Nauzubillah, Mengerikan...!!! Jasad Pelaku Bunuh Diri Saat Dimandikan Keluar...

Cinta memang bisa membuat manusia jadi gila dan bertindak di luar kontrol pikirannya. Sebab itulah kita tidak dapat menempatkan perasaan cinta yang hakiki kepada manusia semata-mata.
=
Kali ini Syed Sohleh yang menjabat sebagai pengurus jenazah di Malaysia menceritakan salah satu pengalaman paling mendebarkan ketika mengurus mayat seorang pria berusia 20-an. Jasad itu tidak diklaim oleh siapa pun meskipun telah beberapa hari berada di rumah sakit.
Tujuan membagikan kisah ini hanyalah sebagai iktibar atau pelajaran agar kita tidak menempatkan cinta pada manusia melebihi cinta kepada Allah SWT, serta tidak melakukan hal yang dilarang Allah. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Proses Memandikan yang Penuh Cobaan

Tidak itu saja, tenaga kami diuji lagi tatkala mendorong kereta jenazah ke tempat mandi. Jarak yang dekat terasa amat jauh dan saya secara pribadi telah kehabisan tenaga, begitu juga dengan sahabat yang lain. Kendati demikian, saya tidak mengeluh dan dalam hati hanya berdoa agar Allah SWT menyempurnakan tugas memandikan almarhum.

Kali ini Allah SWT benar-benar ingin memperlihatkan kekuasaan-Nya. Saat menyucikan jenazah, najis yang keluar dari dubumya amat banyak dan tanpa henti. Saya mengurut perutnya secara perlahan dengan tujuan ingin mengeluarkan sisa najis yang masih ada. Setelah memastikan benar-benar bersih, saya memiringkan tubuhnya untuk meratakan air pada anggota yang lain.


Namun setiap kali tubuhnya digerakkan, setiap kali itulah najisnya masih keluar dalam jumlah yang banyak. Kami meneruskan proses memandikannya hingga selesai. Dan ketika najisnya telah berhenti, maka urusan kafan pun kami mulai. Namun perkara yang sama masih terjadi tatkala kami mulai meletakkan jenazah di atas kain kafan.
Sekali lagi proses pembersihan dilakukan dan kain kafan perlu ditukar yang baru. Kali ini saya menyumbatkan kapas sebanyak mungkin disamping tidak henti berdoa di dalam hati, meminta...

Kotorannya Terus Keluar

Berdoa meminta kemudahan dan ampunan Allah SWT atas segala dosa almarhum agar urusan mengkafani almarhum menjadi ringan.

Alhamdulillah, najisnya berhenti mengalir dan kami meneruskan proses mengkafani. Namun perasaan lega hanya sebentar saja hadir. Sekali lagi kami diuji ketika mengkafani jenazah, darah mengalir dari mulut dan hidungnya. Situasi seperti ini lumrah kami temui saat mengurus jenazah yang mengalami pendarahan di dalam.

Tanpa membuang waktu kami menyucikan darah tersebut dengan kapas hingga jenazah selesai disalati dan siap dikebumikan di tanah perkuburan.

Akibat Putus Cinta

Menyingkap sedikit latar belakang kematian almarhum, menurut informasi yang saya terima, lelaki tersebut meninggal dunia akibat gantung diri di kipas angin di langit-langit kamarnya setelah putus cinta dan ditinggalkan oleh kekasihnya.
Kekecewaannya semakin bertambah ketika mendapat kabar kekasihnya telah menikah dengan lelaki lain. Inilah yang menyebabkan almarhum mengambil jalan singkat dengan membunuh dirinya sendiri.
Saya baru tahu bahwa keluarga almarhum enggan mengurus jenazahnya. Bahkan setelah beberapa hari berada di kamar mayat, keluarnya masih enggan mengambiil jenazah almarhum sehingga pihak rumah sakit menghubungi saya untuk mengurusnya.


Saya selalu menyeru dan menitipkan pesan agar berhati-hati dalam berhubungan. Carilah cinta Allah SWT dahulu, niscaya Allah akan menakdirkan cinta buat kita. Senantiasa berpikiran positif dan mendekatkan diri kepada Allah agar setiap tindakan kita tidak tersesat ke arah kemungkaran dan jalan yang tidak diridhai.


Jangan karena gagal mendapatkan cinta dari makhluk, kita menempa diri menjadi tamu di gerbang neraka. Nauzubillahimindzalik.


Sumber : Ohbulan.com


BACA JUGA : 

Setelah Tendang dan Tampar Istri, Dede "Dahsyat" Talak Tiga Via WA, Begini Isinya ...

telegram