang terbiasa menggunakan kartu kredit untuk melakukan segala macam transaksi digital Anda. Kemudahan tersebut dan efek ‘bayar belakangan’ dapat menguras isi tabungan Anda dengan cepat.
Sebagai ilustrasi, ada salah satu teman yang sampai saat artikel ini ditulis sudah menghabiskan uang sebanyak 2 juta rupiah! Padahal Pokemon Go baru 5 hari dirilis! Untuk itu, bijaklah dalam berbelanja di dalam game ini dan jika perlu hindari penggunaan kartu kredit untuk in apps purchase.
5. Bertengkar akibat persaingan
Pokemon Go begitu fenomenal sehingga dalam waktu kurang dari seminggu, jumlah pemainnya sudah hampir menyaingi jumlah pengguna Twitter dari seluruh dunia. Padahal game ini belum resmi dirilis di negara-negara selain Amerika, New Zealand, dan Australia.
Untuk itu tak heran jika Anda bertemu dengan para pemain Pokemon Go di manapun Anda berada.
Semakin banyak yang main, berarti akan semakin tinggi pula tingkat persaingan. Jika sebelumnya persaingan di game hanya terjadi di dalam dunia virtual, pada game ini persaingan akan terjadi langsung di dunia nyata. Karena Anda baru bisa mengadu pokemon jika berada di dalam satu tempat yang berdekatan (di Pokemon Gym).
Hal ini berpotensi terjadinya pertengkaran karena persaingan yang terjadi di dalam satu tempat itu. Tidak semua orang memiliki jiwa besar dalam mengakui kekalahannya. Dan tidak semua orang memiliki kebijakan untuk tidak menyombongkan diri. Akibatnya, besar kemungkinan akan terjadi perselisihan.
Agar tidak terjadi pertengkaran, ada baiknya selalu mengingat bahwa ini hanyalah game!
Sumber : http://bangka.tribunnews.com/2016/07/12/di-balik-ketenarannya-game-pokemon-go-menyimpan-5-bahaya-yang-tak-boleh-diabaikan?page=7
BACA JUGA : 

Orang Tua Wajib Baca!! Inilah 20 Cara Memberikan Sugesti Posisif ke Anak Anda

telegram