tag:blogger.com,1999:blog-65173159842007491352015-11-06T19:38:40.438+07:00beradab.comMajalah Online menyajikan berita, ulasan bisnis, sosial politik, dan peristiwa aktual disosial media Torik Abu Abdannoreply@blogger.comBlogger288125tag:blogger.com,1999:blog-6517315984200749135.post-15546958154198616242015-11-06T19:36:00.002+07:002015-11-06T19:38:40.452+07:00Ini Beberapa Keegoisan Seorang Suami<div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px;"><span style="font-family: &quot;verdana&quot; , sans-serif; line-height: 19.32px;">1. Saat pada malam hari anak menangis, <a href="http://www.beradab.com/2015/11/ini-beberapa-keegoisan-seorang-suami.html" target="_blank">kerap berujar kepada istri</a>, "Anakmu itu bisa didiamkan tidak, supaya tidak mengganggu waktu istirahatku. Besok harus bangun pagi untuk kerja." Giliran sang anak sudah besar, meraih prestasi yang membanggakan dan orang-orang berkata "Anak itu memang hebat" dengan entengnya menjawab: "Siapa dulu bapaknya!".</span></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><img border="0" height="422" src="http://4.bp.blogspot.com/-kEuyCpMZkfg/VjyepTjE9RI/AAAAAAAAO4Y/MGGS1joctGM/s640/Beberapa%2BKeegoisan%2BSeorang%2BSuami.png" width="640" /></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px;"><span style="line-height: 19.32px;"><span style="font-family: &quot;verdana&quot; , sans-serif;"><br /></span></span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: &quot;verdana&quot; , sans-serif;">2. Saat pulang kerja karena lelah, kerap berujar kepada istri; "Aku capek nanti malam pijat badanku, sekarang aku mau mandi pakai air hangat." Giliran sang istri berujar hal yang sama, malah berkata apa capeknya kerja di rumah yang tidak berhubungan dengan nafkah. Padahal nafkah bukan sekadar materi, tetapi juga pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran untuk membuat rumah menjadi nyaman, penghuninya mendapatkan nutrisi yang cukup serta doa tulus dalam dua rakaat saat suami sibuk mencari rezeki agar diberi kelancaran oleh Sang Maha Kuasa.</span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: &quot;verdana&quot; , sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: &quot;verdana&quot; , sans-serif;">3. Saat istri menegur untuk meluruskan pendapat yang dianggapnya kurang tepat, kerap berujar; "Jangan cerewet, tugasmu bukan untuk menceramahiku. Aku tahu apa yang harus kulakukan." Giliran istri berpendapat yang dianggap kurang tepat malah dimarahi, sudah begitu masih minta dipahami bahwa ujaran lelaki butuh dipatuhi. Harusnya sebagai suami mengerti, watak dasar perempuan itu 'peka terhadap bahasa', sehingga sangat wajar apabila ada tuturan yang dianggap kurang bijaksana langsung merespon karena baginya dalam rumah tangga kesanggupan mengingatkan satu sama lain menuju kebaikan menjadi modal yang sangat berharga.</span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: &quot;verdana&quot; , sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: &quot;verdana&quot; , sans-serif;">4. Saatnya merenung, kehadiran seorang istri dalam hidup bukan sekadar mendampingi tetapi juga berhak melindungi dengan caranya sendiri. Melindungi suami melalui hal-hal yang membuatnya menemukan ketenangan batin seperti merawat anak-anak dengan baik, menjadi pendengar yang baik, serta memberikan pertimbangan apabila yang didengarnya dianggap kurang baik. Maka <a href="http://www.beradab.com/2015/11/ini-beberapa-keegoisan-seorang-suami.html" target="_blank">cobalah menghargai istrimu</a>, bukankah untuk mencapai rumah tangga sakinah, mawaddah, warahmah itu butuh kerjasama? Berilah kesempatan baginya untuk menyuarakan aspirasinya, apabila ada kebaikan terimalah dengan lapang dada. Percayalah hal yang demikian akan membuat rumah tangga semakin baik adanya.&nbsp;</span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: &quot;verdana&quot; , sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: &quot;verdana&quot; , sans-serif;">Penulis:&nbsp;Arief Siddiq Razaan</span></div></div>Torik Abu Abdanhttps://plus.google.com/107916840875277285697noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-6517315984200749135.post-70677091542305431972015-11-06T18:43:00.001+07:002015-11-06T18:43:41.561+07:00Ketika Perempuan Jatuh Cinta<div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px;"><span style="line-height: 19.32px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Bagi seorang perempuan, mengetahui seseorang yang dicintainya menaruh harapan sudah lebih dari cukup untuk membuatnya bertahan. Lewat sikap dan perbuatan bertanggungjawab untuk membuat perempuan nyaman, itu jauh lebih dahsyat daripada sekadar ratusan ujaran yang menyaran maksud kesukaan. Bukankah hakikatnya cinta itu perbuatan berkasihsayang, sehingga kelembutan perlakuan membuat perempuan merasa dimuliakan. Oleh sebab itu, jangan sekali-kali memberi ruang harapan untuk dimasuki perempuan yang memang tidak diharapkan. Hal yang demikian sama saja telah menyebabkan perempuan memiliki mimpi meraih cinta yang berkesejatian di dalam kehidupan.</span></span></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><img border="0" height="426" src="http://3.bp.blogspot.com/-bWq4oghwrO8/VjySWNGyuDI/AAAAAAAAO4I/cle0GEtYSFY/s640/Ketika%2BPerempuan%2BJatuh%2BCinta.png" width="640" /></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px;"><span style="line-height: 19.32px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Tidak ada belas kasihan dalam permulaan sebuah cinta, karena membangun rasa cinta dengan rasa iba itu kebohongan. Padahal salah satu yang menjadi pondasi dalam meluhurkan cinta ialah kejujuran. Kita menuntut kejujuran satu sama lain untuk melanggengkan hubungan, tetapi kita mengawalinya dengan dusta hanya atas dasar tak ada salahnya melakukan percobaan. Timbul tanya dalam jiwa, serendah itukah makna sebuah kecintaan? Tak lebih dari sarana uji coba yang apabila dianggap tidak layak cukup tinggalkan tanpa menanggung beban.</span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Hati perempuan yang mencinta dipenuhi konsep hidup k<span style="line-height: 19.32px;">e depan. Sehingga apabila telah menjatuhkan pilihan, mereka memiliki keyakinan sekuat tenaga bertahan meskipun harus jadi pesakitan. Apabila hal itu terjadi, maka tidakkah lebih baik berkata jujur apabila memang tidak ada harapan. Biarkan perempuan itu memberikan peluang kesukaannya pada lelaki lain, sehingga satu sama lain memiliki peluang untuk mendapatkan pasangan sesuai keinginan. Kecerdasan perempuan dimulai dari rasa sehingga ada pelibatan naluri batin yang mendalam pada saat mengambil sebuah keputusan.</span></span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Kecerdasan yang dimulai dari rasa berpaham; kesempurnaan dalam cinta hanya dapat diraih apabila menerima ketidaksempurnaan pasangan dengan cara yang sempurna sesuai keyakinan. Lalu berupaya menyempurnakannya dengan berkarib ajar kasihsayang lebih tekun dalam proses hubungan. Sehingga diharapkan dengan cara yang demikian, penghidupannya menguatkan pasangan untuk meraih kesuksesan dalam pemaknaan cinta yang membahagiakan. Oleh sebab itu, perempuan lebih sering mempercayakan kedukaan hati lewat tetes air mata yang berjatuhan. Baginya, air mata ialah doa peneduh cinta sebagai jalan melapangkan jiwa dalam memuliakan pasangan.</span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Cobalah mengerti bahasa kalbu seorang perempuan, ada banyak percakapan-percakapan yang tak terucapkan secara lisan. Perempuan memberi peluang bagi seorang lelaki untuk mengerti kedalaman cinta yang disembunyikan pada tatapan. Percayalah, ketika perempuan jatuh cinta selalu berupaya mencipta senyum yang meneduhkan meskipun hatinya sedang dihunjam gelisah yang menekan. Baginya memuliakan lelaki yang dicintainya menjadi jalan merengkuh kebijaksanaan dalam menumbuhkan kesadaran, bahwa sesakit apa pun seorang lelaki selama ada wanita yang tulus mencintainya maka lelaki itu masih memiliki kekuatan. Ialah kekuatan cinta yang disalurkan lewat perbuatan seorang perempuan, semoga menjadi doa penyembuh yang paling mujarab untuk mengokohkan jejak langkah penghidupan. [] Penulis:&nbsp;<span style="line-height: 19.32px;">Arief Siddiq Razaan</span></span></div></div>Torik Abu Abdanhttps://plus.google.com/107916840875277285697noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-6517315984200749135.post-60613955013457243992015-11-04T22:08:00.002+07:002015-11-04T22:09:50.271+07:00Cita-Citaku Menjadi Suami yang Baik<div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Setelah berjuang sekian tahun, akhirnya Yusuf sukses menjadi pengusaha. Berpenghasilan ratusan juta rupiah dalam sebulan, tetapi ada satu yang tak berubah. Ia masih setia dengan seorang istri, hal itu membuat Ahmad-teman lamanya sewaktu di pesantren- tertarik untuk menanyakan alasan mengapa Yusuf tidak mau berpoligami padahal syarat-syarat untuk berpoligami sudah lebih dari cukup menurut pemikirannya.</span><br /><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><img border="0" height="424" src="http://2.bp.blogspot.com/-E0g61wsyMnM/VjofVRE0B6I/AAAAAAAAOg4/ViiRHlOb3V8/s640/Cita-Citaku%2BMenjadi%2BSuami%2Byang%2BBaik.png" width="640" /></div><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">"Aku heran, dirimu masih muda dan tampan. Di kantor dirimu mampu adil, memberi kesempatan kepada karyawan untuk ibadah, mampu memberi gaji yang lebih dari cukup, serta menjaga karyawan agar merasa nyaman bekerja. Ke empat hal tersebut secara tidak langsung menerapkan prinsip poligami, yakni bersikap adil, aman dari lalai beribadah kepada Allah, mampu menafkahi, serta mampu menjaga para istri agar terlindungi, tetapi mengapa dirimu tak mau berpoligami?" Tanya Ahmad dengan raut muka serius.</span><br /><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">"Engkau ingat tidak, dahulu sewaktu kita di pesantren cita-citaku apa?" Yusuf malah balik bertanya.</span><br /><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">"Menjadi pengusaha sukses dan suami yang baik," sahut Ahmad.</span><br /><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">"Benar, itulah cita-citaku. Jadi alasanku tidak berpoligami itu sederhana saja, karena aku bercita-cita mejadi suami yang baik dan bagiku suami yang baik tidak akan membagi cinta serta kasihsayangnya kepada perempuan lain dengan alasan apa pun."</span><br /><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">"Bukankah dirimu mampu bersikap adil? Aku tahu betul karaktermu, jadi bertindak adil untuk istri-istrimu itu sangat bisa diwujudkan dalam perbuatan."</span><br /><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">"Tolok ukur adil itu sangat subjektif. Sukar dicari pijakan keadilan yang sebenar adil, sehingga aku lebih memilih menerapkan sistem poligami dalam dunia kerja daripada rumah tangga. Bukankah hati mudah terbolak-balik oleh keadaan, apabila suatu ketika saat memiliki istri lebih dari satu kemudian keadaan membuat hatiku memihak pada salah satunya, celakalah diriku sebagai manusia yang berharap keridhaan-Nya."</span><br /><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">"Buktinya dirimu mampu menerapkan sistem poligami dalam dunia kerja hingga jadi pengusaha."</span><br /><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">"Itulah indahnya Islam, ketika kita mampu menyerap pengetahuan secara mendalam sebenarnya setiap ilmu yang terkandung dalam ajarannya bisa dimanifestasikan dalam bentuk lain. Poligami mengajarkan empat prinsip usaha: keadilan, kesadaran bertanggungjawab, ketaatan, dan keselarasan, akhirnya diriku mencobanya dan berhasil. Tetapi pernikahan dan dunia kerja itu jauh berbeda, pernikahan jangan sampai gagal sebab Allah sangat membenci perceraian, apabila diriku berpoligami dalam rumah tangga lalu lebih condong pada salah sau istriku sehingga istriku yang satunya minta cerai tentu buruklah sekali akhlakku di hadapan Allah."</span><br /><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">"Benar juga apa katamu, sungguh dirimu memang tidak gegabah dalam menyikapi sebuah pengetahuan meski sudah jelas dalilnya. Tetapi dirimu tidak anti poligami, kan?"</span><br /><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">"Astagfirullahhalaadzim, tidak! Poligami itu tidak dilarang, namun aku membentengi diri karena merasa belum sanggup melakukannya. Sebab Nabi Muhammad bersabda, 'Siapa saja orangnya yang memiliki dua istri lalu lebih cenderung kepada salah satunya, pada hari kiamat kelak ia akan datang dalam keadaan sebagian tubuhnya miring [*].' Aku yakin bersyukur dan berbahagia dengan satu istri akan lebih nikmat, sebab inti dari pernikahan ialah menyempurnakan separuh agama."</span><br /><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Ahmad tersenyum. Dari dulu sahabatnya tidak berubah, tetap teguh dalam berprinsip. Benar adanya, cita-cita menjadi suami yang baik itu mudah diucapkan namun apabila dipahami lebih seksama butuh kerja keras untuk mewujudkan.</span><br /><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Penulis: Arief Siddiq Razaan</span><br /><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">[*] HR. Abu Dawud, An-Nasa-i, At-Tirmidzi</span><br /><div><br /></div></div>Torik Abu Abdanhttps://plus.google.com/107916840875277285697noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-6517315984200749135.post-38470618085054057262015-11-03T06:54:00.001+07:002015-11-03T06:59:38.018+07:00PENJAJAH ASMARA HARUS DIMUSNAHKAN!<div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="line-height: 19.32px;"><span style="font-family: &quot;verdana&quot; , sans-serif;">Jujur saja, diriku takut berlama-lama menatap gadis cantik, apalagi kalau gadis itu pacar teman. Takut menghadapi kenyataan pahit ternyata gadis secantik itu sudah dikontrak menjadi pacar. Takut kalau bersaing mendapatkannya nanti disebut penghianat, padahal aku tahu betul masa kontraknya hampir kadaluarsa. Pacaran sudah sekian tahun tetapi belum berniat menikahinya, jadinya sebagai lelaki yang baik hati diriku beranggapan gadis cantik itu mubazir kalau cuma dijadikan pacar.</span></span></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><img border="0" height="426" src="http://2.bp.blogspot.com/-o9kXJYu8CIs/Vjf3l7dZCtI/AAAAAAAANAc/IjHFo4ghWZ0/s640/PENJAJAH%2BASMARA%2BHARUS%2BDIMUSNAHKAN.png" width="640" /></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="line-height: 19.32px;"><span style="font-family: &quot;verdana&quot; , sans-serif;"><br /></span></span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: &quot;verdana&quot; , sans-serif;">Kadang diriku berpikir, kenapa gadis itu mau dijadikan tempat persinggahan sementara. Mau ketemuan nunggu malam Minggu, saat kencan bangga rasanya dibelikan jajan. Padahal itu gadis tidak tahu, uang yang dipakai traktir berasal dari kiriman orang tua sang cowok. Sedihnya, kalau nggak ada uang itu cowok ikut pengalangan dana bencana alam dan uang hasil sumbangan orang-orang malah dikorupsi untuk pacaran.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: &quot;verdana&quot; , sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: &quot;verdana&quot; , sans-serif;"><a href="http://www.beradab.com/2015/11/penjajah-asmara-harus-dimusnahkan.html" target="_blank">Untuk gadis-gadis cantik</a> yang udah pacaran sekian tahun, sepertinya butuh solusi agar meningkatkan kualitas hubungan ke jenjang yang lebih tinggi. Jujur, kalian ingin menikah bukan? Kalau iya, ciptakan pesaing untuk pasangan yang mengontrakmu sebagai pacar.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: &quot;verdana&quot; , sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: &quot;verdana&quot; , sans-serif;">Oh iya, sekadar promo, kalau bingung mencari pesaing untuk pacarmu. Dengan senang hati, Arief Siddiq Razaan selaku bagian dari Ikatan Jomblo Lucu dan Imut (Ijo Lumut), siap dipertimbangkan sebagai kandidat. Dengan catatan, kalau pacarmu tidak siap diajak menikah maka bersiaplah Arief nikahi sebab saat ini sedang dalam proses mencari pendamping wisuda sekaligus rumah tangga.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: &quot;verdana&quot; , sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: &quot;verdana&quot; , sans-serif;">Ingat saingan itu perlu! Dengan adanya saingan, cowokmu tidak akan bertindak seperti penjajah. Indonesia saja dijajah Jepang cuma 3,5 tahun, lha kalau dirimu dijajah pacar mendekati jangka waktu itu jelas sebuah pelanggaran Hak Azasi Mencintai. Apalagi penjajahan batin itu sungguh menyiksa, karena itu berjuanglah untuk merdeka!</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: &quot;verdana&quot; , sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: &quot;verdana&quot; , sans-serif;"><a href="http://www.beradab.com/2015/11/penjajah-asmara-harus-dimusnahkan.html" target="_blank">Hancurkan segala penjajahan atas nama cinta</a>. Cinta monyet, cinta buta sampai cinta setengah mati semua itu tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan! Mari teriakkan Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar! Lalu berjihadlah melawan penjajahan pacar, sebab Allah bersama orang-orang yang berjuang untuk menjauhi segala hal yang berpotensi mendekatkan diri pada zina.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: &quot;verdana&quot; , sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: &quot;verdana&quot; , sans-serif;">Cukuplah Cita-Citata yang berteriak 'Sakitnya tuh di sini', sebab sungguh seluruh dunia juga tahu betapa cantiknya dia, sayangnya kami tidak saling mengenal dan aku tidak bisa menawarkan solusi ini. Oleh sebab itu, kepada gadis-gadis cantik yang memiliki niat menikah saatnya membuang pacar yang cuma 'apalah-apalah,' jangan sampai saat pacaran sudah 'digoyang geboy mujaer' hingga kecantikanmu memudar. Ingat, 'Kejahatan seksual bukan hanya ada niat dari pelakunya, tetapi juga karena ada kesempatan, Waspadalah! Waspadalah!"&nbsp;</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: &quot;verdana&quot; , sans-serif;">Penulis :&nbsp;</span><span style="font-family: &quot;verdana&quot; , sans-serif; line-height: 19.32px;">Arief Siddiq Razaan</span></div></div>Torik Abu Abdanhttps://plus.google.com/107916840875277285697noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-6517315984200749135.post-87358509036978836762015-11-01T08:51:00.001+07:002015-11-01T08:51:34.327+07:00Kisah Mengharukan Suami-Istri Tentang Ulang Tahun, Baca Kalau Berani!<div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif; line-height: 19.32px;">Seorang wanita yang baru setahun menikah terlihat gelisah. Sudah hampir pukul dua belas malam suaminya belum pulang, tadi pagi sebelum berangkat kerja suaminya juga diam saja. Padahal biasanya selalu mesra, mengatakan dirinya cantik atau sekadar memuji betapa beruntungnya memiliki istri yang selalu memuliakan suami dengan masakan yang sangat lezat. Tiba-tiba pintu diketuk, saat dirinya membukanya terlihat kue ulang tahun dengan sepasang lilin berbentuk angka 25 menyala.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif; line-height: 19.32px;"><br /></span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif; line-height: 19.32px;">"Selamat ulang tahun, Mamah tersayang..."</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Mendapat sodoran kue ulang tahun, wanita itu menangis. Dalam pikiran suami, pasti istrinya terharu sebab sudah diberi kejutan yang begitu indah.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">"Duh! Jangan nangis, ini tidak ada apa-apanya. Mamah tidak perlu merasa terharu."</span></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><img border="0" height="426" src="http://3.bp.blogspot.com/-SGB5R2f5CKo/VjVwEYZT3NI/AAAAAAAAM_w/0lNqKiKPejo/s640/Kisah%2BMengharukan%2BSuami-Istri%2BTentang%2BUlang%2BTahun%252C%2BBaca%2BKalau%2BBerani.png" width="640" /></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">"Papah jahat! Mengapa tega merayakan berkurangnya jatah hidup Mamah?"</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Alangkah terkejutnya sang suami mendengar apa yang diucapkan istrinya.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">"Bukan begitu. Justru ini wujud syukur atas bertambahnya usia Mamah."</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">"Bertambah di dunia, tetapi dalam bilangan maut tentu berkurang. Lagipula dalam ajaran agama Islam, tidak diperbolehkan merayakan hari ulang tahun, sebab tradisi perayaan ulang tahun itu kebudayaan kerajaan Eropa padahal seperti yang diriwayatkan dalam Hadis Riwayat Abu Dawud, Rasulullah bersabda 'Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk dalam golongan mereka'. Apakah kiblat keimanan kita sudah berpindah kepada kebudayaan bangsa Eropa?"</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">"Papah hanya berniat merayakan ulang tahun dalam artian mendoakan agar yang berulang tahun memperoleh keselamatan, apa tidak boleh?"</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">"Kalau berniat mendoakan mengapa membawa simbol lilin? Pernahkah ibadah umat Islam disimbolkan dengan lilin pada saat mendoakan?"</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">"Tetapi kan ada kue ulang tahunnya, jadi anggap saja mendoakan sembari kita makan-makan. Bukankah kue ini halal dimakan?"</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">"Papah... Berdoa dan makan-makan memang halal. Tetapi bila dilakukan pada hari seseorang berulang tahun, apalagi disertai perlambangan lilin bisa terkena hukum haram ber-tasyabbuh bil kuffar, artinya menyerupai orang-orang kafir. Dalam hal ini, kue ulang tahun yang papah berikan memiliki kehalalan sekaligus keharaman."</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">"Kehalalan sekaligus keharaman? Bagiamana bisa?"</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">"Kue ulang tahunnya halal, namun motif di balik pemberian kue ulang tahun yang menyaran maksud perayaan jelas melanggar syara atau hukum Islam. Sehingga apabila ditinjau secara kaidah syara’ ada hukum yang menyatakan 'Idza ijtama’a al halaalu wal haraamu, ghalaba al haramu al halaala, jika bertemu halal dan haram (pada satu keadaan) maka yang haram mengalahkan yang halal.”</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">"Maafkan Papah, Mah. Papah pikir ulang tahun itu patut dirayakan, sebab banyak yang melakukan demikian. Terimakasih atas pelajaran berharga pada hari ini."</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">"Mamah juga minta maaf, bukan tidak menghargai u</span><span style="font-family: Verdana, sans-serif; line-height: 19.32px;">saha Papah. Namun, sebagai makmum rumah tangga sudah kewajiban Mamah meingatkan apabila ada hal-hal yang memang melanggar hukum Allah." []&nbsp;</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif; line-height: 19.32px;">Penulis&nbsp;</span><span style="font-family: Verdana, sans-serif; line-height: 19.32px;">Arief Siddiq Razaan</span></div></div>Torik Abu Abdanhttps://plus.google.com/107916840875277285697noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-6517315984200749135.post-16880448729874626732015-10-30T10:12:00.001+07:002015-10-30T10:12:43.976+07:00Nak...Kalau Begini Ayah tidak Butuh Handphone<div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px;"><span style="line-height: 19.32px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Assalamu'alaikum wrahmatullahi wabarakaatuhu</span></span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Anakku tersayang... apa kabarmu di rantau orang? Semoga baik-baik saja, tidak ada kekurangan apapun juga. Jangan lupa tetap dijaga hafalan Al-Qur'an-nya, perbanyak shalat sunah serta puasa untuk ibadah yang wajib jangan sampai ditunda-tunda.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Ayah sengaja kirim surat, sebab dahulu kita kerap melakukannya. Bahkan hingga sekarang, surat yang dirimu tulis masih ayah simpan dengan rapi dan setiap merindukanmu surat-surat itu ayah buka dengan perasaan bahagia. Mulai dari kabar saat dirimu meraih beasiswa, menjuarai beberapa lomba, hingga sekadar bertanya apakah keadaan ayah dan ibu baik-baik saja.</span></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><img border="0" height="426" src="http://1.bp.blogspot.com/-_PzixUeoLGg/VjLgCpByPII/AAAAAAAAM_c/2pCXp4d61kE/s640/Nak...%2BAyah%2Btidak%2BButuh%2BHandphone.png" width="640" /></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Hingga kemudian dirimu pulang membawakan oleh-oleh sebuah handphone. Saat itu ayah bahagia sekali, apalagi dirimu sering menghubungi ayah. Namun, entah mengapa akhir-akhir ini dirimu sudah jarang menelepon. Barangkali dirimu sibuk, hanya saja tidakkah memiliki sedikit waktu untuk memberikan kabar kepada kami bagaimana keadaanmu di sana. Sungguh, ayah merindukanmu... teramat sangat merindu, maka dari itu ayah terpaksa mengirim surat ini untuk mengingatkanmu pada kenangan-kenangan indah sewaktu dahulu.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Ada yang kurang dengan keberadaan handphone ini, yaitu ayah tidak lagi bisa membaca surat-suratmu kapanpun ayah merindukanmu. Kemarin ayah sempat menelponmu, namun dirimu malah berkata sedang kerja dan tak bisa diganggu. Apakah kerinduan seorang ayah pada anaknya dianggap sebuah gangguan? Jujur mendengar itu ada kekecewaan dalam diri ayah, tetapi tidak apa-apa barangkali dirimu lekas sadar dan meminta maaf. Namun jangankan meminta maaf, menelpon saja tidak. Saat ayah meminta bantuan tetangga untuk mengetik sms (karena hurup di handphone terlalu kecil) dengan tujuan bertanya keadaanmu, dirimu hanya membalas; "Baik, Yah." Sesingkat itukah kabar yang ingin engkau beritakan pada ayah, padahal dahulu isi suratmu selalu panjang-panjang.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Anakku, ayah tidak butuh handphone jika hanya jadi hiasan di rumah. Kalau suratmu ayah bingkai dan dipajang di meja kamar pasti terlihat megah, sebab ada kata-katamu yang terangkai dengan sangat indah. Sedangkan saat memajang handphone justru batin ayah tersiksa sebab barang itu telah membuat kenangan dan kebahagiaan ayah musnah. Barang elektronik ini sungguh menjadi musibah apabila tidak membuat komunikasi di antara kita terjalin dengan lebih baik.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Oh iya, saat menulis surat ini dirimu ada kirim SMS. Bunyinya "Hi Yah. Gmn kbrX? Baek2 zHa kan disana?". Membaca sms itu, ayah menangis. Menggunakan kalimat yang disingkat-singkat, bahkan tidak diawali dengan salam. Apakah ini yang ayah ajarkan padamu? Sungguh, ayah mohon izin untuk menjual handphone pemberianmu daripada hanya jadi pajangan dan sama sekali tidak mampu mengobati rasa rindu. Lebih baik kita saling berkirim surat seperti dahulu, sehingga dirimu bisa bercerita lebih banyak kepada ayah dan ibu.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Sekian dahulu surat dari ayah, teriring salam semoga dirimu semakin berkehidupan mapan. Jangan lupa balas surat ayah untuk mengobati segala kerinduan.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuhu. []</span></div><div style="background-color: white; display: inline; line-height: 19.32px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"></span></div><div><div style="background-color: white; display: inline; line-height: 19.32px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></span></div></div><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Penulis: Arief Siddiq Razaan</span></div>Torik Abu Abdanhttps://plus.google.com/107916840875277285697noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-6517315984200749135.post-45423079992562848452015-10-30T08:29:00.001+07:002015-10-30T08:29:40.150+07:00Seorang Anak Overdosis Akibat Membaca Resep Dokter<div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px;"><span style="line-height: 19.32px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">"Jangan lupa, obat yang dari dokter diminum. Ayah menyusul ibumu dulu," pesan seorang ayah pada anaknya.</span></span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif; line-height: 19.32px;">Saat pulang ke rumah, ke dua orang tua sang anak terkejut karena melihat buah hati mereka terkapar di lantai dengan mulut berbusa. Kemudian mereka membawanya ke rumah sakit, beruntung masih bisa diselamatkan. Saat sudah sadar, sang ayah bertanya mengapa hal itu bisa sampai terjadi.</span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">"Dedek tadi minum obat sembilan butir, Yah."</span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">"Yaa Allah, Dek. Kenapa minum sebanyak itu?"</span></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><img border="0" height="358" src="http://3.bp.blogspot.com/-Av3Zulo1kE0/VjLH6j3gOgI/AAAAAAAAM-w/aFYR-lOWAnE/s640/Seorang%2BAnak%2BOverdosis%2BAkibat%2BMembaca%2BResep%2BDokter.png" width="640" /></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">"Obatnya kan ada tiga bungkus, Pada tiap bungkusan tertulis 3x1."</span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">"Iya, terus?"</span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">"Berarti tiga butir obat diambil dalam satu bungkus untuk sekali minum, kalau tiga bungkus kan sembilan butir."</span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">"Bukan begitu, Dek. 3x1 itu artinya, tiga kali sehari."</span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">"Tapi kan tiga-nya yang duluan, berarti tiga butir sekali minum."</span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">"Siapa yang mengajarimu begitu?"</span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">"Ibu guru yang ngajari, katanya kalau tiga dikali satu berarti tiga-nya sebanyak satu kali."</span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Sang ayah terdiam sejenak.</span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">"Iya kalau di dalam perkalian, memang tiga dikalikan satu berarti tiga-nya sebanyak satu kali. Tetapi kalau untuk obat, tiga kali satu berarti dalam satu hari obatnya diminum sebanyak tiga kali."</span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">"Berarti dokternya salah nulis resep, Yah."</span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">"Salah nulis resep bagaimana?"</span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">"Harusnya 1x3 = 1 pagi + 1 siang + 1 malam."</span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Sang ayah menggeleng-gelengkan kepalanya. Entahlah, apakah memang dokternya salah menulis resep atau pola pengajaran di sekolah yang salah.</span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Semoga saja hal ini bisa menjadi pelajaran bagi orang tua agar lebih memperhatikan buah hatinya. Pola pikir anak-anak menyesuaikan dengan apa yang dipelajari terlebih dahulu, sehingga tidak bisa dipersalahkan apabila pola pikirnya demikian.</span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Cerita di atas hanyalah sekadar contoh kecil. Dalam kehidupan sehari-hari, orang tua kerap membiarkan anak menelan bulat-bulat informasi dari media televisi, seperti untuk menjadi jagoan harus berkelahi dan menjadi pemenang. Oleh sebab itu, saat dijahili temannya, sang anak tidak terima dan membalasnya dengan pukulan agar seperti jagoan yang dilihatnya, Waspadalah, sekarang ini tontonan banyak yang bukan tuntunan. Dampingilah anak-anak saat menonton televisi sehingga informasi yang diperoleh tidak diikutinya secara mentah-mentah. Jangan sampai karena gagal menangkap informasi, membuat buah hati menjadi berperilaku buruk.</span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; color: #141823; display: inline; line-height: 19.32px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Penulis:&nbsp;Arief Siddiq Razaan</span></div></div>Torik Abu Abdanhttps://plus.google.com/107916840875277285697noreply@blogger.com1tag:blogger.com,1999:blog-6517315984200749135.post-64057385185444540682015-10-27T22:44:00.002+07:002015-10-27T22:44:56.367+07:00Mewaspadai Pasangan Pengidap "Dacryphilia"<div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px;"><span style="line-height: 19.32px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Apabila memiliki kekasih yang hanya membuatmu selalu bersedih, salah satunya menjadikanmu pesakitan dalam sebentuk tunggu dengan menunda keinginan berumah tangga sekian tahun lamanya, maka jauhi saja sebab bisa jadi dirinya mempunyai indikasi penyimpangan seksual yang disebut 'Dacryphilia'. Pengidap penyakit ini, sengaja mencari pasangan yang cengeng, sebab baginya kepuasan seksual hanya bisa diperoleh apabila melihat pasangannya berlinang air mata.</span></span></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><img border="0" height="412" src="http://2.bp.blogspot.com/-fSbUgcBoXJY/Vi-bqoxZH9I/AAAAAAAAM-Q/YwiDK-jKvIE/s640/Mewaspadai%2BPasangan%2BPengidap%2BDacryphilia.png" width="640" /></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px;"><span style="line-height: 19.32px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Kalau sebelum menikah saja sudah kerap membuatmu berlinang air mata, membuatmu jadi pesakitan tunggu yang sangat menderita untuk apa dipertahankan. Tinggalkan saja, karena tipikal yang demikian belum memiliki kewarasan akal perihal keluhuran sebuah cinta. Jika memang dirinya mencintaimu, maka tak perlu menunda untuk menikahimu dengan cara menjadikanmu pacar bertahun-tahun sementara selama proses berpacaran dirinya sudah minta pelukan, ciuman, pegangan tangan, atau bahkan hal yang lebih buruk dari itu semua yaitu berhubungan badan. Jangan sampai ketidaknormalan itu ditularkan padamu, lalu saat dirimu sudah tertular akhirnya tak mampu berbuat apa-apa selain berlinang air mata. Tepat pada saat dirimu menangis inilah, membuatnya terpuaskan karena sudah mampu menyiksamu atas nama cinta.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Andaipun menikah dengan dirinya, bisa dipastikan hidupmu tidak akan jauh berbeda. Untuk itulah, sangat disarankan menjauhi pacaran sebab tanpa disadari penyakit 'Dacryphilia' bisa ditimbulkan akibat pembiasaan-pembiasaan membuat 'sang pacar' jadi terluka serta teraniaya akibat terlalu lama menunggu status kejelasan hubungan namun berujung pada kekecewaan belaka. Terasa puas saat melihat kekasihnya menderita tetapi masih bertahan mencintainya adalah salah satu gejala kelainan jiwa para pecinta. Salah satu indikasi yang nyata ialah saat ditanya, kapan dirinya menikahimu, malah seenak hati menjawab nanti kalau sudah siap lahir-batin.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Masalahnya, siap lahir-batin itu kapan? Harus jelas mendudukan siap lahir itu seperti apa serta siap batin juga seperti apa. Kalau 'siap lahir-nya' menunggu kaya sementara pekerjaan saja belum ada, bisa-bisa bakal jadi pemimpi nikah selama-lamanya. Kalau 'siap batin-nya' menunggu keyakinan menikah ada, jadi untuk apa menjalin hubungan kalau keyakinan menikah saja tidak diniatkan segera. Giliran pacaran yang jelas haram berani, saat diajak nikah ciut nyali. Lebih baik, tinggalkan saja sebelum sesal memenuhi hati. Semoga pecinta sejati dapat menyikapi masalah ini dengan lebih bijaksana. Mari menikah untuk mewujudkan cinta sebagai sarana ibadah! (penulis:&nbsp;</span><span style="color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 19.32px;">Arief Siddiq Razaan )</span></div></div>Torik Abu Abdanhttps://plus.google.com/107916840875277285697noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-6517315984200749135.post-89338543867447455842015-10-25T21:10:00.001+07:002015-10-25T21:10:18.032+07:00Kisah Mengharukan Ibu Tua dan Sebatang Pohon<div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px;"><span style="line-height: 19.32px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Di halaman sebuah masjid tumbuhlah sebatang pohon berdaun lebat. Setiap pagi sesudah shalat subuh secara berjamaah, seorang janda yang telah lanjut usia kerap menyengaja pulang paling akhir untuk mengutip satu demi satu daun kering yang terjatuh dari pohon itu. Dengan sabar, daun-daun yang berserakan dipungutnya lalu dimasukkan ke keranjang sampah. Padahal di masjid telah disediakan sapu. Semua orang heran dengan perilakunya, namun mereka enggan bertanya sebab janda tua itu tuna wicara.</span></span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px;"><span style="line-height: 19.32px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Hingga pada suatu malam selepas pengajian diumumkan bahwa esok hari, pohon yang telah berusia puluhan tahun itu akan ditebang oleh pengurus masjid. Mendengar berita tersebut, sang janda tu menangis. Keesok harinya, pekerjaan memungut daun selepas ibadah shalat subuh tetap dilaksanakannya. Namun, tidak seperti biasanya, sesudah selesai memungut daun-daun yang berserakan, ia memilih bertahan di masjid. Saat pengurus masjid datang membawa peralatan untuk menebang pohon, tiba-tiba janda tua itu memeluk pohon kuat-kuat. Orang-orang berpikir dirinya sudah menjadi gila karena mencintai pohon, jika tidak bagaimana mungkin dirinya memeluk pohon saat akan ditebang disertai dengan linangan air mata.</span></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><img border="0" height="426" src="http://1.bp.blogspot.com/-pnHTekw56HY/ViziqUlWloI/AAAAAAAAM9A/nOf9gyqaEVM/s640/Kisah%2BMengharukan%2BIbu%2BTua%2Bdan%2BSebatang%2BPohon.png" width="640" /></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Saat ada pegurus masjid yang mendekat, janda tua itu bersimpuh dan dengan isyarat tangan, dirinya memohon agar pohon itu tidak ditebang. Kemudian, ia mengeluarkan secarik kertas. Pengurus masjid itu membacakannya di depan hadirin sekalian.</span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">"Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuhu...</span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Semoga Allah memberikan keselamatan, kesejahteraan, dan kemuliaan untuk seluruh pengurus masjid.</span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Sungguh, andai saja Allah memberikan anugerah suara, ingin kusampaikan sebuah permohonan. Aku bermohon dengan sepuluh jemari-sebelas bersama kepala, pohon ini janganlah ditebang.</span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Pohon ini satu-satunya warisan yang ditinggalkan almarhumah suamiku sebelum meninggal dunia. Saat itu, ia menikahiku meskipun tahu diriku tidak bisa memiliki anak karena mandul. Kemudian, pada malam pertama kami menikah, suamiku membawaku ke masjid ini. Ia menanam sebatang pohon, sembari berkata, "istriku... aku menikahimu karena Allah. Meski kita tidak mendapat keturunan, sebagai gantinya mari kita tanam pohon ini di depan Masjid. Kelak, rawatlah pohon ini dengan kasih dan sayang. Bukankah tumbuh-tumbuhan juga bertasbih pada-Nya, jadi anggaplah pohon ini anak kita dan rawatlah dengan kesungguhan cinta, semoga saja pohon ini kelak mengerti betapa tulus kasih sayang kita selaku orang tua angkatnya."</span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Itulah mengapa, diriku tidak menggunakan sapu saat membersihkan daun-daun yang begururan dari rantingnya, karena aku tak ingin menyakiti pohon yang sudah kuanggap darah dagingku. Aku tak ingin bagian dari anakku terluka, maka kupungut setiap helai daun yang beguguran dari rantingnya seraya berdzikir semoga Allah kelak bukan hanya menumbuhkannya di dunia tetapi juga di surga-Nya.</span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Aku berdoa, semoga kelak pohon ini akan kembali menjadi saksi bahwa pernikahan karena Allah itu landasan utama untuk berumah tangga. Meskipun diriku berkenan suamiku berpoligami karena aku tak bisa hamil, dirinya tidak mau. Sebab baginya anak itu dilahirkan atas dasar kesucian jiwa pada penerimaan batin, jika batin mampu menerima sebatang pohon sebagai anak yang bisa dibesarkan dengan cinta kasih, mengapa memaksakan diri untuk berpoligami padahal bisa jadi saat berpoligami lebih didasarkan nafsu birahi. Suamiku tidak ingin meyakiti perasaanku, ia tak ingin mengutamakan birahinya semata.</span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Aku mengusulkan padanya bagaimana sekiranya jika mengangkat anak dari panti asuhan. Lagi-lagi suamiku menolak, ia percaya Allah masih bisa memberi keajaiban. Buktinya Nabi Zakaria masih bisa diberi keturunan meski usianya mencapai 100 tahun, yang terpenting selalu berdoa dan sebagai gantinya suamiku mengajakku merawat pohon ini seperti anak kandung sendiri. Namun, hingga ajal menjemputnya diriku tidak bisa hamil. Pada saat ia akan meninggal dalam keadaan sakit, ia masih berpesan; "bagaimana pun caranya, rawatlah pohon itu sepeninggalku, jangan biarkan siapa pun menyakitinya."</span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Dari itu, kepada seluruh pengurus masjid. Aku mohon jangan bunuh anak kami, pohon inilah satu-satunya yang kami anggap keturunan dari pernikahan kami. Semoga Allah membuka mata hati kalian agar mewujudkan keinginanku ini.</span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuhu.</span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Setelah mendengar pembacaan surat itu, hadirin sekalian menangis. Bahkan banyak suami yang tiba-tiba memeluk istrinya, atau hanya sekadar memengang tangannya dengan erat. Sungguh, inilah cinta karena Allah. Meski almarhum suami janda tua diberikan izin pologami, ia tetap memilih untuk beristri satu saja. Baginya, menikah itu diniatkan ibadah maka proses membimbing istri menuju rumah tangga sakinah, mawaddah, warahmah menempati urutan utama. []</span></div><div style="background-color: white; color: #141823; display: inline; line-height: 19.32px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Arief Siddiq Razaan&nbsp;[*] Silakan share, semoga bermanfaat.</span></div></div>Torik Abu Abdanhttps://plus.google.com/107916840875277285697noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-6517315984200749135.post-20319160524490930552015-10-24T12:09:00.001+07:002015-10-24T12:09:29.741+07:00Anda Perlu Tahu! Etika, Norma dan Kepentingan<div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><b>Oleh: Anshari</b></span><br /><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Tahun 2001 tepatnya di bulan Desember, publik Amerika dikejutkan sebuah kasus yang menggemparkan. Enron, sebuah perusahaan yang masuk dalam 5 besar diantara 700 perusahaan terbaik Amerika mendaftarkan kebangkrutan. Sangat aneh karena bulan Oktober sebelumnya, Andersen, Auditor publik memberikan laporan bahwa Enron mencatat keuntungan sebesar USD 600 juta dollar (setara 7,8 trilyun rupiah). &nbsp;Ternyata, keuntungan itu hanya ilusi dan tipuan pencatatan. Setelah penyelidikan investigatif, diketahui Enron memanipulasi pencatatan lebih dari USD 1 milyar dollar sehingga posisi rugi-laba membukukan kerugian sebesar USD 644 juta (setara lebih dari 8 trilyun).</span><br /><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Sejarah mencatat, saat bankrut, Enron meninggalkam hutang sebesar USD 31,2 milyar, memecat 5000 pegawai dan harga sahamnya jatuh dari USD 90.56 per lembar menjadi kurang dari USD 1 per lembar.</span><br /><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><img border="0" height="452" src="http://1.bp.blogspot.com/-nCDOnfilJ78/VisSUhtvziI/AAAAAAAAM7o/cQPsSMsWRwE/s640/Etika%252C%2BNorma%2Bdan%2BKepentingan.png" width="640" /></div><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Kasus ini menyebabkan kerugian yang luar biasa bagi banyak pihak terutama para pekerja yang mempercayakan uang pensiunnya dengan memegang saham Enron. Ribuan pekerja yang sangat sumringah tiba-tiba jatuh miskin karena uangnya habis dengan terjungkalnya harga saham Enron yang begitu murah.&nbsp;</span><br /><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Kasus Enron, sebuah perusahaan besar dunia, diaudit oleh Arthur Andersen (auditor skala global), memiliki prosedur dan aturan yang ketat, dipimpin oleh profesional sejati, berada di Amerika yang merupakam negara dengan tingkat kepercayaan tinggi, tetapi melakukan penipuan dan berakhir dengan hilangnya reputasi dan histori. Mereka sangat mengerti integritas, profesionalisme, etika dan menjadi panutan.</span><br /><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Mengapa bisa terjadi?</span><br /><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Pada dasarnya semua manusia sangat mengerti dengan etika dan norma. Manusia dimanapun berada dan apapun bangsanya paham dengan kaidah-kaidah universal yang namanya baik dan buruk. Tapi, ketika semua itu dihadapkan dengan "kepentingan" serta "keuntungan", manusia akhirnya harus memilih. Eksekutif Enron saat itu memilih "kepentingan" dan meninggalkan etika dan norma.</span><br /><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Asap dan Kepentingan</span><br /><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Musuh itu kalaupun kita anggap musuh, atau kita anggap musibah, atau kita anggap ujian, bernama "asap". Lebih dari tiga bulan, asap pekat hasil pekerjaan kreatif manusia memenuhi atmosfer dan menenggelamkan 7 (tujuh) propinsi dengan kepekatannya, menyebar ke negara-negara tetangga dan memberikan pekerjaan besar bagi elemen negara untuk mengatasinya.</span><br /><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Jutaan liter air telah dicurahkan dari langit melalui pesawat yang menderu, jutaan ton garam disemai di atas awan yang bernama kolonimbus untuk memancing turunnya hujan. Ribuan prajurit diterjunkan, dibantu brimob, relawan dan masyarakat, masuk ke dalam hutan dengan peralatan semaksimal yang ada untuk memadamkan titik api. Namun asap tetap pekat, anak-anak mulai menjerit, masyarakat mulai berteriak, surat-surat dikirimkan ke Presiden agar musuh yang bernama 'asap' bisa segera ditundukkan. Tapi, musuh ini hanya bisa dilumpuhkan dengan 'hujan' dan sayangnya, hujan belum bersedia turun.</span><br /><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Sama seperti kasus Enron, siapapun tahu bahwa "membakar" akan menghasilkan asap. Bagaimana jika 1,7 juta hektar yang dibakar? Setiap orang tahu, asapnya akan memenuhi pulau. Aturan juga sudah dikeluarkan, setiap pelaku industri perkebunan juga sudah memberikan komitmen, Pemda merasa sudah mengawasi, Kementerian sudah merasa tegas, Kepolisian sudah melakukan tindakan hukum.</span><br /><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Mengapa asap mengepul?</span><br /><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Kita harus melihat ini sebagai pelajaran etika dan norma yang mahal sekali harganya. Lima tahun lalu, Malaysia adalah produsen terbesar CPO dunia. Melihat itu, Indonesia bercita-cita mengungguli Malaysia. Sangat pantas memang dengan melihat luasnya daratan yang menjadi potensi. Sama seperti rumah yang tumbuh di tanah kosong perkotaan, lahan sawit menjamur di tanah kosong manapun yang tersedia. Perbukitan, lembah, ngarai, gambut, bahkan jika pantai bisa ditanam sawit, maka kita akan melihat replika pohon kurma itu memenuhi garis pantai.</span><br /><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Kepentingan akan keuntungan membuat semuanya seperti boleh dilakukan. Hutan dibakar, di atas bara muncullah tanaman sawit yang jika ditanya, tidak ada yang tahu siapa yang punya. Batas-batas lahan merembet jauh dari semestinya. Jika ada pertanyaan, maka bukti akan keabsahan akan ditunjukkan, apakah itu izin konsesi, audit, bukti prosesi atau apalah tumpukan validasi yang menyatakan bahwa semua investasi telah memenuhi aturan.</span><br /><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Tapi, apakah etika dan norma masuk dalam pertimbangan kepentingan?</span><br /><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Dengan kasus asap yang melanda negeri ini, dengan singkat terjawab, "TIDAK".</span><br /><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Apalah artinya narasi tanpa realisasi. Saya hanya ingin memberikan deskripsi bahwa kasus ini akan terus terjadi jika semua pihak terutama regulasi yang mempunyai kemampuan memaksa dan dipercaya rakyat yang harus dilindungi, tidak melihat pekerjaannya sebagai patriot sejati tetapi hanya sebatas janji dan sialnya lagi hanya mengukurnya sebagai sesuap nasi.</span><br /><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Mudah-mudahan, makhluk bernama asap ini membuka kesadaran kita semua, di atas kepentingan itu ada "etika" dan "norma". Ketika itu dilanggar karena tak berwujud, hasil akhirnya adalah kerugian yang tiada tara. (sumber:WA)</span></div>Torik Abu Abdanhttps://plus.google.com/107916840875277285697noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-6517315984200749135.post-22636244478888260882015-10-23T15:53:00.001+07:002015-10-23T16:16:14.588+07:00Anak Kita Lebih Membutuhkan Orang Tua Ter-akreditasi A Ketimbang Sekolah Yang Terakreditasi A<div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif; line-height: 19.32px;">Itulah mengapa di sekolah kami dilakukan Placement Test untuk para orang tua yang akan menyekolahkan ditempat kami, agar kita para orang tua juga bisa menjadi orang tua yang terakreditasi A dan tidak hanya bisa menuntut anaknya saja terakreditasi A.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif; line-height: 19.32px;"><br /></span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Saya ingat sahabat sejawat saya pak Munif Chotib pernah berkata; Orang yang sering kali menghancurkan masa depan anaknya adalah orang tu<span class="text_exposed_show" style="display: inline;">anya sendiri, dan sebaliknya.</span></span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><img border="0" height="434" src="http://3.bp.blogspot.com/-96QQG6rKu1k/Vin1WJqpOVI/AAAAAAAAM6Y/3A9jr55zWvc/s640/Anak%2BKita%2BLebih%2BMembutuhkan%2BOrang%2BTua%2BTer-akreditasi%2BA%2BKetimbang%2BSekolah%2BYang%2BTerakreditasi%2BA.png" width="640" /><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><span class="text_exposed_show" style="display: inline;"><br /></span></span></div><div class="text_exposed_show" style="background-color: white; display: inline; line-height: 19.32px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif; line-height: 19.32px;">Berikut sebuah sharing kisah yang pernah ditulis oleh seorang sahabat komunitas Akhmad Kharik.</span><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"></span><br /><div style="margin-bottom: 6px;"><br /></div><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"></span><br /><div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Tentang peran ibunya thomas alfa edison dalam memotivasi anaknya :&nbsp;</span><span style="font-family: Verdana, sans-serif; line-height: 19.32px;">Pada suatu hari seorang anak laki laki pulang ke rumah dan memberikan sepucuk surat tertutup dari kepala sekolah kepada Mamanya.</span></div><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"></span><div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Anak itu berkata : "Kepala sekolah memberikan surat ini pada saya dan berpesan agar surat ini hanya diberikan pada Mama"</span></div><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><br /></div><div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;">Membaca surat itu, dgn air mata berlinang sang Mama membacakan surat tsb sehingga anak itu mendengarnya :</div><div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><br /></div><div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;">"Anak Kamu terlalu jenius, sekolah ini terlalu sederhana dan tdk cukup guru yg baik utk melatih dia, ajari dia secara langsung"</div><div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;">Saat itu Thomas masih belum bisa membaca, hingga tak tahu apa isi surat itu yang sesungguhnya.</div><div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><br /></div><div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;">Tahun demi tahun berlalu, Mama itupun sdh meninggal. Anak laki laki itu sudah tumbuh dan kelak menjadi penemu hebat bernama Thomas Alfa Edison</div><div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;">Suatu ketika dia menemukan surat yg dulu dikirim oleh gurunya di laci meja Mamanya.</div><div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><br /></div><div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;">Dia membuka dan membaca isi surat YG SEBENARNYA TERTULIS :</div><div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;">"Anak Kamu punya masalah keterbelakangan mental/kejiwaan, kami tidak mengizinkan lagi dia datang ke sekolah ini selamanya"</div><div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><br /></div><div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;">Edison menangis berjam-Jam dan menulis ini di buku hariannya :</div><div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;">"Thomas Alfa Edison adalah anak gila yg oleh seorang pahlawan yaitu Mama saya, diubahnya menjadi yg jenius sepanjang Abad"</div><div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;">Mari kita renungkan bersama...</div><div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><br /></div><div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;">sumber: &nbsp;FB&nbsp;Komunitas AYAH EDY</div></span></div><div class="_6a _6b" style="display: inline-block; vertical-align: middle;"><div class="_5pcp" style="color: #9197a3; position: relative;"><br /></div></div></div>Torik Abu Abdanhttps://plus.google.com/107916840875277285697noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-6517315984200749135.post-52738169513488370202015-10-22T02:34:00.001+07:002015-10-22T02:35:48.980+07:005 Dari 10 Keluarga Indonesia Pernah Mengalami Hal Ini<div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif; line-height: 19.32px;"><a href="http://www.beradab.com/2015/10/5-darii-10-keluarga-indonesia-pernah.html" target="_blank">Haruskah kita marah atau membohongi anak jika anak kita mengangis dan ingin ikut saat kita mau berangkat kerja di pagi hari ?</a></span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Mari kita simak kisah berikut ini ?</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Dengan tergesa, Louisa memasuki kantornya. Untung saja belum terlambat. Tadi pagi ia bangun kesiangan. Belum lagi harus mendiamkan Lana, putri tunggalnya yang merengek tidak mau ditinggal kerja.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Seperti biasa, sebelum memulai pekerjaannya, ia menghubungi pengasuh Lana di rumah.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">“Mbak,… Gimana? Lana sudah nggak menangis lagi, kan?” tanyanya sedikit cemas.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">“Iya, Bu. Sudah diam. Tadi sih sempat teriak-teriak mau sama Ibu…” kata pengasuhnya mengakhiri pembicaraan.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Louisa menarik nafas panjang. Repot juga kalau tiap hari harus bermain kucing-kucingan dengan putrinya. Heran, padahal sudah tiga tahun usia Lana. Tapi kenapa ya, ia masih saja menangis kalau ditinggal bekerja?</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Jawaban Ayah Edy<br />Ayah-bunda yang berbahagia, memang sedih ya kalau buah hati di rumah kurang mengizinkan kita ketika hendak mencari nafkah. Tetapi, bukan berarti kita harus selalu bermain kucing-kucingan atau berbohong supaya mereka tidak menangis.</span></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><img border="0" height="420" src="http://3.bp.blogspot.com/-uWTaqkDUx1Q/VifopzTMyPI/AAAAAAAAM2Y/tZZicvU1sxc/s640/5%2BDariI%2B10%2BKeluarga%2BIndonesia%2BPernah%2BMengalami%2BHal%2BIni.png" width="640" /></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Yang ayah-bunda bisa lakukan adalah tetap memberi pemahaman kepada anak bahwa ada hari-hari Anda harus bekerja dan tidak bisa mengajak mereka. Misalkan dengan berkata seperti ini;</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">“Kakak, Bunda mau berangkat kerja… Kalau Bunda kerja, Kakak nggak bisa ikut.. Kalau Bunda jalan-jalan, Kakak boleh ikut. Kakak boleh marah, boleh menangis tapi Bunda tetap harus berangkat.<br />Maaf, ya.. Daaaaag Kakak…”</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Di tahap awal, pasti anak akan menangis. Tapi itu adalah proses yang harus dijalani.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Tapi ingat..., Sebaliknya, di waktu yang telah disepakati, kita harus memenuhi janji mengajak mereka jalan-jalan.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">“Hari ini ayah-bunda nggak kerja dan mau jalan-jalan. Sekarang kakah boleh ikut, Nah siapa yang mau ikut...?”</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Perlahan-lahan tapi pasti anak akan mempelajari kapan mereka bisa ikut ayah-bundanya dan kapan tidak. Kapan ayah-bundanya jalan-jalan, kapan mereka bekerja.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Kalau kita berbohong, itu tidak akan menyelesaikan masalah. Misalkan, supaya anak tidak menangis, ada orang tua yang membohongi anak dengan berkata akan pergi sebentar atau minta diambilkan sesuatu di dalam rumah sehingga ketika anaknya masuk, ayahnya langsung berangkat.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Dengan cara ini anak tidak pernah membangun pengertian akan boleh dan tidak boleh ikut ke satu tempat tertentu.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Dengan berbohong, selain membuat orang tua lelah, juga akan menyimpan masalah baru karena telah mengajarkan anak untuk berbohong.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">so jika anak kita saat ini pandai berbohong mungkin penyebabnya adalah dulu kita telah salah dalam mengasuhnya.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Jadi tunggu apa lagi segera temukan bukunya di Gramedia, kemudian di baca dan diterapkan caranya satu persatu biar gak salah lagi dalam mendidik anak kita, nanti kalau terlanjur sudah besar semakin sulit lho...</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Selamat beraktivitas... ya Ayah Bunda, Mama, Papa</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Dipetik dari salah satu kasus dalam buku <a href="http://www.beradab.com/2015/10/5-darii-10-keluarga-indonesia-pernah.html" target="_blank">AYAH EDY MENJAWAB 100 persoalan anak yang jawabannya tidak ada di kamus manapun</a>.</span></div></div>Torik Abu Abdanhttps://plus.google.com/107916840875277285697noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-6517315984200749135.post-45293239219366432462015-10-21T10:10:00.003+07:002015-10-21T10:10:37.401+07:00Apakah Bapak Mau Menjilat Kotoran Binatang?<div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px;"><span style="line-height: 19.32px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Embun dipeluk cuaca, pagi menjelma. Di sebuah kantor, seorang wanita muslimah sedang melakukan wawancara kerja.</span></span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px;"><span style="line-height: 19.32px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">"Penampilan anda sungguh jelita,oleh sebab itu perusahaan kami tertarik memperkerjakan anda," ujar seorang pegawai kantor yang ditugaskan mewawancara.</span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">"Alhamdulillah, sungguh kecantikan itu anugerah. Apabila dianggap bernilai lebih dalam perusahaan anda, tentu atas kehendak Allah semata. Bagaimana dengan syarat lainnya?" Sahut sang wanita.</span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><img border="0" height="400" src="http://4.bp.blogspot.com/-2tHbR2_YIYA/VicB6iz0TAI/AAAAAAAAM0c/Ics05BUXVxQ/s640/Apakah%2BBapak%2BMau%2BMenjilat%2BKotoran%2BBinatang.png" width="640" /></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">"Masalah ijazah itu cuma formalitas doang, lagipula perusahaan kami bergerak di bidang niaga. Jadi lebih mengutamakan penampilan daripada keilmuannya."</span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">"Jika demikian apakah saya diterima berkerja?"</span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">"Tentu saja, tetapi ada syaratnya."</span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">"Syarat apalagi, Pak. Semoga saya bisa memenuhinya."</span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">"Gampang... saudari mesti membuka jilbab dan menggunakan kemeja lengan pendek serta rok mini yang sudah disediakan sebagai pakaian kerja."</span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">"Inna lillahi wa inna ilahi rajiun, musibah apa ini ya Allah," gumam wanita itu dalam hatinya.</span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Keadaan hening. Wanita itu berusaha menenangkan dirinya.</span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">"Bagaimana? Apa saudari bersedia?"</span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">"Sebelum menjawab pertanyaan Bapak, boleh saya bertanya?"</span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">"Tentu, silakan bertanya apa saja."</span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">"Apakah Bapak bersedia menjilat kotoran binatang?" Ujar wanita itu dengan tegasnya.</span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">"Jangan menghina saya! Berani-beraninya anda bertanya yang sangat tidak manusiawi, percuma saja anda berjilbab kalau begitu omongannya!"</span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">"Justru karena saya berjilbab maka saya berkata demikian, lebih manusiawi mana menyuruh wanita berjilbab agar mengobral auratnya dengan menyuruh penghina agama untuk menjilat kotoran margasatwa?"</span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Wanita itu menatap lelaki di hadapannya dengan pandangan penuh kharisma.</span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">"Mengapa Bapak diam? Baik saya jelaskan! Hijab adalah identitas agama sekaligus harga diri saya. Dengan anda menyuruh saya membukanya berarti anda bukan saja menghina saya tetapi juga menghina agama yang saya anut dengan segenap jiwa."</span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Lelaki itu terdiam, tak tahu harus berkata apa.</span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">"Sedangkan menyuruh anda menjilat kotoran binatang itu hanya menyangkut diri anda. Lagipula, kalau cuma terkena kotoran binatang bisa bersuci dengan menggunakan air dan campuran tanah, lalu bagaimana caranya saya bersuci apabila mengotori keimanan hanya demi sebuah pekerjaan saja?"</span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Wanita itu menarik napas sejenak, ada yang terasa menyesak di dada.</span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">"Jilbab itu sudah saya anggap nyawa. Daripada anda menyuruh membuka jilbab dan menggunakan baju lengan pendek serta rok mini, lebih baik bunuhlah saya. Insya Allah itu akan menjadikan saya mati syahid. Jadi maaf, saya yang menolak berkerja pada anda karena wanita bukan alat memasarkan produk komoditas dengan mengumbar seksualitas, wanita harus cerdas dan memiliki integritas. Itulah gunanya ijazah dan bagi saya, ilmu itu juga prioritas!" Wanita itu mengakhiri wawancara dan pergi begitu saja.</span></div><div style="background-color: white; color: #141823; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; color: #141823; display: inline; line-height: 19.32px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">[penulis: Arief Siddiq Razaan]</span></div></div>Torik Abu Abdanhttps://plus.google.com/107916840875277285697noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-6517315984200749135.post-88901971122140455472015-10-20T21:29:00.000+07:002015-10-20T21:47:53.381+07:00Lelaki Wajib Tahu! Ini Rahasia Menjadi Suami Idaman<div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Ketahuilah, selalu ada cara untuk memasuki pengharapan <a href="http://www.beradab.com/2015/10/lelaki-wajib-tahu-ini-rahasia-menjadi.html" target="_blank">menjadi suami idaman</a>. Berikut ini tersedia delapan cara yang mungkin akan berguna bagimu, cobalah memasukinya satu persatu semoga diberi kemudahan dalam mewujudkannya.</span><br /><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">1. Saat suami kebanyakan berlomba-lomba membelikan anaknya beraneka ragam mainan, suami idaman dengan tekun mengajari anaknya menjadi penghafal Al-Qur'an.</span><br /><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span><br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><img border="0" height="426" src="http://3.bp.blogspot.com/--okCPt9idss/ViZT1hxMG9I/AAAAAAAAM0M/fTB3BZXv5q0/s640/Lelaki%2BWajib%2BTahu%2521%2BIni%2BRahasia%2BMenjadi%2BSuami%2BIdaman.png" width="640" /></div><br /><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">2. Saat suami kebanyakan mengajak rekreasi ke pulau-pulau yang megah hingga keluar uang ratusan juta rupiah, suami idaman mengupayakan agar bisa besama-sama ke Baitullah menunaikan ibadah haji beserta umrah.</span><br /><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">3. Saat suami kebanyakan membelanjakan uang untuk rokok tanpa perhitungan padahal sudah jelas merusak kesehatan, suami idaman lebih ikhlas menyumbangkan hartanya untuk disedekahkan berharap Allah memberi segala keberkahan.</span><br /><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">4. Saat suami kebanyakan sibuk nongkrong di warung kopi bergosip soal orang lain seolah hanya dirinya makhluk yang paling suci, suami idaman lebih senang berkumpul bersama istri dan membimbingnya untuk mengaji.</span><br /><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">5. Saat suami kebanyakan menunggu istri bangun duluan jika tidak bisa langsung marah-marah, suami idaman bergegas bangun kemudian mengajak istrinya berwudhu menunaikan shalat dengan senyum yang cerah.</span><br /><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">6. Saat suami kebanyakan sibuk kantor untuk berbisnis hingga kerap pulang ke rumah membawa masalah dan berperilaku sinis, suami idaman berkerja diniatkan untuk pulang dengan raut wajah humoris agar sang istri menyambutnya penuh romantis.</span><br /><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">7. Saat suami kebanyakan merasa malu membawa bekal dari rumah dengan alasan ketinggalan zaman, suami idaman justru meminta bekal untuk dibawa ke pekerjaan sebab ingin terus merasakan racikan menu dari istri yang membahagiakan.</span><br /><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">8. Saat suami kebanyakan merasa enggan ke rumah mertua, <a href="http://www.beradab.com/2015/10/lelaki-wajib-tahu-ini-rahasia-menjadi.html" target="_blank">suami idaman </a>justru bersukacita menyambutnya dengan niat untuk memuliakannya karena sudah menjadi ibu dan ayah bagi istri yang begitu dicintainya.</span><br /><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Arief Siddiq Razaan, 19 Oktober 2015</span></div>S Mayahttps://plus.google.com/107763121291921101239noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-6517315984200749135.post-40179609754772998742015-10-18T18:28:00.001+07:002015-10-18T18:28:23.321+07:00Fakta, Begini Awal Cerita dan Kronologis Meletusnya Kerusuhan di Aceh Singkil<div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"><div style="background-color: white; box-sizing: border-box; line-height: 20px; margin-bottom: 10px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">BERAWAL dari unjuk rasa elemen masyarakat yang menamakan dirinya Pemuda Peduli Islam (PPI), pada Selasa, 6 Oktober 2015, di Kantor Bupati Kabupaten Aceh Singkil.</span></div><div style="background-color: white; box-sizing: border-box; line-height: 20px; margin-bottom: 10px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Dalam aksinya itu, PPI menuntut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Singkil segera membongkar gereja atau Undung-undung yang tidak mempunyai Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang tertuang dalam Peraturan Gubernur Aceh Nomor 25 Tahun 2007 dan SKB 2 Menteri Nomor 8/9 Tahun 2006.</span></div><div style="background-color: white; box-sizing: border-box; line-height: 20px; margin-bottom: 10px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Kemudian, pada hari Kamis, 8 Oktober 2015&nbsp;terjadi pertemuan FKUB Provinsi Aceh, Bimas Katolik Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh beserta Pemda Aceh Singkil yang diwakili oleh Wakil Bupati Aceh Singkil.</span></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://4.bp.blogspot.com/-5zbF8AxKtrI/ViOCPg_4CtI/AAAAAAAAMyA/9bTzZTo4iGs/s1600/Begini%2BAwal%2BCerita%2Bdan%2BKronologis%2BMeletusnya%2BKerusuhan%2Bdi%2BAceh%2BSingkil.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="360" src="http://4.bp.blogspot.com/-5zbF8AxKtrI/ViOCPg_4CtI/AAAAAAAAMyA/9bTzZTo4iGs/s640/Begini%2BAwal%2BCerita%2Bdan%2BKronologis%2BMeletusnya%2BKerusuhan%2Bdi%2BAceh%2BSingkil.png" width="640" /></a></div><div style="background-color: white; box-sizing: border-box; line-height: 20px; margin-bottom: 10px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Selanjutnya pada Senin, tanggal 12 Oktober 2015, Pemda Aceh Singkil mengundang para tokoh dari Unsur Forkopimda, unsur DPRK Aceh Singkil, Pimpinan Dayah/Pesantren, Ormas, dan Ulama untuk mengadakan rapat tentang menanggapi tuntutan dari Pemuda Peduli Islam (PPI) Kabupaten Aceh Singkil. Rapat yang dimulai sejak pukul 10.00 pagi itu tidak membuahkan hasil.</span></div><div style="background-color: white; box-sizing: border-box; line-height: 20px; margin-bottom: 10px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Lalu, Pemda meminta kepada perwakilan rapat untuk masuk ke ruangan kerja Bupati Aceh Singkil. Hasil dari pertemuan itu, disepakati akan membongkar 10 gereja dan Undung-undung pada tanggal 19 Oktober 2015.</span></div><div style="background-color: white; box-sizing: border-box; line-height: 20px; margin-bottom: 10px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Selesai rapat, masih di hari yang sama (Senin, 12 Oktober), Unsur Forkopimda melanjutkan Rapat Paripurna, dan perwakilan rapat langsung menuju ke Kampung Lipat Kajang Bawah.</span></div><div style="background-color: white; box-sizing: border-box; line-height: 20px; margin-bottom: 10px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Setiba di sana, massa dari umat Islam sudah menanti. Surat berita acara kesepakatan hendak dibacakan oleh saudara Warman, namun tidak jadi dibaca, karena massa terus mendesak untuk melakukan pembongkaran gereja/undung-undung.</span></div><div style="background-color: white; box-sizing: border-box; line-height: 20px; margin-bottom: 10px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Esok harinya, 13 Oktober 2015, selesai unsur Muspida Aceh Singkil menggelar Rapat Paripurna, langsung menuju Kampong Lipat Kajang untuk menemui massa, namun kehadiran Bupati beserta rombongan ditolak untuk masuk ke lokasi massa.</span></div><div style="background-color: white; box-sizing: border-box; line-height: 20px; margin-bottom: 10px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; box-sizing: border-box; line-height: 20px; margin-bottom: 10px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Sekitar pukul 02.00, unsur Forkopimda meminta untuk menjumpai Korlap dari PPI untuk membacakan hasil rapat yang diadakan di kantor Bupati. Besar harapan Bupati agar massa menahan diri untuk tidak melakukan pembongkaran gereja/undung-undung. Begitu juga dengan Dandim, meminta massa untuk tidak melakukan kerusuhan.</span></div><div style="background-color: white; box-sizing: border-box; line-height: 20px; margin-bottom: 10px;"><br /></div><div style="background-color: white; box-sizing: border-box; line-height: 20px; margin-bottom: 10px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Pada hari Selasa pagi, (13/10), massa yang mengatasnamakan umat Islam langsung menuju ke Kampong Suka Makmur dan langsung membakar Undung-undung. Selesai pembakaran Undung-undung, massa langsung menuju ke Kampung Dangguran untuk hal yang sama. Namun, belum sempat menertibkan gereja liar itu, pihak Nasrani melakukan perlawanan dengan&nbsp;&nbsp;menembaki massa yang berada di lokasi.</span></div><div style="background-color: white; box-sizing: border-box; line-height: 20px; margin-bottom: 10px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Dalam kerusuhan tersebut, korban jatuh di pihak umat Islam. Satu dinyatakan meninggal, dan 5 luka-luka. Mereka yang menjadi korban adalah: Syamsul bin Idal (25) — meninggal terkena tembakan aparat. Peluru itu mengenai sebelah mata,&nbsp;&nbsp;dada sebelah kiri dan leher.</span></div><div style="background-color: white; box-sizing: border-box; line-height: 20px; margin-bottom: 10px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Sedangkan yang menjadi korban luka, yakni: Salman (18) — warga Silatong,&nbsp;&nbsp;luka tembak bagian perut kiri, Uyung (27) asal Tanjung Mas, luka tembak bagian bahu kanan, Asriyanto (21) asal Silatong Kecamatan Simpang Kanan, luka bagian tangan kanan, Amsar (53) asal Bulusema, luka bagian kepala, dan Herman (21) asal Ketapang Indah, Singkil Itara, luka tembak bagian kanan.</span></div><div style="background-color: white; box-sizing: border-box; line-height: 20px; margin-bottom: 10px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Dilaporkan, pada saat kejadian, polisi langsung menangkap 47 orang umat Islam yang ikut melakukan aksi di Aceh Singkil. (Desastian/JITU/islampos)</span></div><div style="background-color: white; box-sizing: border-box; color: #333333; font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 20px; margin-bottom: 10px;"><br /></div></div>Torik Abu Abdanhttps://plus.google.com/107916840875277285697noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-6517315984200749135.post-5130226136035899482015-10-15T07:40:00.000+07:002015-10-15T07:40:05.547+07:00Kisah: "Menyesal Saat Sakaratul Maut"<div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif; line-height: 19.32px;">Alkisah seorang sahabat bernama Sya’ban RA.</span><span style="font-family: Verdana, sans-serif; line-height: 19.32px;">&nbsp;</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Ia adalah seorang sahabat yang tidak menonjol dibandingkan sahabat – sahabat yang lain.<br />Ada suatu kebiasaan unik dari beliau yaitu setiap masuk masjid sebelum sholat berjamaah dimulai dia selalu beritikaf di pojok depan masjid.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Dia mengambil posisi di pojok bukan karena supaya mudah senderan atau tidur, namun karena tidak mau mengganggu orang lain dan tak mau terganggu oleh orang lain dalam beribadah.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Kebiasaan ini sudah dipahami oleh sahabat bahkan oleh RasululLah Shallallahu `alaihi Wa Sallam, bahwa Sya’ban RA selalu berada di posisi tersebut termasuk saat sholat berjamaah.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Suatu pagi saat sholat subuh berjamaah akan dimulai RasululLah Shallallahu `alaihi Wa Sallam mendapati bahwa Sya’ban RA tidak berada di posisinya seperti biasa.&nbsp;</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><img border="0" height="406" src="http://3.bp.blogspot.com/-4VrBKJ463lI/Vh71yV0pT8I/AAAAAAAAMrA/VlWuss7x5Ps/s640/Kisah%2BMenyesal%2BSaat%2BSakaratul%2BMaut.png" width="640" /></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br />Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam pun bertanya kepada jemaah yang hadir apakah ada yang melihat Sya’ban RA.<br />Namun tak seorangpun jemaah yang melihat Sya’ban RA.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Sholat subuhpun ditunda sejenak untuk menunggu kehadiran Sya’ban RA. Namun yang ditunggu belum juga datang.<br />Khawatir sholat subuh kesiangan, Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam memutuskan untuk segera melaksanakan sholat subuh berjamaah.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Selesai sholat subuh, Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam bertanya apa ada yang mengetahui kabar dari Sya’ban RA.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br />Namun tak ada seorangpun yang menjawab .</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam bertanya lagi apa ada yang mengetahui di mana rumah Sya’ban RA.<br />Kali ini seorang sahabat mengangkat tangan dan mengatakan bahwa dia mengetahui persis di mana rumah Sya’ban RA.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">RasululLah Shallallahu `alaihi Wa Sallam yang khawatir terjadi sesuatu dengan Sya’ban RA meminta diantarkan ke rumah Sya’ban RA.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Perjalanan dengan jalan kaki cukup lama ditempuh oleh Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam dan rombongan sebelum sampai ke rumah yang dimaksud.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Rombongan Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam sampai ke sana saat waktu afdol untuk sholat dhuha<br />( kira-kira 3 jam perjalanan).</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Sampai di depan rumah tersebut beliau Shallallahu `alaihi Wa Sallam mengucapkan salam.<br />Dan keluarlah seorang wanita sambil membalas salam tersebut. “</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Benarkah ini rumah Sya’ban RA?” Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam bertanya.<br />“Ya benar, saya istrinya” jawab wanita tersebut. “<br />Bolehkah kami menemui Sya’ban RA, yang tadi tidak hadir saat sholat subuh di masjid?” .</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Dengan berlinangan air mata istri Sya’ban RA menjawab:<br />“ Beliau telah meninggal tadi pagi”<br />InnaliLahi wainna ilaihirojiun…SubhanalLah ,<br />satu – satunya penyebab dia tidak solat subuh berjamaah adalah karena ajal sudah menjemputnya….</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Beberapa saat kemudian istri Sya’ban bertanya kepada Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br />“ Ya Rasul ada sesuatu yang jadi tanda tanya bagi kami semua, yaitu menjelang kematiannya dia berteriak tiga kali dengan masing – masing teriakan disertai satu kalimat.<br />Kami semua tidak paham apa maksudnya”.&nbsp;</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br />“Apa saja kalimat yang diucapkannya?” tanya Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam .<br />Di masing – masing teriakannya dia berucapkalimat</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">“ Aduuuh kenapa tidak lebih jauh……”</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">“ Aduuuh kenapa tidak yang baru……. “</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">“ Aduuuh kenapa tidak semua……”</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam pun melantukan ayat yang terdapat dalam surat Qaaf (50) ayat 22 yang artinya:</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br />“ Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan dari padamu hijab (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam “</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Saat Sya’ban RA dalam keadaan sakratul maut…<br />perjalanan hidupnya ditayangkan ulang oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala .</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Bukan cuma itu, semua ganjaran dari perbuatannya diperlihatkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala .&nbsp;</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br />Apa yang dilihat oleh Sya’ban RA ( dan orang yang sakratul maut) tidak bisa disaksikan oleh yang lain.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Dalam pandangannya yang tajam itu Sya’ban RA melihat suatu adegan di mana kesehariannya dia pergi pulang ke Masjid untuk sholat berjamaah lima waktu.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Perjalanan sekitar 3 jam jalan kaki sudah tentu bukanlah jarak yang dekat. Dalam tayangan itu pula Sya’ban RA diperlihatkan pahala yang diperolehnya dari langkah – langkah nya ke Masjid.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Dia melihat seperti apa bentuk sorga ganjarannya.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br />Saat melihat itu dia berucap:</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">“ Aduuuh kenapa tidak lebih jauh……”</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Timbul penyesalan dalam diri Sya’ban RA,<br />mengapa rumahnya tidak lebih jauh lagi supaya pahala yang didapatkan lebih banyak dan sorga yang didapatkan lebih indah.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Dalam penggalan berikutnya Sya’ban RA melihat saai ia akan berangkat sholat berjamaah di musim dingin.<br />Saat ia membuka pintu berhembuslah angin dinginyang menusuk tulang.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Dia masuk kembali ke rumahnya dan mengambil satu baju lagi untuk dipakainya. Jadi dia memakai dua buah baju.<br />Sya’ban RA sengaja memakai pakaian yang bagus (baru) di dalam dan yang jelek (butut) di luar.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Pikirnya jika kena debu, sudah tentu yang kena hanyalah baju yang luar, sampai di masjid dia bisa membuka baju luar dan solat dengan baju yang lebih bagus.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Dalam perjalanan ke tengah masjid dia menemukan seseorang yang terbaring kedinginan dalam kondisi yang mengenaskan.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Sya’ban RA pun iba , lalu segera membuka baju yang paling luar dan dipakaikan kepada orang tersebut dan memapahnya untuk bersama – sama ke masjid melakukan sholat berjamaah.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Orang itupun terselamatkan dari mati kedinginan dan bahkan sempat melakukan sholat berjamaah.<br />Sya’ban RA pun kemudian melihat indahnya sorga yang sebagai balasan memakaikan baju bututnya kepada orang tersebut.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Kemudian dia berteriak lagi :</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">“ Aduuuh kenapa tidak yang baru……. “</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Timbul lagi penyesalan di benak Sya’ban RA.<br />Jika dengan baju butut saja bisa mengantarkannya mendapat pahala yang begitu besar, sudah tentu ia akan mendapat yang lebih besar lagi seandainya ia memakaikan baju yang baru.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Berikutnya Sya’ban RA melihat lagi suatu adegan saat dia hendak sarapan dengan roti yang dimakan dengan cara mencelupkan dulu ke segelas susu. Bagi yang pernah ke tanah suci sudah tentu mengetahui sebesar apa ukuran roti arab (sekitar 3 kali ukuran rata-rata roti Indonesia)</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Ketika baru saja hendak memulai sarapan, muncullah pengemis di depan pintu yang meminta diberikan sedikit roti karena sudah lebih 3 hari perutnya tidak diisi makanan.&nbsp;</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br />Melihat hal tersebut , Sya’ban RA merasa iba .<br />Ia kemudian membagi dua roti itu sama besar,<br />demikian pula segelas susu itu pun dibagi dua.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Kemudian mereka makan bersama – sama roti itu yang sebelumnya dicelupkan susu , dengan porsi yang sama…<br />Allah Subhanahu wa Ta'ala kemudian memperlihatkan ….<br />ganjaran dari perbuatan Sya’ban RA dengan sorga yang indah.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Demi melihat itu diapun berteriak lagi:</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">“ Aduuuh kenapa tidak semua……”</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Sya’ban RA kembali menyesal .&nbsp;</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br />Seandainya dia memberikan semua roti itu kepada pengemis tersebut tentulah dia akan mendapat sorga yang lebih indah</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Masyaallah,</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Sya’ban bukan menyesali perbuatannya,<br />tapi menyesali mengapa tidak optimal.<br />Sesungguhnya semua kita nanti pada saat sakratul maut akan menyesal tentu dengan kadar yang berbeda, bahkan ada yang meminta untuk ditunda matinya karena pada saat itu barulah terlihat dengan jelas …konsekwensi dari semua perbuatannya di dunia.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Mereka meminta untuk ditunda sesaat karena ingin bersedekah. Namun kematian akan datang pada waktunya, tidak dapat dimajukan dan tidak dapat diakhirkan</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Sering sekali kita mendengar ungkapan – ungkapan berikut :<br />“ Sholat Isya berjamaah pahalanya sama dengan sholat separuh malam”<br />“ Sholat Subuh berjamaah pahalanya sama dengan sholat sepanjang malam”<br />“ Dua rakaat sebelum Shubuh lebih baik dari pada dunia dan isinya”</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Namun lihatlah Masjid tetap saja lengang dan terasa longgar.<br />Seolah kita tidak percaya kepada janji Allah Subhanahu wa Ta'ala .<br />Mengapa demikian?<br />Karena apa yang dijanjikan Allah Subhanahu wa Ta'ala itu tidak terlihat oleh mata kita pada situasi normal.<br />Mata kita tertutupi oleh suatu hijab.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Karena tidak terlihat, maka yang berperan adalah iman dan keyakinan bahwa janji Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak pernah meleset.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Allah Subhanahu wa Ta'ala akan membuka hijab itu pada saatnya. Saat ketika nafas sudah sampai di tenggorokan….</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Sya’ban RA telah menginspirasi kita bagaimana seharusnya menyikapi janji Allah Subhanahu wa Ta'ala tersebut.<br />Namun ternyata dia tetap menyesal sebagaimana halnya kitapun juga akan menyesal.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Namun penyesalannya bukanlah sia – sia.<br />Penyesalannya karena tidak melakukan kebaikan dengan optimal…..</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Mudah-mudahan kisah singkat ini bermanfaat bagi kita semua dalam mengarungi sisa waktu yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada kita.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Dan mari kita berdo’a semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala memberi kita kekuatan untuk melakukan sebaik, bahkan lebih baik dari pada apa yang dilakukan oleh Sya’ban RA…</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Amiiiin</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Kiriman seorang sahabat di Group WA<br />Semoga kita bisa mengambil pelajaran<br />Silahkan berkomentar<br />Semoga Bermanfaat<br />Silahkan share</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; display: inline; line-height: 19.32px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">By :&nbsp;aryginanjar</span></div></div>Torik Abu Abdanhttps://plus.google.com/107916840875277285697noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-6517315984200749135.post-85559461117847579602015-10-14T21:41:00.000+07:002015-10-14T21:41:34.528+07:00Wahai Wanita! Bacalah, Ini Pesan Sederhana Untuk Perempuan Pesolek<div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif; line-height: 19.32px;">Perempuan-perempuan pesolek; wajahmu yang menawan hanya sekadar polesan, bergiat dandan untuk menarik perhatian. Saat dipuji cantik, pipi bersemu kemerahan. Hati bergetar dilanda gemuruh kasmaran. Kemudian tumbuh kesukaan, saling umbar rayuan hingga berujung pada pacaran.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Jika kosmetik yang berlebihan engkau jadikan umpan menarik birahi para lawan jenis. Sungguh hidupmu begitu tragis. Apalagi kalau kesukaan berujung pada pacaran malah akan semakin miris. Sebab cinta dan kesukaan bedanya berlapis-lapis. Kesukaan hanya membuatmu jadi pemuja iblis karena bergiat syahwat tanpa ijab kabul yang mesti agamis. Akhirnya kesucianmu diserahkan pada kekasihmu secara gratis. Bukankah hal yang demikian akan membuat harga dirimu terjamah najis.</span></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><img border="0" height="386" src="http://4.bp.blogspot.com/-Idy7y6ce_-s/Vh5o0gLob7I/AAAAAAAAMpw/sy6nvzSg15c/s640/Pesan%2BSederhana%2BUntuk%2BPerempuan%2BPesolek.png" width="640" /></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Harusnya dirimu berguru pada embun dalam menafsir semesta asmara. Embun tak perlu warna untuk bisa membuat daun jatuh cinta [*].&nbsp;</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Ia polos di rupa namun anggun di takwa. Baginya membasah selembar daun dengan bening ialah petanda pagi telah menjelma. Menikahi pepucuk daun agar terjaga kelembabannya. Sebab air dan tumbuhan ialah karib rumah tangga yang bersetia. Mereka saling menyempurnakan satu sama lain atas izin-Nya. Menuju kecintaan perindu yang tiada bosan setiap harinya. Pagi-pagi embun mengecup daun dengan sepenuh cinta, lalu merantau di punggung mentari yang mencahya. Esok harinya embun kembali mengecup daun dengan sebegitu mesra, tiada kebosanan melakukan itu hingga akhir masa.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Dari itu, ubahlah tabiatmu perempuan-perempuan pesolek. Biar dikata rupamu jelek karena tanpa hiasan make up bermerek. Namun jiwamu sungguh intelek. Merias rupa untuk suamimu agar kemesraan rumah tangga terus terkorek. Saling memagut birahi hingga tergolek. Untuk menciptakan anak-anak yang kibar takwanya terus terkerek. Sungguh pacaran itu serupa kertas bekas yang mesti dirobek. Sedang pernikahan ialah lembar kertas yang menyurat doa agar kebahagiaan dapat terderek. []</span></div><div style="background-color: white; display: inline; line-height: 19.32px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><span style="cursor: pointer;">Penulis: Arief Siddiq Razaan</span></span></div></div>Torik Abu Abdanhttps://plus.google.com/107916840875277285697noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-6517315984200749135.post-24225886258817056612015-10-14T08:46:00.001+07:002015-10-14T08:46:36.857+07:00Kamu Wajib Tahu! Inilah Keutamaan Bulan Muharram<div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><img border="0" height="478" src="http://1.bp.blogspot.com/-vTbapIn2Qz4/Vh2z3iQUsxI/AAAAAAAAMpk/2lXXu32fYMY/s640/Inilah%2BKeutamaan%2BBulan%2BMuharram.png" width="640" /></div><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><span style="background-color: white; line-height: 18px;">KEUTAMAAN BULAN MUHARRAM.</span><br style="background-color: white; line-height: 18px;" /><br style="background-color: white; line-height: 18px;" /><span style="background-color: white; line-height: 18px;">1. Termasuk Empat Bulan Haram (Suci)</span><br style="background-color: white; line-height: 18px;" /><br style="background-color: white; line-height: 18px;" /><span style="background-color: white; line-height: 18px;">Allah SWT berfirman,</span><span class="text_exposed_show" style="background-color: white; display: inline; line-height: 18px;"><br /><br />“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus..” (QS. At-Taubah: 36)<br /><br />Empat bulan haram adalah bulan Dzul Qa’dah, Dzulhijjah, Muharram (tiga bulan ini berurutan), dan Rajab. Pada bulan-bulan ini, masyarakat Arab dilarang berperang karena disucikannya keempat bulan tersebut. Oleh karena itu, ia juga dinamakan Syahrullah Asham شهر الله الأصم, yang artinya Bulan Allah yang Sunyi karena larangan berperang itu.<br /><br />Dari Abu Bakrah bahwa Nabi SAW bersabda,<br /><br />“Sesungguhnya zaman berputar sebagai mana ketika Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun ada dua belas bulan. Diantaranya ada empat bulan haram (suci), tiga bulan berurutan: Dzul Qo’dah, Dzulhijjah, dan Muharram, kemudian bulan Rajab suku Mudhar, antara Jumadi Tsani dan Sya’ban.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)<br /></span></span><br /><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><span class="text_exposed_show" style="background-color: white; display: inline; line-height: 18px;">2. Dinamakan Syahrullah atau Bulan Allah<br /><br />Dari Abu Hurairah radhiallahu‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,<br /><br />“Sebaik-baik puasa setelah Ramadlan adalah puasa di bulan Allah, bulan Muharram.” (HR. Muslim)<br /><br />Dalam Syarah Shahih Muslim, Imam An Nawawi menyebutkan bahwa, “Hadits ini menunjukkan bahwa Muharram adalah bulan yang paling mulia untuk melaksanakan puasa sunnah.”<br /><br />3. Bulan Kemenangan Musa atas Firaun<br /><br />Dari Ibnu Abbas radhiallahu‘anhuma, beliau menceritakan,<br /><br />Ketika Nabi SAW tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa di hari Asyura’. Beliau bertanya, “Hari apa ini?” Mereka menjawab, “Hari yang baik, hari di mana Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya, sehingga Musa-pun berpuasa pada hari ini sebagai bentuk syukur kepada Allah. Akhirnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kami (kaum muslimin) lebih layak menghormati Musa dari pada kalian.” kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa dan memerintahkan para sahabat untuk puasa. (HR. Al Bukhari)<br /><br />4. Disunnahkan Puasa Tasua untuk Berbeda dengan Yahudi.<br /><br />Rasulullah memerintahkan untuk berpuasa tanggal 9 Muharram untuk membedakan diri dengan orang Yahudi yang hanya melaksanakan puasa tanggal 10 Muharram.<br /><br />Dari Ibnu Abbas ia berkata: Pada saat Rasulullah SAW melaksanakan shaum Assyura dan memerintah para sahabat untuk melaksanakannnya, mereka berkata, “Wahai Rasulullah hari tersebut (assyura) adalah hari yang diagung-agungkan oleh kaum Yahudi dan Nashrani”.<br />Maka Rasulullah SAW bersabda, “InsyaaAllah jika sampai tahun yang akan datang aku akan shaum pada hari kesembilannya”. Ibnu Abbas berkata, “Rasulullah SAW meninggal sebelum sampai tahun berikutnya” (HR Muslim 1134)<br /><br />Semoga Allah SWT memudahkan kita semua u beramal kebaikan di dalam bulan muharram ini. Aamiin<br /><br />Semoga bermanfaat, SHARE/BAGIKAN !</span></span></div>Torik Abu Abdanhttps://plus.google.com/107916840875277285697noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-6517315984200749135.post-83596291546489463012015-10-14T08:43:00.001+07:002015-10-14T08:43:47.859+07:00Istrimu, Bukanlah Bidadari dan Kamu Bukanlah Malaikat...<div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">ISTRIMU, BUKANLAH BIDADARI DAN KAMU BUKANLAH MALAIKAT...</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Jika istrimu menangis di hadapanmu, tak peduli apapun sebabnya, peluklah dia, biarpun dia menolak, tetap peluklah dengan erat. Menangis di atas meja selamanya tidak akan pernah terasa lebih nyaman dan damai selain menangis dalam pelukanmu!</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Bila istri mengatakan tentang kesalahanmu, tolong jangan selalu mengatakan dia cerewet, itu semua karena ia peduli padamu!<span class="text_exposed_show" style="display: inline;"><br />Bila istri sedang kesal dan mengabaikanmu, jangan ikut-ikutan tidak peduli, ini adalah tantangan bagi kalian, saatnya membuang gengsi!<br />Bila istri tidak mau mendengarkan dan berbalik badan berjalan meninggalkanmu, kejarlah dia. Bila kau sungguh mencintainya, apakah kau tega meninggalkannya sendirian?</span></span></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><img border="0" height="426" src="http://1.bp.blogspot.com/-wUvxakOAl3E/Vh2zKoRahII/AAAAAAAAMpY/VTW2epNDFUQ/s640/Istrimu%252C%2BBukanlah%2BBidadari%2Bdan%2BKamu%2BBukanlah%2BMalaikat.jpg" width="640" /></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><span class="text_exposed_show" style="display: inline;"><br /></span></span></div><div class="text_exposed_show" style="background-color: white; display: inline; line-height: 19.32px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><div style="margin-bottom: 6px;">Bila istri berkata, “Kamu pergi saja, aku tidak mau memperdulikanmu.” Jangan percaya begitu saja, mungkin itu hanya di bibir saja, sedang hatinya tidaklah demikian. Sebenarnya itu adalah saat di mana dia paling membutuhkanmu!</div><div style="margin-bottom: 6px;"><br /></div><div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;">Bila istri marah, suasana hatinya sedang tidak enak dan tidak mau makan, jangan bertanya mau makan apa, dia pasti berkata tidak mau semua. Belilah makanan kesukaannya, tunggu suasana hatinya membaik dan berikan pada dia. Jangan menggunakan ancaman bahwa kamu juga tidak mau makan!</div><div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;">Hargailah istrimu, tidak perlu berpikir terlalu rumit, apa yang wanita mau selalu sederhana selamanya!</div><div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><br /></div><div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;">Terkadang, berkompromi bukanlah berarti mengaku kalah, itu adalah suatu sikap memahami!</div><div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;">Memaafkan bukan berarti lemah, melainkan sebuah kepedulian dan menghargai….</div><div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;">Semoga Allah SWT melimpahkan kedamaian dan keberkahan dalam rumah tangga kita semua, kaum muslimin di mana pun sodara berada. Aamiin</div><div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><br /></div><div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;">Semoga bermanfaat, SHARE/BAGIKAN !</div></span></div></div>Torik Abu Abdanhttps://plus.google.com/107916840875277285697noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-6517315984200749135.post-12302183492507926332015-10-13T07:22:00.001+07:002015-10-13T07:22:49.776+07:00Mama, Boleh Tidak Aku Minta Ibu Baru?<div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif; line-height: 19.32px;">Bulan telah membulat sempurna, keadaan rumah sudah sepi. Anak-anak juga sudah tidur, seorang suami menghampiri istrinya yang tengah asyik mengetik.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">“Ma, boleh minta tolong. Berhentilah mengetik dan berdandanlah yang cantik malam ini..”</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">“Papa kenapa sih? Kok minta yang aneh gitu, Mama lagi sibuk mempersiapkan laporan pertanggungjawaban untuk diserahkan kepada bos.”</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">“Kan bisa dilanjutkan nanti, nanti Papa temani.”</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Sang istri masih saja tidak menuruti kemauan suaminya, ia masih asyik dengan kesibukannya.</span></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><img border="0" height="438" src="http://1.bp.blogspot.com/-e-6Dbv3QnHg/VhxOs-ZKDRI/AAAAAAAAMmc/65fu2D_xHsI/s640/Mama%252C%2BBoleh%2BTidak%2BAku%2BMinta%2BIbu%2BBaru.png" width="640" /></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">“Baiklah, kalau Mama berkeberatan. Sekarang, Papa ingin bertanya; mengapa setiap pagi Mama selalu berhias sangat cantik saat akan berangkat kerja?”</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">“Waduh, makin aneh saja pertanyaan Papa. Sudah jelas supaya Mama terlihat cantik di depan teman satu kantor, apalagi posisi Mama sebagai sekretaris, bos mewajibkan Mama terlihat rapi saat ada rapat. Lagipula, kalau Mama terlihat cantik di mata orang-orang, Papa ikut bangga juga kan? Dahulu saja, Papa tertarik pada Mama salah satunya saat melihat Mama terlihat cantik di mata Papa, bukankah begitu?”</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Sang suami tersenyum. Kemudian berkata.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">“Baiklah, jika itu jawaban Mama. Sekarang, bolehkah Papa minta tolong untuk besok pagi Mama tidak usah masuk kerja. Papa juga sudah mengambil jatah libur, sebab Aardhan kan liburan semester. Bagaimana kalau dari mulai pukul delapan pagi, sampai pukul tiga sore kita rekreasi keluarga?”</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">“Tidak bisa, Pa. Mama mau jadi pegawai teladan, kalau Mama malas-malasan kerja nanti dipecat jadi sekretaris dan jadi karyawan biasa akan sangat merugi.”</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">“Kan hanya sehari, Ma.”</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">“Waktu adalah uang, besok adalah rapat laporan akhir perusahaan. Ini sangat penting. Sudahlah, Papa berangkat rekreasi bareng Aardhan saja, kalau perlu ajak saja pembantu kita untuk mengurusi kebutuhan Papa selama rekreasi.”</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Melihat respon istrinya yang demikian, akhirnya sang suami hanya mampu terdiam. Sejujurnya, ada keinginan yang mengganjal dihatinya. Pertama, malam ini ia mengharapkan istrinya merias diri karena ia ingin meminta bergubungan intim. Kedua, ia meminta istrinya meluangkan waktu delapan jam, pada ke esok harinya karena sudah setahun sejak istrinya menjabat sebagai sekretaris, tidak pernah lagi ada waktu luang untuk rekreasi sebagai wujud syukur atas presatsi yang diraih anaknya di sekolah.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Malam pun berlalu dengan cepat. Pada ke esok harinya, sang istri berdandan cantik karena kepentingan kantor. Sementara itu, pembantu mengurus segalakebutuhan rumah tangga, mulai memasak, menyapu, mencuci baju hingga persiapan rekreasi.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Sesampai di kantor, sang istri dipuji cantik oleh bosnya. Dia merasa sangat bangga, sebab tidak sia-sia usahanya berhias maksimal pada pagi hari tadi. Sementara itu, di tempat rekreasi, anak dan suaminya berserta pembantu menikmati rekreasi dengan bahagia. Saat sedang membeli minuman, Aardhan bertemu sahabat baru.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">“Wah, kamu bahagia ya. Rekreasi bisa bareng ayah dan ibu. Nggak kayak aku, cuma bareng kakakku. Andai saja aku boleh meminta kepada Allah, aku ingin punya ibu baru, sebab ibuku tidak pernah mau mengurus kebutuhanku.”</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Aardhan terdiam. Entah apa yang dipikirkannya. Hingga sore hari saat, sesudah pulang dari rekreasi. Aardhan menunggu Mamanya pulang ke rumah ingin menceritakan pengalamannya. Begitu Mamanya pulang, ternyata langsung tidur. Malam harinya, Aardhan menemui Mamanya.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">“Ma, boleh tidak aku minta ibu satu lagi?”</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Plak! Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Aardhan. Ia menangis, tentu saja hal ini mengangetkan sang suami.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">“Ma, kenapa Aardhan menangis?”</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">“Mama menamparnya! Papa ngajarin apa ke Aardhan sampai bicara tidak sopan begitu?”</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">“Bicara tidak sopan apa?”</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">“Dia minta ibu satu lagi, apa maksudnya coba? Ini pasti Papa yang ajarin?”</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">“Tidak, Ma. Bukan Papa yang ajarin, tadi Aardhan punya teman baru waktu rekreasi, terus dia bilang andai boleh minta sama Allah, dia mau minta ibu baru satu lagi, sebab ibunya sibuk kerja. Jadi, kalau salah satu ibunya kerja ada satu lagi yang mengurusnya di rumah, bukannya Mama juga sibuk?” ujar sang anak.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Terkejutlah hati wanita yang dipanggil mama, ia tak tahu harus berujar apa. Kembali, wanita itu akan memukul anaknya. Tetapi sang anak berlari, kemudian mengunci diri di dalam kamar.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">“Ma! Dirimu diperintah berhias untuk bosmu begitu patuh, tetapi mengapa saat di rumah dan aku memintamu berhias dirimu tidak berkenan? Dirimu diperintah berdiam selama berjam-jam di kantor oleh bosmu patuh, mengapa kuminta berdiam di rumah sekian jam untuk menemani rekreasi malah mengeluh? Kini saat anakmu menginginkan ibu baru karena merasa kurang diperhatikan, mengapa dirimu tidak terima?” kali ini sang suami yang mengungkapkan apa yang mengganjal di hatinya.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Kembali wanita yang dipanggil Mama itu terdiam.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">“Lihatlah, anak kita yang masih kecil saja berpikir demikian. Ia merindukan kasih sayang ibunya. Demikian pula diriku, sebagai suamimu. Ingat tidak kapan terakhir kali kita berhubungan badan? Tiga bulan yang lalu! Selama itu, aku masih menahan diri. Hingga tadi malam, diriku memintamu berhias untuk satu tujuan agar dirimu mengerti keinginanku, namun tetap saja dirimu tidak peka, tidakkah dirimu mengerti hatiku telah terluka. Kalau memang terus-terusan begini, mungkin benar kata Aardhan, aku mesti mencarikannya ibu baru.”</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">“Apa katamu, Pa? Mencari ibu baru untuk Aardhan, jadi kamu mau menceraikanku? Iya begitu!”</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">“Tidak! Aku tahu perceraian itu sangat dibenci oleh Allah, daripada bercerai lebih baik Papa menikah lagi.”</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">“Aku tidak sudi dipoligami! Langkahi dulu mayatku, kalau mau menikah lagi. Laki-laki memang begitu, habis manis sepah dibuang!”</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">“Astagfirullahhaladzim… tadi aku bilang apa? Kalau memang terus-terusan begini. Tetapi, aku ingin kita memperbaiki ini semua. Sadarlah, Ma. Untuk kebutuhan rumah tangga, Mama sudah tidak pernah ikut campur. Mengurus rumah, menyiapkan makanan, dan hal yang lain. Bahkan, kemarin waktu Aardhan sakit, Mama malah berkata biar diurus pembantu. Memangnya Aardhan itu anaknya pembantu?”</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">“Mama kan sibuk, jabatan di kantor semakin tinggi, harusnya Papa bisa memahami!”</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">“Papa sudah mencoba memahami, tetapi apa Mama memahami perasaan Papa? Memahami perasaan Aardhan? Meski pun kita sudah punya pembantu, namun bukan berarti Mama lepas tangan begitu saja memuliakan suami dan anak-anak. Mama masih ingat sewaktu pembantu kita memasak dan masakannya terasa kurang garam, tiba-tiba Mama memarahinya habis-habisan? Tetapi pada saat itu Mama tidak ingat, bahwa Mama tidak pernah memasak untuk Aardhan dan aku, dan kami tidak mengeluh. Saat itu, kami sadar dirimu sibuk kerja, tetapi kalau sampai satu tahun berarti dirimu sudah lalai pada kewajibanmu.”</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">“Jadi mau Papa apa? Katakan! Mau cerai!”</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Sang suami menghampiri istrinya. Dipeluk badan istrinya, meski pun meronta-ronta.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">“Ma, tenang… tenang… tenanglah. Yakinlah, Papa sangat mencintai Mama, karena itu Papa selama ini berdoa semoga Mama lekas sadar. Semoga dengan kejadian ini, rumah tangga kita dapat utuh kembali, menjadi lebih haromonis. Papa tidak akan menceraikan Mama, Papa juga tidak akan menikah lagi. Papa hanya meminta mama kembali menjadi istri dan ibu yang baik, mari kita kembali berusaha membina rumah tangga sakinah, mawaddah, warahmah.” []</span></div><div style="background-color: white; display: inline; line-height: 19.32px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Penulis: Arief Siddiq Razaan, 12 Oktober 2015</span></div></div>Torik Abu Abdanhttps://plus.google.com/107916840875277285697noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-6517315984200749135.post-65216823584658625992015-10-12T11:50:00.001+07:002015-10-12T11:50:11.282+07:00MasyaAllah, Inilah Proses Tubuh Wanita Saat Menjalani Proses Persalinan, Sungguh Menakjubkan<div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"><div style="background-color: white; border: 0px; font-stretch: inherit; line-height: 27.664px; margin: 0px; padding: 0px 0px 25px; vertical-align: baseline;"><span style="border-image-outset: initial; border-image-repeat: initial; border-image-slice: initial; border-image-source: initial; border-image-width: initial; border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Proses melahirkan normal yang dialami tiap ibu&nbsp;hamil&nbsp;berbeda-beda, namun pada dasarnya ada dua tahapan yang akan dilalui ibu&nbsp;hamil&nbsp;sebelum akhirnya bertemu dengan buah hati tercinta.</span></span></div><div style="background-color: white; border: 0px; font-stretch: inherit; line-height: 27.664px; margin: 0px; padding: 0px 0px 25px; vertical-align: baseline;"><span style="border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Dilansir Dailymail, Sabtu (10/10/2015), dua tahapan melahirkan normal yang pertama adalah ketika ibu&nbsp;hamil&nbsp;mulai mengalami kontraksi.</span></span></div><div style="background-color: white; border: 0px; font-stretch: inherit; line-height: 27.664px; margin: 0px; padding: 0px 0px 25px; vertical-align: baseline;"><span style="border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Perubahan terjadi pada ukuran leher rahim atau dikenal dengan istilah pembukaan. Tahapan selanjutnya adalah proses mendorong bayi hingga terlahir ke dunia.</span></span></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><img border="0" height="358" src="http://1.bp.blogspot.com/-o18OEo43AQ4/Vhs71w9LXcI/AAAAAAAAMmM/A8bBTUmhc6w/s640/Proses%2BTubuh%2BWanita%2BSaat%2BMenjalani%2BProses%2BPersalinan.png" width="640" /></div><div style="background-color: white; border: 0px; font-stretch: inherit; line-height: 27.664px; margin: 0px; padding: 0px 0px 25px; vertical-align: baseline;"><span style="border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></span></div><div style="background-color: white; border: 0px; font-stretch: inherit; line-height: 27.664px; margin: 0px; padding: 0px 0px 25px; vertical-align: baseline;"><span style="border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Kemudian tahapan melahirkan normal diakhiri dengan keluarnya plasenta beberapa menit setelah bayi dilahirkan.</span></span></div><div style="background-color: white; border: 0px; font-stretch: inherit; line-height: 27.664px; margin: 0px; padding: 0px 0px 25px; vertical-align: baseline;"><span style="border-image-outset: initial; border-image-repeat: initial; border-image-slice: initial; border-image-source: initial; border-image-width: initial; border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><div id="iklan11438817771737542207" style="border-image-outset: initial; border-image-repeat: initial; border-image-slice: initial; border-image-source: initial; border-image-width: initial; border: 0px; font-stretch: inherit; line-height: 20.8px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"><div dir="ltr" style="border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;" trbidi="on"><div style="border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: 27.664px; margin: 0px; padding: 0px 0px 25px; vertical-align: baseline;"><span style="border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"><span style="border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;">Tahapan Pertama</span><br style="margin: 0px; padding: 0px;" />Pada tahapan ini Anda akan mengalami dua proses, yaitu fase awal dan fase aktif. Pada fase awal, leher rahim Anda akan menipis dan mulai terbuka.</span></div><div style="border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: 27.664px; margin: 0px; padding: 0px 0px 25px; vertical-align: baseline;"><span style="border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;">Kontraksi ringan akan Anda rasakan pada fase ini. Biasanya kontraksi berlangsung selama 30 hingga 90 detik dengan jarak kedatangan yang teratur, misalnya tiap 5 menit.</span></div><div style="border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: 27.664px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"><span style="border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;">Seiring berjalannya waktu, leher rahim Anda akan mulai terbuka sedikit demi sedikit. Anda pun akan melihat lendir bercampur darah keluar dari vagina.</span></div><div style="border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: 27.664px; margin: 0px; padding: 0px 0px 25px; vertical-align: baseline;"><span style="border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;">Fase awal berakhir ketika pembukaan leher rahim mencapai 4 cm.</span></div><div style="border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: 27.664px; margin: 0px; padding: 0px 0px 25px; vertical-align: baseline;"><span style="border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;">Namun untuk waktu pasti yang diperlukan untuk mencapai pembukaan tersebut berbeda-beda pada tiap individu. Jika ini kehamilan pertama Anda, fase ini pada umumnya akan memakan waktu 6-12 jam.</span></div><div style="border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: 27.664px; margin: 0px; padding: 0px 0px 25px; vertical-align: baseline;"><span style="border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;">Pada ibu&nbsp;hamil&nbsp;lainnya, bisa lebih lama atau lebih pendek.</span></div><div style="border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: 27.664px; margin: 0px; padding: 0px 0px 25px; vertical-align: baseline;"><span style="border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;">Jika sebelumnya Anda sudah pernah melahirkan, kemungkinan fase ini akan berjalan lebih cepat.</span></div><div style="border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: 27.664px; margin: 0px; padding: 0px 0px 25px; vertical-align: baseline;"><span style="border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;">Sementara pada fase aktif, leher rahim ibu&nbsp;hamil&nbsp;akan melebar lebih cepat. Pembukaan leher rahim pada fase ini mencapai 10 cm.</span></div><div style="border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: 27.664px; margin: 0px; padding: 0px 0px 25px; vertical-align: baseline;"><span style="border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;">Kontraksi yang datang pun akan lebih kuat, lebih lama, dan lebih sering. Ibaratnya Anda sudah tidak mampu lagi berbicara ketika mengalami kontraksi seperti ini.</span></div><div style="border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: 27.664px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"><span style="border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;">Rasa tidak nyaman mulai Anda rasakan pada fase ini. Anda bisa&nbsp;</span><span style="font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: 20.8px;">merasakan kram kaki, tekanan pada punggung, dan mungkin merasa mual. Jika belum terjadi, air ketuban Anda akan pecah pada fase ini.</span></div><div style="border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: 27.664px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"><span style="font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: 20.8px;"><br /></span></div></div></div><div id="iklan21438817771737542207" style="border-image-outset: initial; border-image-repeat: initial; border-image-slice: initial; border-image-source: initial; border-image-width: initial; border: 0px; font-stretch: inherit; line-height: 20.8px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"><div style="border-image-outset: initial; border-image-repeat: initial; border-image-slice: initial; border-image-source: initial; border-image-width: initial; border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: 27.664px; margin: 0px; padding: 0px 0px 25px; vertical-align: baseline;"><span style="border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;">Jika Anda masih di rumah pada fase ini, maka inilah waktu yang tepat untuk bergegas ke rumah bersalin.</span></div><div style="border-image-outset: initial; border-image-repeat: initial; border-image-slice: initial; border-image-source: initial; border-image-width: initial; border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: 27.664px; margin: 0px; padding: 0px 0px 25px; vertical-align: baseline;"><span style="border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;">Intensitas rasa sakit yang akan Anda alami pada tahapan ini akan meningkat. Jika Anda tidak kuasa menahannya, Anda bisa minta obat pereda rasa sakit atau suntik bius. Selain dengan obat dan suntikan, rasa sakit bisa juga dihilangkan dengan cara alami.</span></div><div style="border-image-outset: initial; border-image-repeat: initial; border-image-slice: initial; border-image-source: initial; border-image-width: initial; border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: 27.664px; margin: 0px; padding: 0px 0px 25px; vertical-align: baseline;"><span style="border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;">Fase aktif biasanya berlangsung antara 4-8 jam, jika ini adalah kehamilan pertama Anda. Namun hal ini kembal lagi kepada individu masing-masing.</span></div><div style="border-image-outset: initial; border-image-repeat: initial; border-image-slice: initial; border-image-source: initial; border-image-width: initial; border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: 27.664px; margin: 0px; padding: 0px 0px 25px; vertical-align: baseline;"><span style="border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"><span style="border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;">Tahapan Kedua</span></span></div><div style="border-image-outset: initial; border-image-repeat: initial; border-image-slice: initial; border-image-source: initial; border-image-width: initial; border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: 27.664px; margin: 0px; padding: 0px 0px 25px; vertical-align: baseline;"><span style="border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;">Tahapan ini disebut sebagai proses mendorong bayi agar keluar dari tubuh Anda. Pada tahapan inilah semua tenaga Anda harus dikerahkan.</span></div><div style="border-image-outset: initial; border-image-repeat: initial; border-image-slice: initial; border-image-source: initial; border-image-width: initial; border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: 27.664px; margin: 0px; padding: 0px 0px 25px; vertical-align: baseline;"><span style="border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;">Memasuki tahapan ini, Anda tidak lagi merasakan kontraksi seperti pada fase aktif. Jarak kedatangannya tidak begitu dekat sehingga Anda memiliki lebih banyak waktu untuk beristirahat sebelum kemunculan kontraksi yang berikutnya.</span></div><div style="border-image-outset: initial; border-image-repeat: initial; border-image-slice: initial; border-image-source: initial; border-image-width: initial; border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: 27.664px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"><span style="border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;">Secara perlahan-lahan posisi bayi Anda akan turun ke jalan lahir. Anda disarankan untuk bersabar saat menunggu bayi turun dan tidak perlu tergesa-gesa untuk mendorongnya agar cepat keluar. Biarlah rasa ingin mendorong datang secara alami. Bersabar juga bisa membuat tubuh Anda rileks dan tidak stres.</span></div><div style="border-image-outset: initial; border-image-repeat: initial; border-image-slice: initial; border-image-source: initial; border-image-width: initial; border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: 27.664px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"><span style="border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"><br style="margin: 0px; padding: 0px;" /></span></div><div style="border-image-outset: initial; border-image-repeat: initial; border-image-slice: initial; border-image-source: initial; border-image-width: initial; border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: 27.664px; margin: 0px; padding: 0px 0px 25px; vertical-align: baseline;"><span style="border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;">Jika bayi Anda sudah berada di pintu bawah panggul Anda, kemungkinan rasa ingin mendorong akan hadir dengan sendirinya.</span></div><div style="border-image-outset: initial; border-image-repeat: initial; border-image-slice: initial; border-image-source: initial; border-image-width: initial; border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: 27.664px; margin: 0px; padding: 0px 0px 25px; vertical-align: baseline;"><span style="border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;">Namun jika bayi Anda masih jauh dari pintu bawah panggul, kemungkinan Anda tidak akan merasakan sensasi ingin mendorong.</span></div><div style="border-image-outset: initial; border-image-repeat: initial; border-image-slice: initial; border-image-source: initial; border-image-width: initial; border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: 27.664px; margin: 0px; padding: 0px 0px 25px; vertical-align: baseline;"><span style="border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;">Setelah beberapa saat, akan terlihat tonjolan pada jaringan antara vagina dan anus ketika Anda mendorong. Tidak lama kemudian, kulit kepala bayi akan terlihat.</span></div><div style="border-image-outset: initial; border-image-repeat: initial; border-image-slice: initial; border-image-source: initial; border-image-width: initial; border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: 27.664px; margin: 0px; padding: 0px 0px 25px; vertical-align: baseline;"><span style="border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;">Bagi seorang ibu, ini adalah momen yang ditunggu-tunggu. Jika Anda penasaran, Anda bisa meminta cermin untuk melihat kulit kepala si Buah Hati.</span></div><div style="border-image-outset: initial; border-image-repeat: initial; border-image-slice: initial; border-image-source: initial; border-image-width: initial; border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: 27.664px; margin: 0px; padding: 0px 0px 25px; vertical-align: baseline;"><span style="border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;">Saat ini rasa ingin mendorong akan terasa lebih kuat. Tekanan kepala bayi Anda pun akan terasa lebih intens yang kemungkinan akan diiringi oleh rasa terbakar yang kuat akibat meregangnya jaringan antara vagina dan anus Anda.</span></div><div style="border-image-outset: initial; border-image-repeat: initial; border-image-slice: initial; border-image-source: initial; border-image-width: initial; border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: 27.664px; margin: 0px; padding: 0px 0px 25px; vertical-align: baseline;"><span style="border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;">Makin Anda mendorong, maka kepala bayi akan makin terdorong keluar. Dengan dorongan berikutnya, kepala bayi akan keluar dengan sempurna.</span></div><div style="border-image-outset: initial; border-image-repeat: initial; border-image-slice: initial; border-image-source: initial; border-image-width: initial; border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: 27.664px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"><span style="border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;">Kepala bayi Anda kemudian akan menyamping karena bahunya mulai berputar untuk bersiap-siap menuju pintu kelahiran. Dengan dorongan, bahunya akan terlihat disusul oleh tubuh.</span></div><div style="border-image-outset: initial; border-image-repeat: initial; border-image-slice: initial; border-image-source: initial; border-image-width: initial; border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: 27.664px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"><span style="border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"><br style="margin: 0px; padding: 0px;" /></span></div><div style="border-image-outset: initial; border-image-repeat: initial; border-image-slice: initial; border-image-source: initial; border-image-width: initial; border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: 27.664px; margin: 0px; padding: 0px 0px 25px; vertical-align: baseline;"><span style="border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;">Selamat, bayi Anda sudah lahir. Mulut dan hidung si Kecil akan dibersihkan agar mudah bernapas.</span></div><div style="border-image-outset: initial; border-image-repeat: initial; border-image-slice: initial; border-image-source: initial; border-image-width: initial; border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: 27.664px; margin: 0px; padding: 0px 0px 25px; vertical-align: baseline;"><span style="border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;">Sesampainya di dunia, si Kecil yang berlumuran lendir darah ini akan dikeringkan menggunakan handuk oleh suster. Bayi Anda akan dibungkus agar selalu dalam keadaan hangat.</span></div><div style="border-image-outset: initial; border-image-repeat: initial; border-image-slice: initial; border-image-source: initial; border-image-width: initial; border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: 27.664px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"><span style="border-image-outset: initial; border-image-repeat: initial; border-image-slice: initial; border-image-source: initial; border-image-width: initial; border: 0px; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;">Selanjutnya, jika tidak ada komplikasi, Anda bisa bertemu dengan si Buah Hati yang telah Anda kandung selama berbulan-bulan lamanya. (tribun)</span></div></div></span></span></div></div>Torik Abu Abdanhttps://plus.google.com/107916840875277285697noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-6517315984200749135.post-43468713852163138442015-10-09T13:38:00.002+07:002015-10-09T13:41:13.627+07:00Tak Perlu Operasi Plastik, Ini 5 Cara Mudah Hilangkan Bopeng di Wajahmu<div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"><div style="background-color: white; color: #323233; font-family: 'Helvetica Neue', helvetica, arial, sans-serif; font-size: 17.29px; line-height: 27.664px; padding: 0px 0px 25px;"><b>5 Cara Mudah Hilangkan Bopeng di Wajah</b> - Bekas jerawat berasal dari hasil inflamasi akibat pori-pori kulit yang membesar berisi minyak berlebih, sel-sel kulit mati, dan bakteri.</div><div style="background-color: white; color: #323233; font-family: 'Helvetica Neue', helvetica, arial, sans-serif; font-size: 17.29px; line-height: 27.664px; padding: 0px 0px 25px;">Ketika pori-pori kulit membengkak, dinding folikel akan robek dan rusak.</div><div style="background-color: white; color: #323233; font-family: 'Helvetica Neue', helvetica, arial, sans-serif; font-size: 17.29px; line-height: 27.664px; padding: 0px 0px 25px;">Hal ini biasanya ringan dan menutup sendiri.</div><div style="background-color: white; color: #323233; font-family: 'Helvetica Neue', helvetica, arial, sans-serif; font-size: 17.29px; line-height: 27.664px; padding: 0px 0px 25px;">Tapi bila robeknya terlalu parah atau dalam, kulit akan kesulitan untuk memperbaiki.</div><div style="background-color: white; color: #323233; font-family: 'Helvetica Neue', helvetica, arial, sans-serif; font-size: 17.29px; line-height: 27.664px; padding: 0px 0px 25px;">Akibatnya, hasilnya tidak halus dan sempurna seperti sebelumnya, meninggalkan bekas jerawat.</div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><img border="0" height="358" src="http://2.bp.blogspot.com/-VBUmtbzzIDw/Vhdgf7p4IUI/AAAAAAAAMjk/thTxuqEm-AA/s640/5%2BCara%2BMudah%2BHilangkan%2BBopeng%2Bdi%2BWajah.png" width="640" /></div><div style="background-color: white; color: #323233; font-family: 'Helvetica Neue', helvetica, arial, sans-serif; font-size: 17.29px; line-height: 27.664px; padding: 0px 0px 25px;"><span style="font-size: 17.29px; line-height: 27.664px;">Bekas jerawat jauh lebih sulit dihilangkan daripada menghilangkan jerawat.</span></div><div style="background-color: white; color: #323233; font-family: 'Helvetica Neue', helvetica, arial, sans-serif; font-size: 17.29px; line-height: 27.664px; padding: 0px;">Menghilangkan jerawat mungkin diperlukan antara tiga hingga tujuh hari. Tapi bekasnya bisa berbulan-bulan baru bisa hilang.</div><div style="background-color: white; color: #323233; font-family: 'Helvetica Neue', helvetica, arial, sans-serif; font-size: 17.29px; line-height: 27.664px; padding: 0px 0px 25px;">Beberapa penyebab munculnya bekas jerawat justru dari diri Anda sendiri.</div><div style="background-color: white; color: #323233; font-family: 'Helvetica Neue', helvetica, arial, sans-serif; font-size: 17.29px; line-height: 27.664px; padding: 0px 0px 25px;">Kebiasaan memencet jerawat adalah salah satunya.&nbsp;<span style="font-size: 17.29px; line-height: 27.664px;">Kalau Anda memaksa memecahkan jerawat dengan memencetnya, justru malah memicu peradangan.</span></div><div style="background-color: white; color: #323233; font-family: 'Helvetica Neue', helvetica, arial, sans-serif; font-size: 17.29px; line-height: 27.664px; padding: 0px 0px 25px;">Faktor lain yang dapat membuat jerawat berbekas adalah penggunaan kosmetik atau obat jerawat yang mengandung alkohol atau minyak tapi jangan khawatir.&nbsp;<span style="font-size: 17.29px; line-height: 27.664px;">Ada beberapa cara untuk menghilangkan atau mencegah bekas jerawat yang bisa Anda praktikkan:</span><br /><strong style="font-size: 17.29px; line-height: 27.664px; margin: 0px; padding: 0px;">1. Exfoliate</strong><br /><span style="font-size: 17.29px; line-height: 27.664px;">Exfoliate atau menggosok wajah dengan scrub (peeling) seringkali membantu menghilangkan bekas jerawat, mengangkat kulit mati dan mengurangi dalamnya lubang bekas jerawat.</span></div><div style="background-color: white; color: #323233; font-family: 'Helvetica Neue', helvetica, arial, sans-serif; font-size: 17.29px; line-height: 27.664px; padding: 0px 0px 25px;">Tapi hati-hati jangan menggosok terlalu keras karena dapat membuat hilangnya minyak di wajah yang dapat memicu kulit kering.</div><div style="background-color: white; color: #323233; font-family: 'Helvetica Neue', helvetica, arial, sans-serif; font-size: 17.29px; line-height: 27.664px; padding: 0px 0px 25px;"><strong style="margin: 0px; padding: 0px;">2. Konsumsi Makanan Berserat</strong></div><div style="background-color: white; color: #323233; font-family: 'Helvetica Neue', helvetica, arial, sans-serif; font-size: 17.29px; line-height: 27.664px; padding: 0px 0px 25px;">Serat bermanfaat untuk mengusir racun dari tubuh yang menyumbat pori-pori kulit.</div><div style="background-color: white; color: #323233; font-family: 'Helvetica Neue', helvetica, arial, sans-serif; font-size: 17.29px; line-height: 27.664px; padding: 0px 0px 25px;">Bila tersumbat, pori-pori kulit akan membengkak, pecah, dan meninggalkan bekas jerawat.</div><div style="background-color: white; color: #323233; font-family: 'Helvetica Neue', helvetica, arial, sans-serif; font-size: 17.29px; line-height: 27.664px; padding: 0px 0px 25px;"><strong style="margin: 0px; padding: 0px;">3. Olahraga</strong></div><div style="background-color: white; color: #323233; font-family: 'Helvetica Neue', helvetica, arial, sans-serif; font-size: 17.29px; line-height: 27.664px; padding: 0px;"><strong style="margin: 0px; padding: 0px;"></strong></div><div style="background-color: white; color: #323233; font-family: 'Helvetica Neue', helvetica, arial, sans-serif; font-size: 17.29px; line-height: 27.664px; padding: 0px;">Olahraga membantu meningkatkan asupan oksigen dan nutrisi yang disebar ke seluruh jaringan tubuh, termasuk kulit.</div><div style="background-color: white; color: #323233; font-family: 'Helvetica Neue', helvetica, arial, sans-serif; font-size: 17.29px; line-height: 27.664px; padding: 0px;"><br /></div><div style="background-color: white; color: #323233; font-family: 'Helvetica Neue', helvetica, arial, sans-serif; font-size: 17.29px; line-height: 27.664px; padding: 0px;"><span style="font-size: 17.29px; line-height: 27.664px;">Berkeringat hasil dari berolahraga juga berfungsi sebagai detoksifikasi kulit yang membantu mencegah pembentukan jerawat.</span></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><img border="0" height="358" src="http://1.bp.blogspot.com/-C59H10g3dpQ/Vhdgy_pOqRI/AAAAAAAAMjs/L2IN7-m6HQg/s640/5%2BCara%2BMudah%2BHilangkan%2BBopeng%2Bdi%2BWajah%2B-.png" width="640" /></div><div style="background-color: white; color: #323233; font-family: 'Helvetica Neue', helvetica, arial, sans-serif; font-size: 17.29px; line-height: 27.664px; padding: 0px;"><span style="font-size: 17.29px; line-height: 27.664px;"><br /></span></div><div style="background-color: white; color: #323233; font-family: 'Helvetica Neue', helvetica, arial, sans-serif; font-size: 17.29px; line-height: 27.664px; padding: 0px;"><span style="font-size: 17.29px; line-height: 27.664px;"><br /></span></div><div style="background-color: white; color: #323233; font-family: 'Helvetica Neue', helvetica, arial, sans-serif; font-size: 17.29px; line-height: 27.664px; padding: 0px 0px 25px;"><strong style="margin: 0px; padding: 0px;">4. Menghindari Sinar Matahari</strong></div><div style="background-color: white; color: #323233; font-family: 'Helvetica Neue', helvetica, arial, sans-serif; font-size: 17.29px; line-height: 27.664px; padding: 0px 0px 25px;">Sering terpapar matahari bisa menyebabkan noda hitam di wajah.</div><div style="background-color: white; color: #323233; font-family: 'Helvetica Neue', helvetica, arial, sans-serif; font-size: 17.29px; line-height: 27.664px; padding: 0px 0px 25px;">Bila beraktivitas luar ruangan gunakan tabir surya atau pelindung kepala seperti topi untuk mengurangi tingkat paparan dari matahari.</div><div style="background-color: white; color: #323233; font-family: 'Helvetica Neue', helvetica, arial, sans-serif; font-size: 17.29px; line-height: 27.664px; padding: 0px 0px 25px;"><strong style="margin: 0px; padding: 0px;">5. Jangan Menyentuh Jerawat</strong></div><div style="background-color: white; color: #323233; font-family: 'Helvetica Neue', helvetica, arial, sans-serif; font-size: 17.29px; line-height: 27.664px; padding: 0px;">Jari Anda mengandung bakteri di sela kuku dan meningkatkan risiko jerawat muncul.</div><div style="background-color: white; color: #323233; font-family: 'Helvetica Neue', helvetica, arial, sans-serif; font-size: 17.29px; line-height: 27.664px; padding: 0px;"><span style="font-size: 17.29px; line-height: 27.664px;">Memencet jerawat pun juga dilarang karena dapat menyebabkan peradangan yang menimbulkan risiko bekas jerawat.</span><span style="font-size: 17.29px; line-height: 27.664px; margin: 0px; padding: 0px;">(klik dokter)</span></div></div>Torik Abu Abdanhttps://plus.google.com/107916840875277285697noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-6517315984200749135.post-42451519236268001932015-10-09T08:51:00.003+07:002015-10-09T09:24:23.925+07:00Ketahuilah!! Ini Tujuan dan Tugas Hidup Anda Di Dunia<div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"><div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><img border="0" height="384" src="http://4.bp.blogspot.com/-UZVWWJxqE3s/VhckzmST9GI/AAAAAAAAMjE/v7ESJIigTu8/s640/Tujuan%2Bdan%2BTugas%2BHidup%2BAnda%2BDi%2BDunia.png" width="640" /></div><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><span style="background-color: white; line-height: 16.08px;">Ustadz, tolong jelaskan arti kehidupan di dunia ini agar hidup saya terarah jelas?&nbsp;</span></span><br /><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><span style="background-color: white; line-height: 16.08px;"><br /></span></span><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><span style="background-color: white; line-height: 16.08px;">Sahabatku orang yang paling berbahagia adalah orang yang faham untuk apa hidup di dunia ini: TUJUAN hidup hanya mencari Ridho ALLAH (QS Al Bayyinah:5), PERANAN hidup sebagai kholifah (QS Al Baqoroh:30),</span></span><br /><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><span style="background-color: white; line-height: 16.08px;"><br /></span></span><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><span style="background-color: white; line-height: 16.08px;">TUGAS hidup mengabdi pada ALLAH (QS Adz Dzariyat:56),&nbsp;</span></span><br /><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><span style="background-color: white; line-height: 16.08px;">PEDOMAN hidup adalah Alqur'an (QS Al Baqoroh;2),</span></span><br /><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><span style="background-color: white; line-height: 16.08px;">TELADAN hid</span><span class="text_exposed_show" style="background-color: white; display: inline; line-height: 16.08px;">up adalah nabi Muhammad saw (QS Al Ahzab:21),&nbsp;</span></span><br /><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><span class="text_exposed_show" style="background-color: white; display: inline; line-height: 16.08px;">SAHABAT hidup adalah orang orang beriman (QS Al Hujarat:10),&nbsp;</span></span><br /><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><span class="text_exposed_show" style="background-color: white; display: inline; line-height: 16.08px;">ALAT hidup adalah harta, tahta dan semua potensi (QS Al Qoshosh:77),&nbsp;</span></span><br /><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><span class="text_exposed_show" style="background-color: white; display: inline; line-height: 16.08px;">MUSUH hidup adalah syetan (QS Yasin:60).&nbsp;</span></span><br /><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><span class="text_exposed_show" style="background-color: white; display: inline; line-height: 16.08px;">Oreintasi hidup adalah keselamatan di Akhirat,&nbsp;</span></span><br /><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><span class="text_exposed_show" style="background-color: white; display: inline; line-height: 16.08px;">"Sesungguhnya kehidupan di dunia ini adalah KESENANGAN SEMENTARA, dan Sesungguhnya kehidupan akhirat adalah "daarul qoroor"&nbsp;</span></span><br /><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><span class="text_exposed_show" style="background-color: white; display: inline; line-height: 16.08px;"><br /></span></span><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><span class="text_exposed_show" style="background-color: white; display: inline; line-height: 16.08px;">RUMAH SELAMA LAMANYA" (QS Al Mu'min:39).&nbsp;</span></span><br /><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><span class="text_exposed_show" style="background-color: white; display: inline; line-height: 16.08px;">SubhanALLAH, kini sudah jelas u apa hidup sesaat ini, sahabatku,&nbsp;</span></span><br /><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><span class="text_exposed_show" style="background-color: white; display: inline; line-height: 16.08px;"><br /></span></span><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><span class="text_exposed_show" style="background-color: white; display: inline; line-height: 16.08px;">"Semoga ALLAH menancapkan kekuatan iman di hati kita dan kesenangan taat di tengah glamor godaan dunia ini...aamiin</span></span><br /><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><span class="text_exposed_show" style="background-color: white; display: inline; line-height: 16.08px;"><br /></span></span><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><span class="text_exposed_show" style="background-color: white; display: inline; line-height: 16.08px;">(ust. Muhammad Arifin Ilham)</span></span><br /><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><span class="text_exposed_show" style="background-color: white; display: inline; line-height: 16.08px;">Simak video lebih lengkap berikut ini:</span></span><br /><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><span class="text_exposed_show" style="background-color: white; display: inline; line-height: 16.08px;"><br /></span></span></div><iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="360" src="https://www.youtube.com/embed/sqtmc-KR6X4" width="640"></iframe></div>Torik Abu Abdanhttps://plus.google.com/107916840875277285697noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-6517315984200749135.post-78904011244664302022015-10-09T07:36:00.001+07:002015-10-09T07:36:28.377+07:00Seorang Kakek yang Selalu Tertawa dan Menangis Saat Mendengar Kabar Kematian<div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"># Seorang Kakek yang Selalu Tertawa dan Menangis Saat Mendengar Kabar Kematian.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Kakekku selalu tertawa saat ada berita kematian yang diumumkan pada pengeras suara di Masjid. Raut wajahnya dipenuhi kebahagiaan, kemudian tak berapa lama ia menangis.</span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; line-height: 19.32px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Melihat itu, tentu saja heran menyelimuti pikiranku. Daripada berprasangka yang tidak baik, maka kutanyakan saja mengapa kakek berlaku demikian.</span></div><div class="text_exposed_show" style="background-color: white; display: inline; line-height: 19.32px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><div style="margin-bottom: 6px;">"Maaf, kek... kenapa kakek tertawa sekaligus menangis setiap kali mendengar berita kematian?"</div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><img border="0" height="358" src="http://2.bp.blogspot.com/-7QmzbF3Qq_o/VhcL4fxzBHI/AAAAAAAAMiQ/j87VKvaoSqM/s640/Seorang%2BKakek%2Byang%2BSelalu%2BTertawa%2Bdan%2BMenangis%2BSaat%2BMendengar%2BKabar%2BKematian.png" width="640" /></div><div style="margin-bottom: 6px;"><br /></div><div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;">"Cucuku, kematian ialah kabar gembira bagi orang-orang beriman. Bersyukurlah, sebab yang diberitakan meninggal masih beragama Islam. In-syaa Allah, almarhum/almarhumah dalam perlindungan Allah."</div><div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;">"Apakah memang demikian? Apakah Allah menegaskan hal itu, kek?"</div><div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><br /></div><div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;">" Dalam Qur'an Surah Ali Imran (3: 102), Allah berfirman: Sekali-kali janganlah kamu mati kecuali kamu dalam keadaan muslim”. Oleh sebab itu, kakek berdoa dengan bahagia untuk meyakinkan Allah bahwa almarhum/ almarhumah selagi hidup ialah muslim yang baik. Tidak pernah berbuat dosa pada kakek."</div><div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;">Aku menganggukan kepala, memahami apa yang disampaikan kakek.</div><div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;">"Lalu, mengapa setelah itu kakek menangis?"</div><div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><br /></div><div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;">"Sebab setiap ada pengumuman kematian, kakek selalu teringat firman Allah dalam Qur'an Surah al-ankabut yang berbunyi “Kullu nafsin dzaiqotul maut” Setiap yang bernyawa pasti akan mati. Kakek jadi bertanya, persiapan untuk menemui kematian apakah sudah cukup? Jika belum cukup tentu merugilah kita selama diberi kehidupan karena hanya bernilai kesia-siaan belaka."</div><div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;">"Jadi yang benar, itu saat mendengar kabar kematian selama yang meninggal itu muslim harusnya berbahagia dan mendoakan semoga almarhum/almarhumah diberi ampunan oleh Allah ya, Kek?"</div><div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><br /></div><div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;">"Seharusnya demikian, sebab dalam Hadis Riwayat Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairoh radhiallahu anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasalam bersabda, “Dua hal yang ada pada manusia dan keduanya menyebabkan mereka kafir: mengingkari keturunan dan meratapi kematian.”</div><div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;">"Jadi apa tidak diperbolehkan menangis, saat salah satu keluarganya meninggal?"</div><div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><br /></div><div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;">"Diperbolehkan, hal ini sesuai dengan Hadis Al-Bukhari meriwayatkan dari Anas radhiallahu anhu bahwa ia berkata: Aku menyaksikan putri Rasulallah shallallahu alaihi wasallam dimakamkan dan Rasulallah shallallahu alahi wasallam duduk di atas kubur, dan aku melihat kedua matanya meneteskan air mata."</div><div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><br /></div><div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;">"Oooh begitu ya, Kek".</div><div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;">"Iya, tetapi ingatlah jangan sampai menjerit-jerit hingga mengeraskan suara, sebab yang demikian bermakna ratapan atau tindakan ketidakikhlasan atas takdir Allah mematikan hamba-Nya. ” []</div><div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"><br /></div><div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;">FB: Arief Siddiq Razaan, 08 Oktober 2015</div></span></div></div>Torik Abu Abdanhttps://plus.google.com/107916840875277285697noreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-6517315984200749135.post-85011060852130965572015-10-07T08:43:00.002+07:002015-10-07T08:43:46.202+07:00Begini Cara Agar Pasangan Kembali Cinta<div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"><div style="background-color: white; box-sizing: border-box; line-height: 22.4px; margin-bottom: 10.5px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Sahabat, tidak semua hal yang terjadi dalam pernikahan adalah hal-hal indah, ada juga hal-hal mengecewakan, menyedihkan, menyakitkan, yang pada akhirnya mengurangi kadar cinta antar pasutri.</span></div><div style="background-color: white; box-sizing: border-box; line-height: 22.4px; margin-bottom: 10.5px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Padahal kita semua tahu bahwa cinta antara pasangan suami istri merupakan bahan bakar pernikahan yang amat penting untuk menambah kelanggengan rumah tangga. Lalu bagaimana cara agar pasangan kembali cinta? Berikut ini beberapa tipsnya:</span></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><img border="0" height="352" src="http://1.bp.blogspot.com/-Q5BwY5dT03E/VhR4q7eJm8I/AAAAAAAAMfM/ScoBTdh-fMU/s640/Begini%2BCara%2BAgar%2BPasangan%2BKembali%2BCinta.png" width="640" /></div><div style="background-color: white; box-sizing: border-box; line-height: 22.4px; margin-bottom: 10.5px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;"><br /></span></div><div style="background-color: white; box-sizing: border-box; line-height: 22.4px; margin-bottom: 10.5px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">1. Meminta maaf tidak hanya dengan ucapan, tapi juga pembuktian lewat perbuatan</span></div><div style="background-color: white; box-sizing: border-box; line-height: 22.4px; margin-bottom: 10.5px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Banyak orang yang meminta maaf sekadar di lisan saja, inilah yang membuat ilfil pasangan hidupnya. Bagaimana pun manusia memiliki hati yang bisa mendeteksi mana permintaan maaf tulus dan mana yang hanya lip servis semata.</span></div><div style="background-color: white; box-sizing: border-box; line-height: 22.4px; margin-bottom: 10.5px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Sebisa mungkin buktikan permintaan maaf dengan perbuatan. Yakni jangan mengulangi kesalahan yang dibenci oleh pasangan kita, lakukan hal-hal baik yang belum pernah kita lakukan sebelumnya untuk pasangan, atau berikan sesuatu yang istimewa untuk pasangan.</span></div><div style="background-color: white; box-sizing: border-box; line-height: 22.4px; margin-bottom: 10.5px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Mudah-mudahan pasangan kita bersedia membuka hati kembali untuk cinta dan mau berusaha melupakan kesalahan yang pernah terjadi.</span></div><div style="background-color: white; box-sizing: border-box; line-height: 22.4px; margin-bottom: 10.5px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">2. Mintalah pasangan untuk 'make a wish', satu&nbsp;permintaan&nbsp;yang kira-kira bisa kita kabulkan untuk membuatnya bahagia</span></div><div style="background-color: white; box-sizing: border-box; line-height: 22.4px; margin-bottom: 10.5px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Manjakan pasangan dengan mengabulkan hal yang menjadi keinginannya, semoga cinta kembali bersemi dengan cara ini, karena biasanya seseorang yang harapannya dikabulkan dapat kembali membuka hati untuk memaafkan dan kembali mencintai.</span></div><div style="background-color: white; box-sizing: border-box; line-height: 22.4px; margin-bottom: 10.5px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">3. Manfaatkan kelemahan laki-laki: pandangan mata, dan kelemahan perempuan: kata-kata rayuan yang enak didengar!</span></div><div style="background-color: white; box-sizing: border-box; line-height: 22.4px; margin-bottom: 10.5px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Buat yang sedang berusaha merayu suami untuk kembali cinta, cobalah manfaatkan kelemahan laki-laki di pandangan matanya! Kaum pria lemah jika melihat wanita cantik yang menggoda, apalagi kalau itu dilakukan istri sendiri.</span></div><div style="background-color: white; box-sizing: border-box; line-height: 22.4px; margin-bottom: 10.5px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Sedangkan bagi pria yang berusaha merayu kembali cinta istri, ketahuilah bahwa wanita amat lemah jika dipuji, dan dirayu terus-terusan dengan kata romantis setiap hari via berbagai media. Entah itu kata-kata langsung dari suami, melalui status sosmed, dan media lainnya.</span></div><div style="background-color: white; box-sizing: border-box; line-height: 22.4px; margin-bottom: 10.5px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">4. Meluangkan banyak waktu untuk bersama</span></div><div style="background-color: white; box-sizing: border-box; line-height: 22.4px; margin-bottom: 10.5px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Pastikan Anda dan pasangan memiliki banyak waktu berinteraksi bersama tanpa gangguan intervensi pihak lain sekalipun anak dan mertua sendiri.</span></div><div style="background-color: white; box-sizing: border-box; line-height: 22.4px; margin-bottom: 10.5px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Semakin sering bersama-sama, mudah-mudahan cinta yang mungkin sempat pudar bisa kembali tumbuh.</span></div><div style="background-color: white; box-sizing: border-box; line-height: 22.4px; margin-bottom: 10.5px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">5. Senjata doa!</span></div><div style="background-color: white; box-sizing: border-box; line-height: 22.4px; margin-bottom: 10.5px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Allah pemilik semua hati, maka apapun ikhtiar yang kita lakukan takkan sempurna jika tak memanfaatkan senjata mukmin paling dahsyat: doa.&nbsp;</span></div><div style="background-color: white; box-sizing: border-box; line-height: 22.4px; margin-bottom: 10.5px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif;">Berdoalah agar cinta di antara pasutri semakin subur! Allah tak mungkin menyiakan doa hambaNya selama kita bersabar.</span></div><div style="background-color: white; box-sizing: border-box; line-height: 22.4px; margin-bottom: 10.5px;"><span style="font-family: Verdana, sans-serif; line-height: 22.4px;">Demikianlah, semoga bermanfaat. Silakan share, semoga bermanfaat untuk yang lain. <span style="color: #444444; font-size: x-small;">(ummi-online)</span></span></div></div>Torik Abu Abdanhttps://plus.google.com/107916840875277285697noreply@blogger.com0