Renungkanlah Kisah Nyata...!!! Demi Seorang Gadis Pemuda Ini Membakar Jarinya, Alasannya Tidak Terduga

Beberapa siswi ditemani guru perempuan pergi ke satu lokasi hutan untuk lakukan riset. Sesudah bus berhenti, beberapa siswi selekasnya turun serta mulai mengamati beragam macam flora di lokasi yang tidak berpenghuni itu.

Awalannya, mereka ada dalam satu kelompok. Tetapi, sebagian jam selanjutnya mereka mulai berpencar, mencari beberapa obyek yang menarik perhatian semasing.

Salah seorang siswi yang tengah asik mengamati bunga untuk bunga tidak mengerti waktu saat sudah habis serta bus pulang kembali pada sekolah. Siswi yang lain serta guru pendamping juga tidak menyadari kalau siswi itu belum naik.

Sadar sangat lama ia lakukan pengamatan, siswi itu kembali pada lokasi bus. Tetapi, ia tidak merasakan apapun disana. Sepi. Ia berteriak memanggil guru serta beberapa rekannya, tetapi percuma. Tak ada jawaban apapun.

Sendirian di dalam lokasi sunyi tentu membuatnya takut. Lalu ia mengambil keputusan untuk mencari kampung terdekat. Capek juga ia jalan. Demikian km. ia tempuh namun tidak temukan satu juga permukiman. Apalagi hari mulai berganti malam.

Saat diliatnya satu gubuk kecil, gadis itu mengambil keputusan pergi kesana. Siapa tahu ada pertolongan. Bila pun kosong, setidaknya ia dapat menginap di gubuk itu.
“Assalamu’alaikum, ” kata siswi itu sambil mengetuk pintu.

“Wa’alaikum salam, ” rupanya di dalam gubuk itu ada seseorang pemuda, kurang lebih usianya 25 tahun. “Kamu siapa? ”

“Saya ke daerah ini bersama rombongan rekan sekolah serta guru, namun saya tertinggal bis serta tidak tahu jalan pulang. ”


“Kawasan ini tidak berpenghuni, kampung terdekat ada di Selatan sedang saat ini engkau ada di utara. Disini tak ada satu penduduk juga, ”

Pemuda itu lalu menawarinya untuk bermalam di gubuknya.

“Besok pagi, teruskanlah perjalanan ke kota. ”

Ia memohon gadis itu tidur di ranjang, sedangkan ia bakal tidur di ujung gubuk. Disekatnya pada ranjang serta bekas ruang gubuk dengan kain sprei yang ada di ranjang itu, ia ikatkan dari ujung ke ujung.


Gadis itu tidur dalam keadaan takut. Ia tutup semua tubuhnya kecuali mata. Cemas terjadi apa-apa, ia tidak berani tidur. Ia mengawasi apa yang dikerjakan pemuda itu.

Duduk di ujung gubuk, pemuda itu terlihat membaca buku ditemani sinar lilin. Satu hal yang aneh tampak oleh sang gadis. Pemuda itu tutup buku serta mengarahkan jari-jarinya ke lilin. Berapa sementara lalu, ia kembali mengarahkan jarinya yang lain ke atas lilin itu. Apakah ia tengah membakar jari-jarinya? Atau lakukan satu ritual mistis? Atau bebrapa jangan, pemuda itu bukan manusia?

Ketakutan gadis itu semakin bertambah serta ia tidak dapat tidur sekalipun melihat pemuda itu selalu duduk dalam keadaan demikian sampai pagi. Waktu fajar tiba, mulai hilanglah ketakutan gadis itu. Terlebih waktu sang pemuda pagi itu mengantarnya hingga tiba di kota.

Dengan detil, gadis itu bercerita pada orang tua apa yang dirasakannya. Untuk meyakinkan kebenaran cerita buah hatinya itu, sang bapak lalu pergi mencari pemuda itu.
Sampai di gubuk yang sama seperti cerita anaknya, sang bapak mengakui tersesat serta butuh beristirahat sesaat lalu meminta diperlihatkan jalan. Lihat tangan pemuda itu dibalut, ia juga bertanya.

“Dua malam waktu lalu, ” kata pemuda itu menjelaskan, “ada seseorang gadis cantik datang ke gubuk ini. Ia ketinggalan rombongan sekolahnya lantas menginap disini. "

 " Syetan membisikkan supaya saya menzin4inya. Lantaran takut bila saya sungguh-sungguh tergoda, jadi kubakar jari-jariku satu per satu agar iblis gagal menggodaku. Fikiran untuk menzin4i gadis itu betul-betul menyakitiku, lebih sakit dari terbakarnya jari-jariku ini. ”

Sang bapak terkejut sekalian kagum dengan pemuda itu. Di zaman saat ini, masihlah ada pemuda yang begitu takut pada Allah. Ia lalu mengundang pemuda itu ke rumahnya, lantas menikahkannya dengan anaknya yang tidak lain yaitu gadis cantik yang ia tolong malam itu.

“Bukannya mendapatkan si gadis itu dalam satu malam dengan cara haram, ” kata Salim Muraisyid saat menuliskan kisah nyata ini dalam bukunya Qashashun Abkatni, ”pemuda itu malah memperoleh gadis cantik ini sepanjang hidup secara halal. ”

Sumber : pusatkabaronline.blogspot.com/

BACA JUGA : 
telegram