Buruan Membuat e-KTP, Jika Tidak Akan Dikenakan Sanksi

Jika hingga 30 September masyarakat belum membuat e-KTP, maka akan dikenakan sanksi.

Kementerian Dalam Negeri meminta seluruh masyarakat segera membuat KTP elektronik (e-KTP). Diharapkan pada 30 September 2016, seluruh masyarakat sudah membuat e-KTP. 
Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Arif Zudan Fakrulloh menyatakan, jika hingga 30 September masyarakat belum membuat e-KTP, maka akan dikenakan sanksi. 

"Hal pertama yang harus dilakukan yakni merekam saja terlebih dahulu, maka akan muncul database dan datanya sudah dapat diakses baik oleh perbankan, BPJS, dan lembaga pelayanan masyarakat lainnya," kata Zuda seperti dikutip dari laman Kemendagri.

Menurutnya, bagi masyarakat Indonesia yang belum merekam data sebelum tenggat waktu tersebut, maka akan dikenakan sanksi adiministrasi.

"Sanksi administrasi ini dalam bentuk penonaktifan KTP, penduduk tidak akan mendapatkan pelayanan publik. Contohnya, BPJS, itu kan basisnya Nomor Induk Kependudukan (NIK), kemudian membuka kartu perdana itu basisnya NIK. Jika NIK tidak muncul, maka hak dia sebagai penduduk Indonesia tidak akan bisa dipenuhi," jelas Zudan.

Ia menambahkan, data penduduk ini harus tunggal tidak boleh ganda. Berdasarkan pantauan yang ada, masih terdapatnya banyak warga Indonesia yang menggunakan lebih dari 3 KTP.

Disamping itu, contoh lain dari pelayanan publik yaitu seperti layanan perbankan, layanan kepolisian, layanan kesehatan, layanan izin mendirikan bangunan, surat izin perkapalan, dll.

Bagi masyarakat yang datanya sudah dinonaktifkan maka bisa langsung mengurus ke Dinas Dukcapil setempat.

"Untuk masyarakat nanti yang datanya sudah dinonaktifkan bisa langsung datang ke Dinas Dukcapil bukan kecamatan dan bukan juga kelurahan, karena kecamatan dan kelurahan hanya bisa membaca bukan mengakses," kata dia.


Sumber : https://www.otonomi.co.id/regulasi/catat-ini-batas-waktu-terakhir-buat-e-ktp-1608193.html

BACA JUGA : 

Tidak Perlu Surat RT-RW, Sangat Mudah Kini Mengurus e-KTP dan Akta Kelahiran Cukup Fotokopi Kartu Keluarga

telegram