Untuk Para Istri, Inilah 7 Hal Yang Harus Dilakukan Sebagai Istri Yang Sholehah & Disayang Suami

Hidup berkeluarga, menjalani kehidupan dengan status yang baru sebagai seorang istri bukanlah suatu hal yang mudah dan dapat dipelajari dalam waktu sehari dua hari. Ia perlu sistem, belajar dan selalu belajar sehingga predikat istri sholihah bisa diraih. Memiliki istri yang shalihah tentu adalah dambaan setiap suami. 
Untuk itu, seorang istri hendaknya berusaha mewujudkannya supaya tercipta kehidupan rumah tangga yang bahagia, sakinah, mawaddah, wa rahmah. Apa sajakah hal-hal penting yang harus dilakukan, tersebut di antaranya : 

1. Bertakwa pada Allah 

Istri shalihah adalah istri yang selalu bertakwa pada Allah. Maka cinta pada Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya haruslah dijadikan yang utama barulah kemudian cinta pada suami. Salah satu bukti kecintaan pada Allah adalah istri mencintai suaminya, membantu dan mendukung dalam urusan agamanya. Tidak ada pemberian patuh dan cinta yang dicurahkan pada seorang lelaki tetapi hanya pada suami. 

Bertakwa pada Allah subhanahu wa ta’ala bisa memelihara kita dari godaan syetan dan menyelamatkan diri dari mengikuti hawa nafsu, maka wajib hukumnya menaati suami dan menjaga diri dan harta suami, sebab suamilah yang memegang kepemimpinan atas diri istri dengan menjaga, melindungi dan memberi nafkah. Seorang istri pun seharusnya memaafkan kesalahan suami, bertoleransi dengan kesalahannya, dan tidak menyakitinya ketika dirumah dan tidak mengkhianatinya apabila ia pergi. 

2. Bersabar 

Diantara penghuni surga itu adalah para istri yang bersabar, Alloh subhanahu wa ta’ala berfirman, 

 وَجَزَاهُم' بِمَا صَبَرُوا جَنَّةً وَحَرِيرًا 

”Dan Dia memberi balasan pada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutera. ” (QS. al-Insan 76 : 12) 

Sabar adalah sifat orang bertakwa yang paling agung. Alloh melimpahkan pahala pada orang-orang yang bersabar, yang tidak diberikan pada selain dari mereka. Tidak ada perbuatan untuk mendekatkan diri pada Allah subhanahu wa ta’ala yang mempunyai kedudukan seperti kedudukan sabar. Begitu banyak ayat yang menjelaskan tentang kemuliaan sikap sabar kita. Di antaranya adalah ayat tersebut : 

… إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَج'رَهُم' بِغَي'رِ حِسَابٍ 

”… Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. ” (QS. az-Zumar 39 : 10) 

3. Tidak Pamer dan Riya’ 

Seorang istri sholehah, harus sadar dan selalu berusaha untuk tidak pamer dan riya’. Ia juga harus berusaha untuk menghindari perkumpulan-perkumpulan yang dijadikan ajang pamer dan saling membanggakan diri, sehingga bisa membangkitkan cemburu yang tercela. Maka, ia sadar tentang pentingnya pergaulan yang baik dan pengaruhnya pada tingkah laku dirinya. 

Rosulullah shalallohu alaihi wasallam bersabda, ”Seseorang itu menurut agama temannya, maka hendaklah salah seorang diantara kalian melihat siapa yang ia jadikan teman. ” (HR. Ahmad dan  Tirmidzi) 

4. Berbaik Sangka 

Jangan ikuti prasangka-prasangka dan dugaan-dugaan yang ditimbulkan oleh rasa cemburu, karena ini adalah suatu hal yang tidak pada tempatnya. Maka, istri yang pintar, ia akan mempergunakan akalnya, supaya ia terjaga dari bisikan syetan, was-was, keresahan dan penderitaan batin. 

5. Qona’ah atau Merasa Puas 

Seorang istri hendaklah ridho pada pembagian rizki dan kelebihan dari Allah subhanahu wa ta’ala dan merasa puas. Sebab ia tahu kalau Allah tidak memberi rizki dan kelebihan pada seorang tetapi berdasarkan hikmah. Istri sholehah mengerti dan menyadari kalau boleh jadi Allah mengaruniakan kenikmatan yang justru lebih besar dari apa yang diterima oleh orang lain. 

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda, ”Lihatlah orang yang lebih rendah dari kalian, dan janganlah kalian melihat orang yang lebih tinggi dari kalian, karena hal semacam itu lebih layak untuk kalian untuk tidak meremehkan nikmat Allah. ” (HR. Ibnu Majah) 

6. Mengingat Mati dan Hari Akhirat 

Dan selanjutnya adalah kalau hendaklah istri mengisi waktu untuk mengingat mati dan hari akhirat. Bila tidak, maka hati akan lalai, keras dan tertutup oleh kemewahan dunia. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda, ”Perbanyaklah mengingat-ingat pemotong berbagai kenikmatan. ” (HR. Ibnu Majah) 

Dengan mengingat mati ia akan mempersiapkan bekal akhiratnya berupa amal shalih dan taubatan nashuha. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam pernah menjawab mengenai pertanyaan ”Siapakah seorang Mukmin yang paling berakal? Maka beliau bersabda, ”Orang yang paling banyak mengingat mati dan paling baik persiapannya di antara mereka setelah itu, maka mereka tersebut yang paling berakal. ” (HR. Ibnu Majah) 

Istri yang baik adalah istri yang selalu menjalankan pekerjaannya dengan baik, memperhatikan penampilan diri dan kerapihan dirumah, sehingga ia menjadi seorang istri yang sholehah, dan ibu yang penuh dengan kasih sayang. Ia mengakui kebaikan suami dan tidak mengingkari jasa dan pergaulan baiknya. Nabi sholallohu alaihi wasallam pernah memperingatkan akan sikap pengingkaran yang seringkali dilakukan seorang istri, beliau shalallahu alaihi wasallambersabda,  

”Neraka diperlihatkan kepadaku. Ternyata mayoritas penghuninya adalah wanita, mereka melakukan kekufuran. ” Ditanyakan, apakah mereka kufur pada Alloh? Beliau menjawab, ”Tidak, tapi mereka mengkufuri kebaikan suami. Kalau engkau berbuat baik pada salah satu mereka dalam masa yang panjang, lalu ia melihat sesuatu (yang kurang berkenan dihatinya) pada dirimu ia berkata, ”Aku tidak pernah melihat satu juga kebaikan darimu. ” (HR. al-Bukhori) 

7. Berdo’a 

Sesungguhnya sebesar apa pun keinginan untuk meraih kebahagiaan hidup rumah tangga dan sekeras apapun usaha yang dilakukan untuk mewujudkannya, akan tetapi kita harus sadar kalau tidak ada yang bisa memberi itu semua kecuali Allah. Maka kita tidak hanya berusaha, tapi juga berdo’a karena Dialah yang menentukan semua. Hendaklah kita sadar kalau manusia adalah lemah dan sangat perlu kepada-Nya. Rosululloh sholallohu alaihi wasallam bersabda, ”Apabila kamu meminta, mintalah kepada Allah dan jika kamu meminta tolong, minta tolonglah pada Allah. ” (HR. Tirmidzi) 

Do’a memang merupakan senjata yang mengiringi setiap usaha dalam mencapai apa yang diharapkan. Semoga dengannya kita melalui hari-hari yang penuh kebahagiaan dan keridha-an Allah. 

Allahuma Amiin 

Sumber : muslimahzone. com
telegram