Berapa Lama Hubungn Suami Istri Antara Pria dan Wanita Secara Normal? Ini Jawabannya

Berapa lama rata-rata hubung4n s3ks antara pria dan wanita secara normal? Riset yang dilakukan ilmuwan di Inggris menemukan jawaban: hanya 5,4 menit.
Menurut studi baru Canadian and American Sex Therapists\’ Perceptions of Normal and Abnormal Ejaculatory Latencies: How Long Should Intercourse Last?, rata-ratacoitus berlangsung antara tiga sampai tujuh menit.
“Sangat sedikit orang yang melakukan coitus hingga lebih dari 12 menit,” terang terapi s3ks Barry W. McCharty seperti dilansir Esquire. Jika lebih lama dari itu bisa jadi adanya hambatan ej4kul4si atau org4sm3 yang tertunda. Lalu jika intercourse hingga kl1m4ks berlangsung lebih dari tiga menit itu bukan ej4kul4si dini, karena hal tersebut terjadi bila ej4kul4si berlangsung usai coitus satu atau dua menit.
“Jika Anda bukan seorang ilmuwan, Anda mungkin pernah bertanya pada diri sendiri, berapa lama hubung4n s3ks ‘normal’?” kata Dr Brendan Zietsch dari University of Queensland, seperti dilansir Daily Record, Selasa, 5 April 2016.
Studi ini dilakukan terhadap 500 p4s4ng4n yang dilengkapi stopwatch dan diminta menekan tombol start ketika mulai memasukan p3n1s ke v4g1n4. Kemudian ditekan off ketika pria mulai ej4kul4si.
Riset itu berlangsung selama empat minggu. Hasilnya menunjukan bahwa rata-rata p4s4ng4n menghabiskan waktu berhubung4n 1nt1m sebanyak 5,4 menit.
Zietsch menjelaskan hasil itu tidak terpengaruh dengan variabel penggunaan k0nd0m dan p3n1s yang disun4t atau tidak. Temuan ini mematahkan hipotesa bahwa k0nd0m dan sun4t dapat memperpanjang durasi b3rc1nt4 hingga ej4kul4si.
BACA JUGA : 

Pria Ini Diputusin Karena Jadi Pegawai Semen, Tapi Setelah Menjadi Bos 25 Tahun Kemudian, Dia Lakukan Hal Ini Kepada Mantannya…



Asal negara juga tidak terlalu berpengaruh dalam menentukan lama atau tidaknya waktu b3rc1nt4. Temuan lain bahwa p4s4ng4n yang lebih tua,  lebih cepat ej4kul4si dari yang muda.
Zietsch menjelaskan bahwa tingkat keakuratan penelitian tersebut diakui memang tidak sempurna, namun itu adalah studi terbaik yang pernah dilakukan. Hasil penelitian ini diterbitkan di The Conversation.
Sumber : http://sebarkanlah.id/
telegram